• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 13, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Potret Guru RA di Rembang, Tetap Semangat Mendidik Meski Honor Hanya Rp6.000 per Hari

ulfa puspa by ulfa puspa
1 Agustus 2026
in Rembang, Highlight, News, Pendidikan
65 4
MENGAJAR: Guru Raudhatul Athfal (RA) Tarbiyatul Athfal di Desa Gilis, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang mendampingi siswa belajar. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

MENGAJAR: Guru Raudhatul Athfal (RA) Tarbiyatul Athfal di Desa Gilis, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang mendampingi siswa belajar. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

533
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

REMBANG, Harianmuria.com – Potret pendidikan di Indonesia masih banyak kekurangan baik dari segi jumlah tenaga didik hingga kesejahteraan guru. Di Kabupaten Rembang misalnya, seorang guru taman kanak-kanak hanya menerima honor sekitar Rp6.000 per hari.

Salah satu guru yang memiliki semangat mengajar itu adalah Umi Hanik Wahyuni. Ia mengajar di Raudhatul Athfal (RA) Tarbiyatul Athfal di Desa Gilis, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Umi Hanik mengajar di RA sejak 2017. Meskipun honor yang diterima sangat minim, alumnus Madrasah Ushuluddin (MUS) Sarang masih penuh semangat menjalankan tugas mencerdaskan generasi muda.

Setiap hari, Umi mengajar puluhan siswa mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Setelah kegiatan belajar selesai, ia harus merapikan ruang kelas dan menyelesaikan administrasi sekolah.

Mengajar anak usia dini, menurutnya, bukan pekerjaan yang mudah. Guru harus memiliki kesabaran ekstra saat menghadapi anak yang menangis, bertengkar, rewel, hingga membantu mereka yang belum mampu mengurus diri sendiri. Namun, semua itu dijalaninya dengan ikhlas.

“Saya mengajar di RA untuk mengisi aktivitas pagi. Kalau sore mengajar TPQ. Bagi saya, mengajar RA adalah hiburan karena saya senang bertemu dengan anak-anak,” kata Umi Jumat, 31 Juli 2026.

Bagi Umi, mengajar bukan semata-mata mencari penghasilan, melainkan bentuk pengabdian dan cara mengamalkan ilmu agama yang diperolehnya selama mondok.

Di balik pengabdiannya, kondisi ekonomi keluarganya tergolong sederhana. Suaminya bekerja serabutan, sesekali diminta memimpin tahlil, serta memelihara delapan ekor kambing sebagai tambahan penghasilan. Mereka harus memenuhi kebutuhan tiga anak yang masih bersekolah.

“Kadang-kadang suami diminta memimpin tahlil orang meninggal,” ujarnya.

Kondisi ekonomi masyarakat Desa Gilis juga berdampak pada kemampuan sekolah memberikan honor kepada guru. Menurut Umi, RA tempatnya mengajar tidak memungut uang SPP dari siswa.

“Di RA kami tidak ada SPP. Yang ada hanya jimpitan Rp1.000 per hari,” katanya.

Kisah Umi Hanik menjadi potret masih rendahnya kesejahteraan sebagian guru pendidikan anak usia dini di Indonesia. Di balik honor yang hanya Rp6.000 per hari, ia tetap memilih bertahan karena meyakini mendidik anak-anak merupakan bentuk pengabdian yang tidak dapat diukur dengan nilai materi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson, mengatakan guru RA merupakan sosok yang memiliki dedikasi tinggi meski kesejahteraannya masih terbatas.

“Perjuangan mereka sangat berat. Namun mereka tidak pernah menampakkan kesulitan itu, justru wajah mereka selalu ceria,” ujar Mukson.

Sebagai bentuk perhatian, Kementerian Agama Kabupaten Rembang bersama Baznas Kabupaten Rembang menyalurkan bantuan insentif kepada 80 guru RA nonsertifikasi. Masing-masing menerima Rp750.000 dengan total penyaluran mencapai Rp60 juta.

Ketua Baznas Kabupaten Rembang, Moh. Ali Anshory, mengatakan guru RA termasuk golongan fii sabilillah yang berhak menerima zakat.

“Kami baru bisa membantu 80 guru RA karena kemampuan anggaran Baznas masih terbatas. Kalau penghimpunan zakat bisa mencapai Rp10 miliar hingga Rp15 miliar per tahun, tentu jangkauan bantuan akan lebih luas,” kata Ali Anshory.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita RembangGuru RAkabupaten rembangKemenag Rembangrembang
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Siswa Baru Sekolah Rakyat Blora Numpang Belajar di SR Rembang

Next Post

Launching Agustus, Koperasi Merah Putih di Grobogan akan Jadi Pusat Distribusi Barang Subsidi

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Pemkab Rembang Dorong Perusahaan Besar Gandeng UMKM, Perkuat Rantai Pasok Lokal

Pemkab Rembang Dorong Perusahaan Besar Gandeng UMKM, Perkuat Rantai Pasok Lokal

by ulfa puspa
13 Agustus 2026
512

REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang mendorong perusahaan besar menggandeng UMKM untuk membangun ekosistem usaha yang saling menguatkan. Untuk mendukung upaya tersebut Pemkab Rembang menggandeng Kamar Dagang Indonesia...

Dugaan Keracunan MBG Terulang, DPRD Rembang Beri Peringatan Keras ke SPPG

Dugaan Keracunan MBG Terulang, DPRD Rembang Beri Peringatan Keras ke SPPG

by ulfa puspa
12 Agustus 2026
528

REMBANG, Harianmuria.com – DPRD Kabupaten Rembang meminta pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat usai kasus dugaan keracunan di SMP Negeri 5 Rembang. Anggota DPRD Rembang, Puji...

270 Kepala Sekolah Bakal Diperiksa Buntut Kasus Penyimpangan TPP Rp2 M di Rembang

270 Kepala Sekolah Bakal Diperiksa Buntut Kasus Penyimpangan TPP Rp2 M di Rembang

by Sekar Sari
12 Agustus 2026
517

REMBANG, Harianmuria.com - Kasus dugaan penyimpangan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang senilai lebih dari Rp 2 miliar saat ini...

PMI Rembang Targetkan Galang Dana Kemanusiaan Rp775 Juta, Ajak Warga Sisihkan Rezeki

PMI Rembang Targetkan Galang Dana Kemanusiaan Rp775 Juta, Ajak Warga Sisihkan Rezeki

by ulfa puspa
11 Agustus 2026
521

REMBANG, Harianmuria.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang menargetkan penggalangan dana kemanusiaan Rp775 juta pada Bulan Dana PMI tahun ini. Ketua Panitia Bulan Dana PMI Rembang yang...

Load More

BERITA UTAMA

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
515
Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

13 Agustus 2026
525
Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

12 Agustus 2026
521
Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

12 Agustus 2026
529

TRENDING HARI INI

  • Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Skema Ganti Untung Ditolak, Pakuwon Pastikan Rumah Warga Gombel Diperbaiki

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Warga Binaan Rutan Blora Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan Gratis hingga Dapat Ijazah

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Ubah Sampah Jadi BBM, Pemkot Semarang Jalin Kerjsama dengan TNI AD

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dorong Kemudahan Impor, ARMO Cargo Hadir dengan Layanan Logistik Lengkap

Dorong Kemudahan Impor, ARMO Cargo Hadir dengan Layanan Logistik Lengkap

25 April 2026
587
Pantai Balongan di Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Rembang, menawarkan perpaduan wisata alam, edukasi, dan kuliner khas seperti rujak petis serta kerajinan grabah Balongan yang unik.

Pantai Balongan, Pesona Wisata Edukasi dan Kuliner di Ujung Timur Rembang

3 November 2025
670

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya