SEMARANG, Harianmuria.com – Proyek pembangunan trotoar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, yang menelan anggaran sekitar Rp14,3 miliar mendapat tanggapan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Ia menilai kualitas pekerjaan tersebut seharusnya bisa lebih baik.
Menurut Sudewo, proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut perlu mendapat pengawasan lebih aktif dari pemerintah daerah, terutama sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
“Harusnya, pekerjaannya itu tidak sejelek ini. Saya pun tidak setuju pekerjaannya jelek seperti ini. Pemerintah Kabupaten Pati harusnya melakukan koordinasi intens dengan pihak Kementerian PUPR untuk melihat desainnya seperti melihat rencana gambar dari trotoar,” kata Sudewo seusai menjalani sidang kasus dugaan korupsi di Gedung Tipikor Semarang, Rabu, 7 Oktober 2026.
Pihaknya kembali menekankan bagaimana peran Pemkab Pati agar lebih sering melakukan koordinasi hingga melakukan monitoring di lapangan. Menurutnya pengerjaan trotoar tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat sehingga ketika terdapat permasalahan bisa langsung dihentikan.
“Kalau memang pekerjaan di lapangan faktanya kurang bagus ya seketika itu berhenti. Jangan Anda lanjutkan kok hasilnya demikian,” ujarnya.
Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis
Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto menyoroti proyek tersebut setelah melakukan inspeksi mendadak pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Joni mengaku kecewa karena hasil pembangunan trotoar belum sesuai harapan. Bahkan, ia menilai kondisi trotoar baru belum menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum dibangun.
Menurut Joni, besarnya anggaran pembangunan semestinya sejalan dengan kualitas, fungsi, keamanan, dan estetika trotoar, terlebih Jalan Panglima Sudirman merupakan salah satu kawasan utama di pusat Kota Pati.
Jurnalis: Lingkar Network/Rizky Syahrul
Editor: Sekar











