REMBANG, Harianmuria.com – Bupati Rembang, Harno, menyoroti perlunya dukungan pengairan dan modernisasi pertanian untuk mendongkrak hasil panen yang lebih baik. Hal tersebut merespons tren positif panen raya musim tanam satu di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori.
Harno, menyebut hasil panen pertama tahun ini berjalan baik dengan dukungan pengairan yang relatif memadai dan harga gabah yang dinilai menguntungkan petani.
“Panen di Majorembun ini berjalan baik. Air cukup, hasilnya bagus, dan harga juga sedang baik. Ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi petani,” ujar Harno, Rabu, 11 Februari 2026.
Meski demikian, Harno mengakui masih ada sejumlah catatan yang perlu dibenahi, terutama terkait irigasi. Kepala desa dan masyarakat setempat mengusulkan normalisasi saluran irigasi agar distribusi air semakin lancar dan mampu menopang produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Di luar itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tengah mempersiapkan langkah besar untuk sektor pertanian. Harno mengungkapkan Bulog memiliki program menghadirkan mesin pengelolaan hasil panen modern yang akan ditempatkan di gudang Bulog Rembang.
Program ini dinilai strategis, terutama untuk membantu petani dalam proses pengeringan hasil panen, khususnya jagung yang kerap terkendala saat musim hujan.
“Mesin modern ini akan sangat membantu petani kita. Terutama saat musim hujan, pengeringan jagung sering menjadi persoalan. Dengan alat ini, kualitas hasil panen bisa tetap terjaga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto menyampaikan prospek panen tahun 2026 sangat menjanjikan. Ia menyebut masa tanam telah rampung pada Januari dan panen mulai berlangsung sejak Februari.
“Potensi panen padi kita hampir 8.000 hektare. Dengan estimasi hasil 5,6 ton per hektare, produksi gabah kering panen bisa mendekati 40.000 ton,” terangnya.
Jika sekitar 50 persen dari total gabah tersebut menjadi beras, maka produksi beras diperkirakan mencapai 20.000 ton. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Rembang selama kurang lebih empat bulan.
“Artinya, dari sisi pasokan, kita relatif aman. Tidak ada kendala signifikan untuk ketersediaan padi,” tegas Agus.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











