• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Mental Illness dan Kanker, Apa Hubungannya?

Sekar Sari by Sekar Sari
1 Februari 2023
in Artikel, Kesehatan
70 5
Ilustrasi orang yang terkena kanker dan mental illness. (Freepik/Harianmuria.com)

Ilustrasi orang yang terkena kanker dan mental illness. (Freepik/Harianmuria.com)

575
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Zaman kini, mental illness atau gangguan mental sudah umum terjadi pada siapapun, terutama remaja. Menurut WHO (World Health Organization), satu dari lima anak-anak dan remaja di seluruh dunia mengalami gangguan mental.

Ada lebih dari 200 jenis mental illness yang diketahui, dengan gejala dan tingkat keparahan yang beragam, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, hingga psikosis.

Lalu, apa hubungan mental illness dengan kanker?

Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia.  Kanker terjadi ketika ada mutasi genetik pada sel, sehingga sel tersebut tumbuh tidak normal. Menurut data Globocan (Global Cancer Observatory), pada tahun 2018 angka kasus baru tercatat 348.809, dan mengalami peningkatan menjadi 396.914 pada tahun 2020. Pada 2021, WHO memperkirakan 10 juta jiwa meninggal dunia karena kanker setiap tahunnya dan bahkan, 70 persen angka kematian akibat kanker terjadi pada negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Semua aspek kehidupan penderita kanker mengalami perubahan setelah terdiagnosa. Banyak metode pengobatan kanker yang umum digunakan, yakni kemoterapi, operasi pengangkatan sel kanker, radioterapi, imunoterapi, hingga memberikan obat-obatan yang mampu menghambat mutasi genetik pada sel.

Dalam praktiknya, penanganan kanker di Indonesia masih memiliki hambatan, seperti ketimpangan jumlah fasilitas, hingga terbatasnya jumlah tenaga medis khusus kanker yang kewalahan menangani sekian banyak pasien. Inilah yang menyebabkan tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia.

Lalu, bagaimana nasib mental seorang penderita kanker?

Setiap orang berpotensi mengalami gangguan mental, salah satu faktornya yaitu penyakit fisik kronis. Dengan angka kematian setinggi itu, maka tidak sedikit penderita kanker yang menyerah akan hidup. Terus memikirkan maut yang akan segera menjemputnya. Kekhawatiran akan kematian memenuhi kepalanya. Perasaan sedih, putus harapan, kehilangan minat terhadap apa yang disukai, dan berakhir patah semangat untuk sembuh. Pikiran-pikiran inilah penyebab munculnya mental illness dalam diri penderita, seperti stres, depresi hingga gangguan kecemasan.

Penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas, penurunan konsentrasi, dan perubahan kemampuan seksual sangat mempengaruhi psikologis penderita, yang menyebabkan tidak stabilnya mental.

Pasien dengan penyakit fisik yang parah memiliki gangguan mental setidaknya dua kali lebih banyak dari populasi umum. Sekitar 25 persen wanita mengalami apatis pasca operasi payudara. Dua sampai lima dari sepuluh orang penderita penyakit kronis mengalami gangguan mental emosional, sama meningkatnya dengan jumlah penderita penyakit kronis di Indonesia. Inilah mengapa dukungan dari lingkungan sangat berpengaruh terhadap penderita.

Dukungan ini berupa konseling, edukasi, dukungan spiritual, hingga dukungan kelompok yang kini sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat. Karena banyaknya penderita kanker yang memiliki gangguan mental, sangat penting bagi pelayanan kanker untuk menyediakan pelayanan terintegrasi dan komprehensif di bidang onkologi.

Inilah mengapa peringatan Hari Kanker Sedunia, yang pertama kali dibentuk pada tahun 2000 dan telah diinaugurasi oleh Union for International Cancer Control (UICC) sangat dibutuhkan, sebagai wujud perhatian kepada masyarakat agar lebih sadar dan bermawas diri terhadap penyakit tersebut. Selain itu, Peringatan Hari Kanker Sedunia juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penyakit tersebut.

Diperingati pada 4 Februari di seluruh penjuru dunia, Indonesia juga salah satu negara yang turut memeriahkan peringatan ini dengan berbagai kegiatan, seperti penyuluhan, senam bersama, jalan sehat, dan kegiatan sosial lainnya.

Mental Illness dan Kanker, Apa Hubungannya? | Harianmuria

Nuhla Maulidia (seorang pelajar yang harus kehilangan ibu kandungnya karena kanker)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: ArtikelKankerMental Illness
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

Pemkab Jepara Dapat Apresiasi Kemendagri, Pj Bupati: Beberapa Sektor Masih Terus Diperbaiki

Next Post

Pati Dapat Kuota Haji 1.300-an Jamaah

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

by ulfa puspa
29 Juli 2026
583

DEMAK, Harianmuria.com - Bawang merah dan ubi jalar telah menjadi komoditas holtikultura utama Desa Kotakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Praktik pertanian bawang merah yang intensif mendorong petani Desa...

Jejak Sejarah dan Makna Laku Spiritual 1 Suro di Surakarta

Jejak Sejarah dan Makna Laku Spiritual 1 Suro di Surakarta

by ulfa puspa
16 Juni 2026
572

Harianmuria.com – Malam Satu Suro yang bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Hijriah, kerap dijadikan momentum yang penuh nuansa spiritual dan sakral bagi masyarakat Jawa. Tradisi perayaan...

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

by ulfa puspa
25 Mei 2026
565

PATI, Harianmuria.com – Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini....

JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

by ulfa puspa
27 April 2026
587

JAKARTA, Harianmuria.com – Kita hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan sensasi mengalahkan substansi. Disrupsi digital yang semula dijanjikan sebagai demokratisasi informasi justru melahirkan paradoks: ruang publik...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
516
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Pemerintah RI di bawah Presiden Prabowo memulangkan 264 pekerja migran bermasalah dari Malaysia.

Pelukan Kemerdekaan di Pintu Kepulangan

16 Agustus 2025
543
Getuk Runting, salah satu jajanan pasar khas Pati. (Instagram @tumbasmangan/Harianmuria.com

Jajanan Pasar Khas Pati Ini Wajib untuk Dicoba

28 Februari 2023
1.4k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya