JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meluncurkan Asta Mandala SMK Go Global, kerangka strategis untuk menyiapkan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) berkeahlian menengah hingga tinggi secara bertahap sepanjang 2026-2029.
Program ini menjadi langkah pemerintah memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus memperluas peluang kerja legal di luar negeri.
Program SMK Go Global merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet pada 20 Oktober 2025 terkait percepatan (Quick Wins) penyiapan tenaga kerja Indonesia sesuai kebutuhan industri internasional.
Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi KP2MI dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan, Asta Mandala SMK Go Global menjadi komitmen pemerintah dalam menyiapkan pekerja migran yang kompeten, terlindungi, dan mampu bersaing di pasar kerja global.
"Program SMK Go Global melalui kerangka Asta Mandala adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk memberikan pelindungan menyeluruh sekaligus membuka peluang kerja yang lebih layak bagi anak-anak bangsa. Kami ingin memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia berangkat dengan keterampilan yang mumpuni, melalui jalur yang legal dan aman, serta pulang membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga dan bangsa," ujar Mukhtarudin.
Program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kelembagaan melalui pembentukan KP2MI untuk mewujudkan tata kelola penempatan dan pelindungan pekerja migran yang lebih terintegrasi.
Sesuai arahan Presiden, KP2MI tidak hanya bertugas memberikan pelindungan kepada PMI sejak sebelum, selama, hingga setelah bekerja di luar negeri, tetapi juga mendorong transformasi penempatan tenaga kerja dari sektor berkeahlian rendah menuju tenaga kerja berkeahlian menengah dan tinggi.
Melalui SMK Go Global, pemerintah akan menyiapkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan delapan sektor prioritas, yakni caregiver, welder, hospitality, nurse, manufaktur, konstruksi, agrikultur, dan truck driver.
Penempatan PMI dilakukan secara bertahap dengan target 40 ribu orang pada 2026, 140 ribu orang pada 2027, 180 ribu orang pada 2028, dan 140 ribu orang pada 2029, sehingga total mencapai 500 ribu pekerja migran terampil.
Lulusan program akan dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara tujuan, antara lain Jepang, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Turki, Singapura, Taiwan, Maladewa, serta sejumlah negara di kawasan Eropa, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan pasar kerja internasional dan perkembangan geopolitik global.
Sebagai fondasi pelaksanaan program, KP2MI memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global yang terdiri atas Panca Sukses dan Tri Dampak.
Panca Sukses meliputi peningkatan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar global, penguatan pelindungan melalui penempatan legal dan aman, penempatan berbasis kebutuhan industri (demand-driven), peningkatan remitansi dan kesejahteraan PMI, serta tata kelola program yang profesional, transparan, akuntabel, dan terintegrasi.
Melalui strategi tersebut, pemerintah menargetkan tiga dampak utama, yakni meningkatnya kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat, lahirnya sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global, serta peningkatan pendapatan pekerja migran, remitansi, devisa negara, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Mukhtarudin menegaskan, Asta Mandala SMK Go Global bukan hanya menjadi kerangka pelaksanaan program, tetapi juga strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Menurutnya, melalui sinergi pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan seluruh pemangku kepentingan, Program SMK Go Global diharapkan melahirkan lebih banyak PMI berkualitas, memperluas peluang kerja terampil yang aman dan legal, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Penulis: Rihmah Lailani











