• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Sambut Visi Prabowo, Menteri Mukhtarudin Siap Cetak PMI Berdaya Saing Kelas Dunia

Redaksi by Redaksi
14 Agustus 2026
in Berita KP2MI
66 2
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. (Dok. KP2MI)

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. (Dok. KP2MI)

526
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyambut positif visi Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Mukhtarudin menilai sejumlah pesan Prabowo, terutama mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguasaan bahasa asing sejak sekolah dasar, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing sejak dini. Pemerintah akan mendorong pembelajaran bahasa asing mulai tingkat sekolah dasar (SD), termasuk Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, hingga Rusia.

“Bahasa asing mutlak harus kita kuasai. Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing,” kata Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya memastikan anak-anak Indonesia memperoleh akses pendidikan terbaik agar memiliki kemampuan untuk bersaing dan bekerja dengan berbagai pihak di tingkat internasional.

Mukhtarudin menilai penguatan kemampuan bahasa asing sejak usia dini merupakan investasi strategis untuk membangun generasi Indonesia yang siap menghadapi persaingan pasar kerja internasional.

“Apa yang disampaikan Bapak Presiden hari ini adalah visi besar untuk mengubah paradigma pekerja migran kita. Kita ingin bergerak dari tenaga kerja yang selama ini masih banyak berada pada pekerjaan berkeahlian rendah menuju tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan mampu berkomunikasi secara global,” ujar Mukhtarudin di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Mukhtarudin, kendala bahasa masih menjadi salah satu tantangan bagi Pekerja Migran Indonesia. Karena itu, pembekalan bahasa asing sejak usia dini dinilai dapat menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing SDM Indonesia.

“Bapak Presiden memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa persaingan ke depan bukan hanya antarnegara, tetapi juga antar-SDM. Karena itu, kita harus menyiapkan anak-anak Indonesia agar sejak awal memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemampuan bahasa merupakan salah satu bekal penting ketika generasi muda memasuki lingkungan kerja internasional. Namun, kemampuan tersebut perlu dibarengi keterampilan teknis, sertifikasi, penguasaan teknologi, serta pemahaman budaya dan aturan di negara tujuan.

Sambut Visi Prabowo, Menteri Mukhtarudin Siap Cetak PMI Berdaya Saing Kelas Dunia | Harianmuria
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Dok. KP2MI)

Di sisi lain, Mukhtarudin menyoroti pernyataan Prabowo mengenai tingginya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara. Presiden menyebut sejumlah negara saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja dan membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia.

“Sekarang banyak negara di mancanegara kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin yang saya ketemu bertanya, ‘Bisa enggak tenaga kerja dari Indonesia?’” kata Prabowo.

Menurut Presiden, kebutuhan tenaga kerja tersebut antara lain terdapat pada sektor pariwisata, rumah sakit, perawat, dan caregiver yang membutuhkan kemampuan komunikasi dengan baik.

Mukhtarudin melihat kondisi tersebut sebagai peluang besar bagi Indonesia. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan penyiapan calon PMI yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dan standar negara tujuan.

“Pertanyaan berikutnya adalah tenaga kerja seperti apa yang mereka butuhkan. Di sinilah tugas kita memastikan pekerja Indonesia memenuhi standar tersebut,” kata Mukhtarudin.

Ia mengatakan kebutuhan tenaga kerja global yang semakin beragam harus direspons dengan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi.

“Pendidikan dan pelatihan harus mampu membaca kebutuhan pasar sehingga masyarakat tidak sekadar mendapatkan kesempatan bekerja, tetapi memperoleh akses terhadap pekerjaan yang sesuai kemampuan dan memiliki prospek yang baik,” ujarnya.

Prabowo dalam pidatonya juga menyinggung karakter pekerja Indonesia yang dinilai memiliki keunggulan. Menurut Presiden, orang Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan.

“Orang Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita ke depan diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia, memperkuat ekonomi Indonesia,” tegas Prabowo.

Mukhtarudin menyebut karakter tersebut sebagai modal sosial yang perlu diperkuat dengan profesionalisme. Menurutnya, dunia kerja internasional membutuhkan lebih dari sekadar keramahan, tetapi juga disiplin, kemampuan teknis, komunikasi, produktivitas, dan kepatuhan terhadap aturan.

“Keramahan adalah kekuatan kita, dunia kerja juga saat ini membutuhkan lebih dari itu. Ada disiplin, kemampuan teknis, komunikasi, produktivitas dan kepatuhan terhadap aturan,” ujar Mukhtarudin.

Karena itu, peningkatan kualitas PMI harus berjalan beriringan dengan pelindungan pekerja migran. Mukhtarudin menegaskan setiap proses penempatan harus dilakukan secara resmi, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ukuran keberhasilan kita bukan sekadar berapa banyak yang berangkat. Yang lebih penting adalah mereka berangkat secara resmi, bekerja sesuai kompetensi, mendapatkan haknya dan pulang membawa peningkatan kualitas kehidupan,” kata Mukhtarudin.

Pemerintah juga terus mendorong perubahan paradigma terhadap PMI, dari sekadar tenaga kerja menjadi talenta yang memiliki kompetensi dan daya saing internasional.

Mukhtarudin mengatakan pengalaman bekerja di luar negeri dapat menjadi modal pembangunan ketika PMI kembali ke Indonesia dengan membawa keterampilan, pengalaman, dan jejaring internasional.

“Pengalaman bekerja di luar negeri juga dapat menjadi modal pembangunan ketika mereka kembali ke Indonesia dengan membawa keterampilan, pengalaman dan jejaring internasional,” pungkas Mukhtarudin.

Arah kebijakan yang disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional, termasuk melalui penerimaan devisa dan peningkatan kesejahteraan keluarga PMI.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) berkomitmen mengawal agenda tersebut agar kebutuhan tenaga kerja global dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia.

Dengan peningkatan kompetensi, penguasaan bahasa asing, sertifikasi, serta pelindungan yang kuat, PMI diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pasar kerja global, tetapi juga tampil sebagai talenta Indonesia yang memiliki daya saing dan posisi tawar lebih tinggi.

Penulis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita KP2MIInfo KP2MIKementrian Perlindungan Pekerja Migran IndonesiaKP2MIpekerja migranPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migran
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

DPRD Blora Minta Proyek Pematangan Sekolah Rakyat Cepu Gunakan Tanah Urugan Berizin

Next Post

Resmi Dikukuhkan, 70 Paskibraka Kendal Akan Dikarantina Jelang Upacara HUT ke-81 RI

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
524

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

Warga Blora Pencari Kerja Tembus 964 hingga April 2026, 99 Orang Daftar Jadi PMI

by ulfa puspa
10 Oktober 2026
556

BLORA, Harianmuria.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 964 warga sebagai pencari kerja selama periode Januari-April 2026. Kepala Dinperinaker Blora, Endro Budi Darmawan,...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

Resmikan Migrant Center Unpad, Menteri P2MI Targetkan 500.000 Pekerja Migran Terampil hingga 2029

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Harianmuria – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Serap 212 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri, Menteri P2MI Genjot Program SMK Go Global

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Lingkar.news – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil dan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
528
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Opini Teguh Santosa mengulas makna Revolusi Raja dan Rakyat Maroko 20 Agustus serta kaitannya dengan sejarah diplomasi dan persahabatan Indonesia-Maroko.

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

20 Agustus 2026
526
Dinkes Catat 29 Kasus Suspek Campak di Rembang

Dinkes Catat 29 Kasus Suspek Campak di Rembang

7 April 2026
731

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya