BLORA, Harianmuria.com – Satu keluarga yang terdampak tanah ambles susulan di Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan/Kabupaten Blora, menolak direlokasi dan memilih bertahan di rumahnya yang saat ini diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Lurah Kedungjenar, Suntarsih, mengucapkan kejadian tanah ambles di Kelurahan Kedungjenar RT 04/RW 03 sudah terjadi sejak pertengahan Januari 2026. Namun, saat ini ada satu rumah yang terdampak menjadi cukup parah.
“Longsor susulan pada tanggal 13 Januari. Saat ini menimpa rumah warga sampai kamar mandi dan dapur ikut terbawa,” ujar Suntarsih, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, tanah ambles tersebut sudah pernah ditangani oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana pada tahun 2022, menggunakan bronjong. Namun upaya tersebut belum maksimal sehingga mengakibatkan saat ini sudah ambles lagi.
Lebih lanjut, ia mengatakan sebelumnya sudah ada bantuan empat rumah oleh Pemkab Blora sebagai tempat relokasi di wilayah yang aman. Namun, hanya tiga yang mau pindah.
“Tiga KK (Kepala Keluarga) direlokasi di Desa Sendanggayam, Kecamatan Banjarejo,” katanya.
Suntarsih menyampaikan alasan satu warga yang menolak direlokasi karena bekerja di Blora Kota. Namun, rumah yang diberikan oleh Pemkab Blora tetap hak warga tersebut, dan saat ini sudah ditempati salah satu keluarga.
“Pak Sarman kerjanya di wilayah Blora Kota dan salah satu anggota keluarga ada yang keterbelakangan, untuk rumah di Sendanggayam sudah ditempati salah satu anaknya,” katanya.
Ia menambahkan, titik tanah ambles susulan sudah diusulkan ke BBWS untuk ada penanganan darurat ataupun mitigasi lebih lanjut. Suntarsih menegaskan untuk pembangunan rumah saat ini dibangun dengan swadaya.
“Kita gotong-royong bersama masyarakat, Jajaran Kelurahan untuk bangun rumah Pak Sarman,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











