JAKARTA, Harianmuria.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melakukan tindak pidana penyuapan terhadap oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan proses audit.
Dugaan penyuapan tersebut terkuak setelah KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke-23 sepanjang tahun 2026 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (15/10/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi adanya keterlibatan pihak BPK dalam perkara yang menjerat orang nomor satu di Pemkab Klaten tersebut.
"Ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh Bupati kepada oknum BPK terkait dengan audit," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Selain dugaan suap audit BPK, Budi menjelaskan bahwa perkara ini juga mencakup dugaan penerimaan suap pada sektor pengadaan barang dan jasa serta perizinan di lingkungan Pemkab Klaten.
"Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari organisasi perangkat daerah," kata Budi.
Ketua KPK Setyo Budiyanto turut membenarkan penangkapan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam operasi penindakan tersebut. Setyo menyebutkan, selain Bupati, tim penyidik KPK juga mengamankan sejumlah pihak lain, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak swasta.
"Benar," kata Setyo singkat.
Aktivitas penyidik KPK dalam OTT tersebut sempat menghebohkan media sosial sejak Kamis pagi. Video yang memperlihatkan kegiatan penyidik di Rumah Dinas Bupati Klaten beredar luas di grup-grup percakapan warga.
Usai ditangkap, Hamenang beserta pihak-pihak terkait langsung diboyong ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Klaten untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kasi Humas Polres Klaten AKP Edi Nugroho membenarkan bahwa penyidik lembaga antirasuah meminjam fasilitas ruangan di Mapolres Klaten sejak pagi hari.
“Ada dua ruangan yang digunakan dan sampai dengan saat ini masih digunakan untuk kegiatan dari tim KPK. Dipinjam sejak tadi pagi, lebih kurang 08.15 WIB,” kata Edi saat dihubungi.
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan membenarkan bahwa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo termasuk salah satu pihak yang diperiksa di Mapolres Klaten.
“Yes, menurut informasi dari anggota kami di lapangan, iya (Hemenang ikut diperiksa),” ujar Roy.
Kabar OTT Bupati Klaten menai tanggapan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Ia mengaku prihatin mengingat kejadian ini menambah daftar panjang kepala daerah di Jawa Tengah yang terjerat kasus korupsi.
“Kami sangat menghargai daripada penyidikan yang dilakukan oleh KPK. Kita tunggu hasil penyidikannya yang secara resmi,” ucap Luthfi.
Luthfi menegaskan bahwa proses hukum di Klaten tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan daerah.
“Di situ banyak organisasi perangkat daerah, sekretaris daerah, kemudian ada wakil bupati juga. Kalau nanti sudah ada penetapan (status hukum bupati), sesuai prosedur hukum yang berlaku, masih ada wakilnya,” pungkas Luthfi.
Editor: Asih











