PATI, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mengaku tidak dilibatkan secara teknis dalam proyek renovasi trotoar Jalan Sudirman.
Plt Sekretaris DPUTR Pati, Widyotomo, mengungkapkan proyek trotoar Jalan Sudirman diserahkan kepada Balai Prasarana Permukiman Wilayah yang merupakan instansi vertikal Kementerian Pekerjaan Umum.
Kendati tidak dilibatkan secara langsung, Widyotomo menyebut dinasnya tetap menjalin komunikasi dengan pelaksana proyek, khususnya bila ada masukan atau kritikan pengerjaan proyek.
Ia mencontohkan hasil sidak Komisi C DPRD Pati yang menyebut kualitas proyek trotoar masih kurang dibandingkan bangunan lama.
“Kita tidak dilibatkan, diserahkan ke balai prasarana wilayah. Ada beberapa masalah kita tampung, kita komunikasikan,” ujar Widyotomo dalam keterangan yang diterima pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurutnya, keterlibatan DPUTR Pati hanya pada tahap awal, terutama dalam sosialisasi dan sejumlah diskusi sebelum pekerjaan dilaksanakan. Namun, untuk urusan teknis secara detail, termasuk proses perencanaan hingga pengawasan pekerjaan, pihaknya mengaku tidak terlibat.
“Memang di awal ada sosialisasi dan beberapa kali diskusi, tetapi detail teknis kita tidak terlibat,” jelasnya.
Meski demikian, DPUTR Pati tetap membuka ruang untuk menampung berbagai keluhan yang muncul dari masyarakat maupun DPRD Pati terkait pembangunan trotoar tersebut.
Widyotomo mengatakan, setiap persoalan yang disampaikan akan dikomunikasikan dengan pihak yang menangani proyek. Langkah tersebut dilakukan agar berbagai keluhan mengenai pelaksanaan pembangunan dapat memperoleh penjelasan dan tindak lanjut dari instansi yang memiliki kewenangan.
Adapun pembiayaan proyek trotoar tersebut mendapatkan jatah pagu anggaran Rp18 miliar dari APBN. Sementara pembiayaan dari Pemkab Pati Rp140 juta pembongkaran.
Sebelumnya, Komisi C DPRD Pati juga melakukan inspeksi mendadak terhadap pembangunan trotoar di Jalan Sudirman. Dalam sidak tersebut, DPRD menyoroti sejumlah bagian pekerjaan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dan meminta agar kualitas serta kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi diperiksa.
DPRD Pati meminta persoalan pembangunan trotoar tidak berhenti pada kritik, tetapi harus ada penjelasan teknis dan tindak lanjut dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.
“Ini uang rakyat. Anggarannya tidak sedikit. Kalau sampai hasilnya tidak lebih bagus dari yang sebelumnya, tentu kami mempertanyakan untuk apa pembangunan ini dilakukan,” kata Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, Selasa, 6 Oktober 2026.
Jurnalis: Arif Febriyanto/Lingkar Network
Editor: Ulfa











