Harianmuria.com – Gunung Muria terletak dibagian utara provinsi Jawa Tengah dan melingkupi wilayah Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara di sisi barat, serta wilayah Kabupaten Pati di sisi timur dan tenggara. Tinggi dari gunung ini mencapai 1.602 Mdpl yang memiliki beberapa nama puncak.
Sebagaimana dijumpai dari beberapa karya ilmiah, dulunya gunung Muria terpisah dengan pulau Jawa. Namun saat gunung Muria meletus, selat Muria yang kala itu merupakan perairan purba, mengalami pendangkalan dari proses sedimentasi material sehingga menyebabkan longsoran material vulkanik.
Namun ada yang menyebut bahwa gunung Muria ini usianya tidak terlalu tua jika dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya. Gunung Muria diperkirakan baru terbentuk sekitar 1 juta sampai 10.000 tahun sebelum Masehi. Dan diperkirakan terakhir kali gunung ini meletus antara tahun 300 Masehi sampai 160 Sebelum Masehi.
Seiring berjalannya waktu, gunung Muria bertatus sebagai gunung api ‘tidur’ dan banyak dijadikan sebagai trek pendakian para pecinta alam. Terlebih di sana juga terdapat makam dari salah satu Walisongo, yaitu Raden Umar Said atau yang dikenal sebagai Sunan Muria.
Ada beberapa jalur yang dapat ditempuh untuk menuju puncak dari gunung Muria. Berikut beberapa jalur pendakian dan puncak gunung Muria.
1. Puncak Argowiloso
Puncak Argowiloso mempunyai ketinggian 1553 Mdpl. Jalur pendakian gunung Muria ini termasuk favorit para pendaki karena ketinggiannya yang relatif masih rendah, sehingga cocok pula bagi para pemula. Meskipun begitu, untuk jalur pendakian puncak Argowiloso ini agak sedikit susah, sebab ada beberapa jalan yang banyak dijumpai akar dari pohon-pohon besar di sana.
Namun bagaimana pun sulitnya jalur pendakian, tidak mudah membuat para pendaki menyerah sebelum berhasil sampai ke puncak. Terlebih di puncak Argowiloso sendiri, para pendaki akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah dan penampakan puncak Songolikur (29) jika tidak terhalang kabut.

2. Puncak Songolikur atau Saptorenggo
Puncak Songolikur (bahasa Jawa) atau 29 atau Saptorenggo cukup populer di kalangan para pendaki yang hendak hiking ke gunung Muria. Puncak Songolikur memiliki ketinggian 1603 Mdpl yang dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu dari desa Rahtawu Gebog dan Desa Tempur Kecamatan Keling Jepara. Terdapat juga 4 pos yang dapat dijumpai beberapa warung di sana, sehingga Anda pun tak perlu khawatir jika ingin transit untuk istirahat.
Di puncak inilah seringkali dikunjungi para pelaku spiritual pada saat tahun baru Islam atau bulan Muharam. Sebab di sana terdapat sebuah situs kuno yang keramat dan dihormati masyarakat setempat.

3. Puncak Argo Jembangan
Puncak ini juga dijuluki sebagai puncak Punuk Sapi yang hanya memiliki luas 150 meter persegi saja. Untuk sampai ke puncak ini, Anda dapat melalui jalur dari arah Colo kemudian Desa Japan. Selain itu, Anda juga dapat menempuhnya dari rute Kecamatan Gembong Pati kemudian melewati Desa Domo Klakah Kasian, lalu lanjut ke Desa Tunggul Wulung.
Selain tidak terlalu luas, puncak Agro Jembangan ini cenderung memiliki jalur pendakian yang sulit untuk dilalui. Pasalnya, dari pengalaman para pendaki seringkali kehilangan arah karena tiba-tiba kompas tidak berfungsi dengan baik.

4. Puncak Natas Angin
Selain puncak Songolikur, puncak Natas Angin tidak kalah populernya dan menyuguhkan pemandangan alam yang apik. Bahkan puncak ini terbilang paling tinggi jika dibandingkan dengan puncak lainnya. Jika ketinggian maksimal gunung Muria adalah 1700 Mdpl, maka puncak Natas Angin berada di kisaran 1606 Mdpl.
Walaupun terbilang paling tinggi, tapi puncak Natas Angin jalur pendakiannnya cukup ramah untuk para pendaki terutama perempuan. Kalau pun ada jalur tersulit, itu hanya akan Anda temui sebelum mencapai puncaknya. Bentuknya pun berkelok-kelok, tak heran jika di puncak Natas Agin ini ada istilah jalur naga.

5. Puncak Abiyoso
Setelah menyinggung puncak paling tinggi, selanjutnya adalah puncak gunung Muria paling rendah. Di puncak Abiyoso inilah terdapat sebuah tempat pertapaan dari Eyang Abiyoso yang juga kerap didatangi para peziarah saat tahun baru Jawa.
Sebelum menuju puncak Natas Angin, puncak ini seringkali dijadikan transit untuk beristirahat karena terdapat warung yang buka 24 jam.

Itulah beberapa puncak yang ada di gunung Muria beserta informasi jalur pendakiannya. Anda dapat menjadikan tulisan ini sebagai referensi sebelum merencanakan pendakian ke gunung Muria bersama sahabat maupun keluarga. (Harianmuria.com)











