SEMARANG, Harianmuria.com – Progres pembangunan Tol Bawen–Jogja terus menunjukkan perkembangan positif. Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, menyebut ruas dari Exit Tol Bawen hingga Ambarawa direncanakan mulai difungsikan menjelang Lebaran 2026.
Menurut Iqbal, langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi di simpang Bawen, yang menjadi titik temu arus kendaraan menuju Magelang maupun jalur tengah.
“Jadi pemudik yang menuju Magelang ataupun menuju jalur tengah bisa langsung keluarnya di Ambarawa tanpa keluar dari Bawen. Biasanya titik itu jadi tempat pertemuan arus, sehingga macetnya di situ,” ujar Iqbal saat memberikan keterangan kesiapan jalur lebaran 2026 di kantor BBPJN Jateng-DIY, Kabupaten Semarang, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Korlantas Polri bersama pengelola pembangunan Tol Bawen–Jogja. Targetnya, ruas tersebut sudah dapat difungsikan mulai H-10 Lebaran agar menjadi opsi alternatif bagi para pemudik yang menggunakan jalur tol.
Meski demikian, untuk progres keseluruhan Tol Bawen–Jogja, khususnya segmen wilayah Magelang hingga Seksi 4 dan Seksi 5 di daerah Magelang sampai Jambu, pembangunannya masih membutuhkan waktu lebih lama. Hal itu karena kondisi geografis yang berada di kawasan pegunungan.
“Untuk progres Tol Bawen–Jogja ini memang masih lama, khususnya di segmen daerah Magelang menuju Seksi 4 ataupun Seksi 5, itu daerah Magelang sampai Jambu karena wilayah pegunungan. Targetnya masih di 2028 ataupun 2029,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan provinsi dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai simpul utama perlintasan nasional sehingga tidak boleh lengah dalam menyiapkan infrastruktur.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, provinsi ini juga menjadi tujuan favorit dengan estimasi total pergerakan mencapai 38,71 juta orang.
Menghadapi lonjakan tersebut, Ahmad Luthfi menekankan bahwa kondisi jalan provinsi terus dimantapkan.
“Kita memiliki hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan agar tetap optimal saat arus mudik dan balik,” ujarnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid











