• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

Sekar Sari by Sekar Sari
18 Agustus 2026
in News
64 2
Petani asal Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan pulang mencari pakan untuk hewan ternaknya. (Ahmad Abror/Harianmuria.com)

Petani asal Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan pulang mencari pakan untuk hewan ternaknya. (Ahmad Abror/Harianmuria.com)

507
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GROBOGAN, Harianmuria.com – Musim kemarau panjang memicu penurunan hasil pertanian di Kabupaten Grobogan. Akibatnya, sebagian petani terpaksa memilih tak lagi menanami lahannya lantaran ketidaksediaan sumber air.

Disamping itu, kondisi perekonomian petani semakin memburuk. Tidak hanya kehilangan sebagian hasil panen, sejumlah petani juga harus menjual ternak sapi yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga karena kesulitan mendapatkan pakan selama musim kemarau.

Salah seorang petani asal Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Listiawaty, mengaku hasil panennya mengalami penurunan dibandingkan saat musim hujan. Jika pada musim penghujan hasil panen dapat mencapai sekitar lima kuintal, saat kemarau hasilnya hanya sekitar tiga kuintal.

“Hasil panen berkurang. Kalau biasanya saat musim labo bisa sampai lima kuintal, tapi pas musim kemarau begini paling tiga kuintal,” ujar Listiawaty, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurutnya, saat musim kemarau banyak lahan yang tidak lagi ditanami. Para petani lebih memilih mengolah atau mencangkul tanah sebagai persiapan menghadapi musim penghujan.

Sementara itu, sehari-hari ia juga harus mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Namun sulitnya mendapatkan rumput selama musim kemarau membuat keluarganya terpaksa mengurangi jumlah ternak yang dimiliki.

“Sekarang tinggal satu sapi. Kemarin ada dua, satu dijual karena musim kemarau susah pakan,” katanya.

Hal serupa dialami Sudarti (47), petani yang menggarap lahan seluas sekitar setengah hektare ini mengaku kekeringan telah berlangsung sekitar dua bulan dan berdampak langsung terhadap hasil panennya.

Jika biasanya dari lahan tersebut ia mampu mendapatkan sekitar empat kuintal hasil panen, kali ini hasil yang diperoleh hanya sekitar satu setengah kuintal.

“Biasanya dapat empat kuintal, kalau ini cuma satu setengah kuintal,” ujar Sudarti.

Kekeringan juga membuat intensitas masa tanam dan panen menurun. Dalam kondisi normal, ia dapat melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Namun tahun ini, akibat keterbatasan air, lahannya hanya bisa ditanami dua kali.

Saat musim hujan atau labo, petani biasanya menanam padi. Namun ketika kemarau tiba dan ketersediaan air semakin terbatas, sebagian petani memilih menanam jagung atau bahkan membiarkan lahannya tidak ditanami.

Sudarti mengatakan lahan pertanian di wilayahnya tidak memiliki sumber air yang dapat diandalkan selama musim kemarau. Air hanya tersedia ketika musim hujan tiba, sementara memasuki musim ketigo (kemarau), kondisi lahan semakin kering.

“Sumurnya tidak ada sumbernya. Kalau ada airnya ya pas musim hujan. Kalau musim ketigo sudah tidak ada sumber air,” katanya.

Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Grobogankemaraupertanian
SummarizeShare36SendShare
Previous Post

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Next Post

Warga Rembang Tewas Usai Duel dengan Keponakan, Begini Kronologinya

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Bupati Grobogan Jawab Begini Soal Penyertaan Modal  BUMD Rp2,6 M pada 2027

Bupati Grobogan Jawab Begini Soal Penyertaan Modal BUMD Rp2,6 M pada 2027

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
510

GROBOGAN, Harianmuria.com — Bupati Grobogan Setyo Hadi memberikan jawaban terhadap efektivitas penyertaan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) senilai Rp2,6 miliar untuk tahun anggaran 2027. Setyo Hadi menjelaskan...

Warga dan Komunitas Ontel Grobogan Khidmat Hormati Detik-Detik Proklamasi 

Warga dan Komunitas Ontel Grobogan Khidmat Hormati Detik-Detik Proklamasi 

by ulfa puspa
17 Agustus 2026
515

GROBOGAN, Harianmuria.com – Warga Kabupaten Grobogan menghentikan aktivitas sejenak untuk menghormati detik-detik pembacaan proklamasi kemerdekaan di simpang Jalan Raya Solo-Purwodadi, Kelurahan/Kecamatan Purwodadi pada Senin, 17 Agustus 2026. Warga...

Kemarau Dongkrak Harga Tembakau di Grobogan, Per Kilogram Dibanderol Rp50 Ribu

Kemarau Dongkrak Harga Tembakau di Grobogan, Per Kilogram Dibanderol Rp50 Ribu

by Sekar Sari
14 Agustus 2026
525

GROBOGAN, Harianmuria.com – Musim kemarau tahun ini membawa berkah bagi petani tembakau di Kabupaten Grobogan. Intensitas panas yang tinggi membuat proses pengeringan tembakau berjalan optimal sehingga mendongkrak kualitas...

TMMD di Tambahrejo Grobogan, Pembetonan Jalan hingga Peningkatan Jamban Rampung

TMMD di Tambahrejo Grobogan, Pembetonan Jalan hingga Peningkatan Jamban Rampung

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
515

GROBOGAN, Harianmuria.com – Pembetonan jalan di Desa Tambahrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan telah rampung. Pembangunan jalan desa tersebut merupakan bagian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahun...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
507
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
517
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • Anak PMI asal Gresik, Adil (kiri) bersama petugas KBRI di Malaysia Shohenudin. (Dok. pribadi)

    Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Upacara HUT ke-81 RI, DPRD Pati Ajak Jaga Semangat Perjuangan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • HUT RI: DPRD Pati Tekankan Sinergi Bangun Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Kuliner pedas rica-rica entok khas Desa Rahtawu Kudus jadi buruan wisatawan.

Rica-Rica Entok, Kuliner Pedas Khas Desa Rahtawu Kudus yang Wajib Dicoba

19 Juli 2025
677
BPD Khusus Perempuan: Meneguhkan Demokrasi Inklusif dari Desa Bonjeruk

BPD Khusus Perempuan: Meneguhkan Demokrasi Inklusif dari Desa Bonjeruk

10 Juli 2026
521

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya