JAKARTA, Harianmuria.com – Kisah Caswati menjadi bukti bahwa pengalaman bekerja di luar negeri tidak berhenti sebagai perjalanan mencari nafkah, tetapi dapat menjadi modal berharga untuk membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi daerah.
Perjalanan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu ini merupakan contoh nyata brain circulation, yaitu proses kembalinya pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama bekerja di luar negeri untuk dimanfaatkan bagi pembangunan di tanah air.
Caswati bekerja sebagai PMI di Taiwan pada periode 2012–2015. Setelah kembali ke Indonesia, ia mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan pemerintah. Berbekal pengalaman tersebut, ia mulai merintis usaha olahan ikan laut dengan merek RoRo Basreng.
Merek tersebut kini berkembang menjadi produk camilan khas Indramayu dengan pemasaran yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia hingga Singapura, Taiwan, dan Hong Kong.
Berawal dari produksi sederhana, usaha yang dibangun Caswati terus berkembang bersama keluarganya. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, usahanya juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar dan memberikan nilai tambah bagi komoditas perikanan lokal. Omzet usahanya kini mencapai sekitar Rp3 juta per hari dengan pemasaran yang terus meluas.
Keberhasilan Caswati mencerminkan esensi brain circulation, di mana migrasi tenaga kerja tidak hanya menghasilkan remitansi finansial, tetapi juga menghadirkan transfer pengetahuan, keterampilan teknis, budaya kerja, inovasi, dan semangat kewirausahaan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pengalaman internasional yang diperoleh PMI menjadi modal pembangunan ketika mereka kembali ke Indonesia.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong lahirnya lebih banyak kisah sukses purna PMI yang mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah asalnya.
“Pekerja Migran Indonesia bukan hanya pahlawan devisa. Mereka juga adalah agen perubahan. Pengalaman, keterampilan, dan etos kerja yang diperoleh selama bekerja di luar negeri merupakan aset bangsa yang harus terus didorong agar kembali menjadi kekuatan ekonomi di daerah. Kisah Caswati membuktikan bahwa brain circulation mampu melahirkan wirausaha tangguh, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Mukhtarudin, pemerintah akan terus memperkuat ekosistem pemberdayaan bagi purna PMI melalui pelatihan, pendampingan usaha, penguatan akses pembiayaan, perluasan jejaring pemasaran, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak purna PMI yang berhasil membangun usaha produktif di tanah air.
Dalam profilnya, Caswati juga menyampaikan pesan kepada para PMI dan purna PMI untuk tidak berhenti belajar dan terus berusaha mengembangkan kemampuan. Ia meyakini bahwa pengalaman bekerja di luar negeri merupakan bekal berharga yang dapat diubah menjadi peluang usaha apabila disertai kemauan untuk terus berkembang.
Kementerian P2MI berharap semakin banyak purna PMI yang mengikuti jejak Caswati, sehingga pengalaman bekerja di luar negeri tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi bagi keluarga melalui remitansi, tetapi juga menciptakan inovasi, lapangan kerja, dan usaha produktif yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan Indonesia.
Dengan demikian, migrasi yang aman dan terkelola akan menghasilkan manfaat berkelanjutan melalui brain circulation, di mana ilmu, pengalaman, dan keterampilan para PMI kembali mengalir untuk memperkuat daya saing bangsa.
Penulis: Amelia Erisanna











