• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tantangan dan Kebijakan SDM Indonesia dalam Mempersiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

Basuki by Basuki
18 Agustus 2026
in Artikel
75 4
Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Ilustasi: Pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. (Dok. Setneg)

606
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Oleh: Darisky Cherlanda

Harianmuria.com – Dalam era globalisasi ketenagakerjaan, perpindahan pekerja dari satu negara ke negara lain adalah hal yang biasa dan memang migrasi merupakan bagian dari suatu proses pembangunan negara.

Adanya migrasi pekerja ke luar negeri, bukan hanya semata-mata karena adanya kegagalan pasar tenaga kerja di luar negeri, melainkan ini adalah strategi pengelolaan tenaga kerja apabila dikelola dengan baik, aman, dan berdaulat.

Indonesia termasuk negara yang sadar dan hadir dalam pengelolaan migrasi tenaga kerja ke luar negeri. Hal ini tercermin dengan adanya KP2MI, yang menjadikan negara berusaha untuk melakukan perbaikan tata kelola migrasi tenaga kerja ke luar negeri, agar menjadikan migrasi aman dan terlindungi bagi seluruh masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.

Salah satu hal yang terpenting dalam tata kelola migrasi tenaga kerja adalah bagaimana kapasitas SDM itu sendiri, sehingga bagaimana SDM Indonesia dapat bersaing bahkan mengungguli jika dibandingkan dengan SDM global atau SDM di negara tujuan migrasi.

Meningkatkan kualitas SDM Indonesia sangatlah vital dalam mempersiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing global. Berbicara tentang kualitas SDM individu, itu dimulai dari anak di dalam kandungan ibunya sampai dengan level pendidikan atas (kuliah) serta keadaan lingkungan sekitar.

Yang pertama, bagaimana asupan gizi yang masuk di 1.000 hari pertama anak lahir, itu akan membentuk kapasitas otaknya, sehingga diharapkan asupan gizi anak-anak Indonesia dapat terpenuhi dengan baik.

Yang kedua adalah bagaimana kualitas dan akses pendidikan yang sangat penting dalam mendidik dan memberikan ilmu kepada anak-anak di seluruh wilayah Indonesia. Dan yang ketiga adalah bagaimana lingkungan yang baik (keluarga, sekolah, masyarakat) yang membentuk karakter dan pola pikir anak itu sendiri.

Ketiga hal ini merupakan bagian yang penting yang saling keterkaitan dalam membangun kualitas SDM Indonesia. Hal yang terpenting dari ketiga hal ini adalah soal pemerataan SDM di Indonesia, bagaimana SDM di Pulau Jawa memiliki gap yang tidak jauh dengan SDM di Papua, ini merupakan PR yang penting bagi Pemerintah Indonesia dalam menjawab tantangan-tantangan kondisi SDM Indonesia agar dapat berdaya saing global.

Salah satu kebijakan yang baru diambil oleh Presiden Prabowo dalam usaha meningkatkan kualitas SDM dalam Daya Saing Global adalah program “SMK Go Global”. Program ini adalah usaha negara untuk meningkatkan kapasitas SDM Indonesia terutama lulusan SMK, agar dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja luar negeri.

Kebijakan ini didasari oleh push and pull factor theory yang mana adanya kondisi aging population di beberapa negara penempatan (pull factor) sementara terdapat surplus tenaga kerja di dalam negeri (push factor).

Kebijakan ini merupakan suatu strategi pembangungan yang berkelanjutan, dengan kondisi Indonesia merupakan populasi terbanyak ke 4 di dunia, dengan jumlah penduduk sekitar 290 juta, menjadikan migrasi tenaga kerja adalah bagian dari proses pembangunan bangsa Indonesia.

Program ini juga menjadikan persepsi di mata dunia bahwa PMI tidak berangkat sebagai orang yang mencari pekerjaan di luar negeri, tetapi PMI memiliki “bargaining power” atau sebagai asset bangsa yang mana bisa dijadikan sebagai diplomasi ketenagakerjaan di luar negeri dengan nilai jual yang dimiliki oleh PMI.

Selain itu, peningkatan pendidikan dan kompetensi SDM Indonesia bukan hanya membuat CPMI lebih mudah mendapatkan pekerjaan, namun pendidikan dan skill merupakan instrumen pelindungan PMI yang paling penting.

Dengan adanya kompetensi, maka PMI akan memiliki daya tawar yang tinggi di pasar tenaga kerja global, sehingga hal ini meningkatkan pelindungan PMI itu sendiri. Permasalahan-permasalahan PMI di luar negeri rata-rata didominasi oleh kategori PMI non-prosedural, yang mana mereka rata-rata merupakan PMI yang kurang memiliki pendidikan dan kompetensi yang cukup.

Sehingga kemungkinan kurangnya informasi bagi mereka terhadap resiko-resiko yang akan dialami ketika mereka memutuskan migrasi dan bekerja ke luar negeri. Diharapkan apabila SDM Indonesia semakin berkualitas juga secara otomatis dapat mengurangi permasalahan-permasalahan PMI, terutama tidak ada adanya lagi PMI non-prosedural di luar negeri.

Diharapkan dengan adanya peningkatan kualitas SDM Indonesia yang lebih terstruktur, massif, dan juga merata di seluruh wilayah Indonesia, akan menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing dalam globalisasi ketenagakerjaan, sehingga menjadikan PMI sebagai diplomasi ketenagakerjaan Indonesia.

Diharapkan PMI kedepan lebih banyak membawa benefit bagi bangsa Indonesia dengan adanya brain gain atau brain circulation dari PMI yang terampil dan profesional di luar negeri akan menghasilkan domino effect kepada SDM dan kondisi sosial ekonomi Indonesia, sehingga dapat menjadikan rakyat sejahtera, Indonesia maju, adil dan makmur.

Penulis: Darisky Cherlanda

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: KP2MImigrasi amanPekerja Migran Indonesiapelindungan PMIPMISDM IndonesiaSDM unggulSMK Go Globaltenaga kerja Indonesia
SummarizeShare44SendShare
Previous Post

Edukasi Pra Pendaftaran Pekerja Migran Indonesia sebagai Bukti Kehadiran Negara Dalam Memberikan Pelindungan Sebelum Bekerja

Next Post

Penyanyi Cilik Pati Krishna Sakti Raih Juara 1 Kompetisi di Thailand, Jadi Inspirasi Anak Muda

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Menteri P2MI Mukhtarudin (kanan) dan Menteri Perindustrian Sarmuji usai penandatanganan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

by Redaksi
15 Oktober 2026
524

JAKARTA, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kerja sama untuk menyiapkan lulusan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional melalui...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (Dok. KP2MI)

Resmikan Migrant Center Unpad, Menteri P2MI Targetkan 500.000 Pekerja Migran Terampil hingga 2029

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Harianmuria – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat, 9 Oktober 2026. (Dok. KP2MI)

Serap 212 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri, Menteri P2MI Genjot Program SMK Go Global

by Redaksi
9 Oktober 2026
520

BANDUNG, Lingkar.news – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil dan...

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Muh. Fachri menyerahkan Surat Keputusan Status Kewarganegaraan (SKSK) dan bantuan sosial di kediaman Baedah, Desa Kedung Anyar, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. (Dok. KP2MI)

Dari Yordania ke Majalengka, Baedah dan Lima Anak Dapat Kepastian Kewarganegaraan dan Hak Dasar

by Redaksi
7 Oktober 2026
580

MAJALENGKA, Harianmuria.com – Pemerintah memastikan kepastian status kewarganegaraan Baedah dan lima anaknya setelah keluarga tersebut kembali dari Yordania. Kepastian itu menjadi langkah awal untuk membuka akses terhadap dokumen...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
517
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    207 shares
    Share 83 Tweet 52
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

POTRET: Masjid Agung Rembang bukti penyebaran ajaran Islam. (Google Map/Harianmuria.com)

Ulama-ulama Besar Kabupaten Rembang, Ada yang Dakwahnya Multikultural

3 September 2022
2k
Bidik Predikat KLA 2025, Demak Genjot Puskesmas dan RS Jadi Zona Ramah Anak

Bidik Predikat KLA 2025, Demak Genjot Puskesmas dan RS Jadi Zona Ramah Anak

23 Juni 2025
684

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya