SEMARANG, Harianmuria.com – Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkantor di Gedung Pandanaran, di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang belum melakukan persiapan pindahan. Sejumlah kepala OPD mengaku masih menunggu instruksi tertulis dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti maupun Bagian Rumah Tangga Setda Kota Semarang.
Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang Soenarto mengungkapkan hingga Minggu, 11 Oktober 2026 belum ada kepastian tenggat waktu pengosongan gedung maupun lokasi pasti untuk pemindahan kantor.
“Sudah ada perintah dari Bu Wali, dan kabar dari Kabag Rumah Tangga untuk bergeser. Kita tinggal menunggu perintah tertulis saja, belum ada arahan lebih lanjut dan belum ada deadline kapan harus dikosongkan,” ujarnya.
Meski belum mengetahui jadwal pindahan, Soenarto mengaku mulai merapikan berkas administrasi.
Sedangkan Dinas Perikanan saat ini menempati lantai tiga Gedung Pandanaran. Soenarto menilai bangunan tersebut kurang representatif untuk menunjang aktivitas perkantoran karena ruangannya terbatas dan belum pernah direnovasi.
Jika pemindahan terealisasi, pihaknya berpotensi menempati Balai Benih di Kecamatan Mijen. Lokasi tersebut menurutnya lebih mendukung pekerjaan Dinas Perikanan karena berdekatan dengan fasilitas budidaya yang dikelola.
“Kalau jadi pindah, potensinya ke Mijen di Balai Benih. Selama di sini, njenengan bisa lihat sendiri kalau terlihat sumpek dan belum ada renovasi,” jelasnya.
Terkait kabar kondisi gedung yang disebut miring, Soenarto mengaku tidak merasakan adanya kemiringan selama berkantor di sana. Meski demikian, ia menegaskan keputusan pindah tetap menunggu arahan dari wali kota.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Semarang, Bagus Irawan mengatakan, wacana pengosongan Gedung Pandanaran telah beberapa kali dibahas dalam rapat. Namun, pihaknya belum mulai berkemas karena masih menunggu kepastian lokasi dan instruksi lanjutan.
Berdasarkan informasi yang diterima, Brida direncanakan menempati lantai lima Gedung Moch Ikhsan di kompleks Balai Kota Semarang.
“Kalau siap-siap belum ya, kita menunggu arahan lanjutan. Informasinya sih di lantai lima Balai Kota. Mungkin baru dikabari, di sana juga sudah siap,” katanya.
Bagus menyebut keterbatasan lahan parkir menjadi salah satu kendala selama berkantor di Gedung Pandanaran.
“Kendala kami di lahan parkir ya, kurang representatif. Apalagi kami sering rapat dengan tamu dari luar. Kalau di Balai Kota kan parkirnya luas,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, Brida saat ini menempati lantai satu Gedung Pandanaran. Bagus juga mengaku tidak merasakan adanya kemiringan bangunan selama menjalankan aktivitas perkantoran.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang Bambang Pramusito. Ia mengatakan, pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut mengenai jadwal pengosongan maupun lokasi pemindahan kantor.
“Kita menunggu dari Kabag Rumah Tangga ya pindah ke mana, kalau kapannya belum tahu,” ujarnya.
Kesbangpol direncanakan berbagi lantai dengan Brida di lantai lima Gedung Moch Ikhsan. Namun, rencana tersebut masih bergantung pada kesiapan ruangan yang saat ini ditempati Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).
Sedangkan BKPP sendiri direncanakan pindah ke Balai Diklat. Setelah proses pemindahan dan penataan ruangan selesai, Kesbangpol baru dapat mempersiapkan perpindahan kantornya.
“Belum siap-siap, kita menunggu arahan lebih lanjut ya. Selain itu juga menunggu BKPP pindah dan setting gedung. Kalau sudah ada sinyal baru kita persiapan,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Syahril Muadz
Editor: Sekar











