• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Fenomena Tanah Gerak dan Resiko Bencana

ulfa puspa by ulfa puspa
12 Februari 2026
in Artikel
85 6
Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Muhamad Kundarto. (Dok for Harianmuria.com)

Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, Muhamad Kundarto. (Dok for Harianmuria.com)

697
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Fenomena kejadian tanah gerak (soil creep) yang terjadi pada Senin, 2 Februari 2026 pukul 19.00 di wilayah Desa Padasari Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal telah menimbulkan kerusakan permukiman, fasilitas umum, infrastruktur dan peternakan. Tercatat kerusakan 863 unit rumah rusak ringan sampai berat. Jumlah pengungsi mencapai 575 KK atau 2.461 jiwa (sumber : BPBD Prov. Jateng).

Tanah gerak merupakan peristiwa pergeseran lapisan tanah yang terjadi secara perlahan-lahan namun terus menerus, yang biasanya dipicu oleh akumulasi kejenuhan air akibat curah hujan tinggi. Tambahan air ini bersifat aktif, sedangkan potensi tanah bersifat pasif.

Karakteristik tanah yang mudah bergerak bisa dipicu pada kondisi tanah lempung. Jenis lempung (clay) montmorillonit yang biasa terdapat pada tanah kelabu kehitaman, mempunyai sifat mengembang di musim hujan atau saat kadar airnya tinggi, dan mengkerut membentuk rekahan ketika di musim kemarau.

Sifat kembang kerut ini berpotensi meretakkan bangunan di atasnya apabila pondasi kurang kuat. Biasanya bagian bawah pondasi diberi lapisan pasir untuk meredam agresivitas jenis tanah ini, yang biasa diberi nama jenis tanah Grumusol atau Vertisol.

Sebaran tanah ini biasanya pada cekungan yang relatif kedap air atau pada hamparan tanah alluvial yang banyak terdapat di pantai utara Jawa.

Diagnosa berikutnya adalah keberadaan lapisan argilik, yaitu sebuah lapisan di dalam profil tanah dengan akumulasi lempung (clay) lebih tinggi dari lapisan di atasnya. Akumulasi terjadi karena proses perpindahan lempung dari atas ke bawah seiring waktu. Hal ini sering terjadi pada jenis tanah merah di daerah perbukitan, yang di dalam klasifikasi tanah dinamakan tanah Alfisol atau Ultisol.

Saat tanah basah akibat curah hujan tinggi dengan durasi lama, lapisan argilik ini berpotensi menjadi bidang gelincir yang mengakibatkan lapisan di atasnya akan bergerak.

Besar kecilnya gerakan lapisan tanah ini juga dipengaruhi oleh kelerengan atau tingkat kecuraman. Makin curam, pergerakan bisa menjadi tanah longsor, yaitu massa tanah yang berpindah secara cepat. Makin landai, pergerakan makin pelan cenderung menjadi tanah gerak (soil creep).

Fenomena di lapangan, dimana variasi kerelengan sangat tinggi, bisa terjadi secara bersamaan. Walaupun secara makro terjadi tanah gerak, mungkin pada titik-titik tertentu yang lerengnya curam terjadi tanah longsor.

Fenomena tanah longsor juga sering diawali tanda-tanah tanah yang mulai bergerak, seperti terbentuknya rekahan tanah yang memanjang, amblesan dan bentuk batang pohon tahunan yang biasanya lurus tegak tapi banyak yang tumbuh melengkung karena adaptasi posisi bagian pangkal pohon yang mengalami pergerakan pelan seiring waktu.

Fenomena tanah gerak ini juga memerlukan kajian pelengkap dari aspek batuan (geologi), apakah ada lapisan kedap di bawahnya atau fenomena sesar, yaitu patahan lapisan yang bisa bergerak naik atau turun.

Sehingga apa yang kita sebut tanah gerak, bisa saja diawali bagian dalam merupakan dampak dari lapisan batuan yang bergerak.

Penyebab tanah gerak dan tanah longsor ini menarik untuk dikaji oleh para pakar di bidangnya, sebagai bahan pembelajaran ke depan, terutama dalam memberikan rekomendasi peruntukan lahan yang ideal.

Secara sederhana, masihkah layak kawasan itu untuk permukiman atau bangunan sipil teknis lainnya.

Seiring penanggulangan bencana tanah gerak ini, sepertinya perlu dilakukan relokasi massal untuk memindahkan permukiman ke lokasi yang lebih aman dari bencana. Tentu proses ini butuh waktu, beaya dan tenaga dari para pihak terkait.

Penulis: Muhamad Kundarto*

*) Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta
*) Pengurus Pusat Himpunan Ilmu Tanah Indonesia
*) Tim Teknis Proklim Kementerian Lingkungan Hidup

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Bencana AlamJatengperistiwatanah gerak
SummarizeShare50SendShare
Previous Post

Komunitas Kucing Tolak Restorative Justice Kasus Kekerasan Hewan di Blora

Next Post

Panen Raya MT 1, Bupati Rembang Soroti Irigasi dan Modernisasi Pertanian

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
539

REMBANG, Harianmuria.com – Mayat perempuan ditemukan di bibir Embung Sambongan wilayah Desa Jatimudo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Korban diketahui dilaporkan meninggalkan rumah pada...

Piutang Pajak di Jateng Capai Rp2,4 Triliun, Bapenda Genjot Sektor Pajak Kendaraan

Piutang Pajak di Jateng Capai Rp2,4 Triliun, Bapenda Genjot Sektor Pajak Kendaraan

by ulfa puspa
18 September 2026
519

SEMARANG, Harianmuria.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah mencatat piutang pajak di Jateng cukup besar mencapai 2,4 triliun berdasarkan hasil audit tahun 2025. Kepala Bapenda Jateng,...

Diduga Terjatuh dari Pohon Jati, Warga Kunden Grobogan Ditemukan Meninggal

Diduga Terjatuh dari Pohon Jati, Warga Kunden Grobogan Ditemukan Meninggal

by ulfa puspa
10 September 2026
537

GROBOGAN, Harianmuria.com – Seorang warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan ditemukan meninggal dunia di area persawahan pada Rabu, 9 September 2026.   Korban berinisial N (75 diduga...

Terseret Gelombang Laut Mahbang Jepara, Nelayan Asal Indramayu Belum Ditemukan

Terseret Gelombang Laut Mahbang Jepara, Nelayan Asal Indramayu Belum Ditemukan

by ulfa puspa
31 Agustus 2026
538

JEPARA, Harianmuria.com – Nelayan asal Indramayu, Jawa Barat yang hilang di perairan Mahbang, Kabupaten Jepara masih dalam pencarian sejak dilaporkan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 malam. Kepala Pelaksana...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

OBJEK WISATA

Sistem E-Ticketing Masuk Objek Wisata di Jepara Segera Diterapkan

19 Januari 2025
553
Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Tantangan dan Kebijakan SDM Indonesia dalam Mempersiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

18 Agustus 2026
607

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya