• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

Redaksi by Redaksi
17 Agustus 2026
in Berita KP2MI
78 4
Anak PMI asal Gresik, Adil (kiri) bersama petugas KBRI di Malaysia Shohenudin. (Dok. pribadi)

Anak PMI asal Gresik, Adil (kiri) bersama petugas KBRI di Malaysia Shohenudin. (Dok. pribadi)

629
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KUALA LUMPUR, Harianmuria.com – Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menghadirkan kisah membanggakan dari anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Adil Maulana Nur Hidayatullah (15), remaja asal Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, terpilih menjadi salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia.

Adil lahir pada 11 Maret 2011. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Muhammad Yasin dan Nurhamidah, pekerja migran asal Gresik yang telah bertahun-tahun mencari nafkah di Malaysia.

Ayah Adil berada di Malaysia sejak 1996 dan bekerja sebagai pekerja konstruksi. Sementara ibunya berada di Malaysia sejak 2007 dan bekerja di sektor layanan kebersihan.

Adil sendiri telah tinggal bersama keluarganya di Malaysia sejak berusia sekitar tiga tahun. Meski tumbuh sebagai anak PMI di luar negeri, kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk mendapatkan pendidikan.

Ia mengawali pendidikan taman kanak-kanak di Malaysia, kemudian menempuh pendidikan dasar di Sanggar Bimbingan Sentul. Setelah itu, Adil melanjutkan pendidikan tingkat SMP di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Dua adiknya yang juga tinggal di Malaysia saat ini mendapatkan pendidikan melalui Sanggar Bimbingan Segambut.

Terpilih Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur

Kesempatan menjadi anggota Paskibraka KBRI Kuala Lumpur diperoleh Adil setelah para guru SIKL melihat potensi dan kemampuannya. Ia kemudian didaftarkan untuk mengikuti proses seleksi melalui KBRI.

Seleksi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari kemampuan fisik, psikologi hingga akademik. Adil akhirnya terpilih bersama 22 peserta lainnya untuk menjalankan tugas dalam momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara tersebut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia, undangan Kerajaan Malaysia, tokoh masyarakat Indonesia di Malaysia, tamu VIP, serta guru dan staf KBRI.

Upacara HUT Kemerdekaan RI di KBRI Kuala Lumpur selama ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia di Malaysia. Pada peringatan HUT RI 2024, upacara di KBRI Kuala Lumpur turut dihadiri Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Anak PMI Titip Harapan untuk Pendidikan

Di tengah kebanggaannya menjadi bagian dari upacara kemerdekaan, Adil menyampaikan harapan lebih besar bagi anak-anak PMI lainnya di Malaysia.

Saat berkesempatan bertemu dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada pertengahan 2025, Adil mengungkapkan rasa bahagianya sekaligus menitipkan harapan agar perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak PMI terus diperkuat.

“Senang sekali berjumpa dengan Pak Bupati. Semoga Bapak diberikan kesehatan sehingga terus dapat memperhatikan anak-anak PMI, khususnya di Malaysia, agar mendapatkan hak akses pendidikan yang layak,” ujar Adil.

Harapan tersebut menggambarkan persoalan yang masih dihadapi sebagian anak pekerja migran di Malaysia. Di balik perjuangan orang tua mereka mencari penghidupan di luar negeri, terdapat generasi yang membutuhkan kepastian identitas, pendidikan, dan berbagai layanan dasar untuk menjamin masa depannya.

Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan | Harianmuria
Pertemuan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yan dengan Adil dan orang tuanya di Kuala Lumpur, pertengahan 2025. (Dok. pribadi)

KBRI Apresiasi Gresik Lindungi Anak PMI

Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak PMI turut mendapatkan apresiasi dari pihak KBRI di Malaysia.

Shohenudin, petugas KBRI di Malaysia, menyebut langkah Pemerintah Kabupaten Gresik sebagai terobosan penting karena pemerintah daerah mengambil peran aktif dalam memastikan perlindungan anak-anak warganya yang berada di luar negeri.

“Kami berterima kasih kepada Pak Bupati telah menjadi pionir untuk melindungi anak-anak PMI di Malaysia,” ungkap Shohenudin.

Komitmen tersebut tidak hanya mendapatkan pengakuan dari KBRI, tetapi juga memperoleh apresiasi di tingkat nasional.

Pada 27 Juli 2026, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penghargaan dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin sebagai Kepala Daerah Inspiratif dalam Gerakan Peduli Anak Pekerja Migran Indonesia.

Penghargaan diberikan dalam Diskusi Publik Nasional bertema “Anak Pekerja Migran Indonesia: Tantangan, Pelindungan, dan Masa Depan” di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan langkah Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memberikan perlindungan, pemenuhan hak, sekaligus menjamin masa depan anak-anak pekerja migran.

Dalam forum nasional tersebut, Bupati Gresik juga memaparkan model perlindungan anak PMI yang dikembangkan Kabupaten Gresik, khususnya terhadap anak-anak yang lahir dari keluarga PMI asal Gresik di Malaysia.

Pengakuan nasional tersebut semakin memperkuat posisi Kabupaten Gresik dalam mendorong isu anak pekerja migran menjadi bagian penting dari tata kelola migrasi.

Perlindungan tidak lagi berhenti pada pekerja migrannya, tetapi diperluas kepada keluarga dan anak sebagai kelompok yang ikut menanggung konsekuensi dari proses migrasi.

Perlindungan Anak PMI Gresik Masuki Tiga Fase

Dr. Rian Pramana Suwanda, Rektor Universitas Gresik sekaligus Sekretariat Tim Ad Hoc Perlindungan Anak Pekerja Migran Indonesia asal Gresik, menjelaskan bahwa program perlindungan anak PMI merupakan inovasi Bupati Gresik yang dibangun secara bertahap dan kini telah memasuki tiga fase kunci.

Fase pertama adalah pemetaan anak-anak PMI dan pembangunan kerja sama kelembagaan. Kabupaten Gresik membangun kerja sama dengan KBRI di Malaysia untuk memperkuat perlindungan terhadap anak PMI asal Gresik.

“Program ini merupakan inovasi Gus Bupati Gresik yang saat ini telah menjalani tiga fase kunci. Fase pertama adalah pemetaan anak-anak PMI. Gresik kemudian membangun kerja sama dengan KBRI di Malaysia untuk memastikan perlindungan anak-anak PMI asal daerah dapat dilakukan secara lebih sistematis,” jelas Rian.

Fase kedua adalah pemulangan anak-anak PMI yang membutuhkan fasilitasi untuk kembali ke Indonesia.

Hingga periode ini, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama para pemangku kepentingan telah memfasilitasi pemulangan sembilan anak PMI asal Gresik.

Pemulangan dilakukan dalam dua gelombang. Tiga anak dipulangkan pada Februari 2026 dan enam anak asal Gresik kembali difasilitasi pulang pada Juli 2026. Pada gelombang kedua, Gresik juga turut membantu pemulangan tiga anak PMI dari daerah lain.

Menurut Rian, pemulangan bukan akhir dari proses perlindungan. Karena itu, fase ketiga diarahkan pada penjaminan layanan dasar secara terintegrasi setelah anak kembali ke Kabupaten Gresik.

“Fase ketiga adalah memastikan setelah mereka pulang, negara tetap hadir. Layanan dasar diintegrasikan dengan seluruh OPD terkait, mulai dari administrasi kependudukan, layanan sosial, kesehatan hingga pendidikan. Salah satunya melalui akses pendidikan di Sekolah Rakyat di Gresik,” tambahnya.

Model tersebut menempatkan perlindungan anak PMI sebagai sebuah rantai perlindungan yang berkelanjutan. Prosesnya dimulai dari pemetaan anak di negara penempatan, fasilitasi akses pendidikan selama berada di Malaysia, penyelesaian persoalan identitas dan pemulangan, hingga reintegrasi serta penjaminan layanan dasar ketika anak kembali ke Kabupaten Gresik.

Dari Sanggar Bimbingan hingga Paskibraka

Kisah Adil menjadi wajah lain dari perjuangan tersebut. Dari seorang anak PMI yang mengenyam pendidikan di Sanggar Bimbingan, kemudian melanjutkan pendidikan di SIKL, kini ia dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka dalam peringatan kemerdekaan Indonesia di Malaysia.

Di balik Sang Merah Putih yang dikibarkan di Kuala Lumpur, perjalanan Adil membawa pesan yang lebih besar: anak-anak PMI bukan sekadar bagian dari persoalan migrasi.

Mereka adalah generasi Indonesia yang memiliki mimpi dan potensi. Karena itu, hak atas identitas, perlindungan, pendidikan, dan masa depan harus tetap dijamin negara, sekalipun mereka tumbuh ribuan kilometer dari tanah kelahiran orang tuanya.

Jurnalis: Hms

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anak PMI GresikBerita Gresik hari iniberita Jatim hari iniBerita KP2MIBerita KP2MI Hari iniKementrian Perlindungan Pekerja Migran IndonesiaKP2MIPaskibra PMI asal Gresikpekerja migranPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migranPMI
SummarizeShare45SendShare
Previous Post

Pesan HUT ke-81 RI dari Menteri Mukhtarudin: PMI Harus Terlindungi dari Hulu hingga Hilir

Next Post

HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
524

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

by ulfa puspa
10 Oktober 2026
556

BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 964 warga sebagai pencari kerja selama periode Januari-April 2026. Kepala Dinperinaker Blora, Endro Budi Darmawan,...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

Resmikan Migrant Center Unpad, Menteri P2MI Targetkan 500.000 Pekerja Migran Terampil hingga 2029

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Harianmuria – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Serap 212 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri, Menteri P2MI Genjot Program SMK Go Global

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Lingkar.news – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil dan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Gorengan khas Korea. (Freepik/Harianmuria.com)

Rekomendasi Gorengan Khas Korea yang Bisa Kamu Jadikan Menu Takjil

27 Februari 2023
1.4k
Opini Teguh Santosa mengulas makna Revolusi Raja dan Rakyat Maroko 20 Agustus serta kaitannya dengan sejarah diplomasi dan persahabatan Indonesia-Maroko.

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

20 Agustus 2026
526

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya