KUDUS, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan menggelar kembali program pertukaran pelajar lokal pada tahun ajaran baru 2026/2027 mendatang.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menilai program yang telah digelar pada awal tahun 2026 tersebut berjalan sukses karena mendapat berbagai respon positif, mulai dari guru, siswa hingga wali murid.
“Dampaknya luar biasa, bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah baru atau yang ditempati, rata-rata orang tua juga mendukung kalau bisa jangan seminggu, lebih lama lagi,” kata Sam’ani.
Sam’ani menyebut bahwa program pertukaran pelajar selanjutnya akan menghadirkan konsep baru untuk menyempurnakan pelaksanaan sebelumnya.
Ia memberi bocoran bahwa sekolah yang akan mengikuti program tersebut dipetakan dan durasi pelaksanaan akan diperpanjang dari sebelumnya yang hanya tujuh hari.
Sam’ani mengatakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus telah melakukan berbagai evaluasi untuk menyempurnakan program pertukaran lokal tersebut agar manfaatnya bisa lebih optimal.
Termasuk, rencana durasi belajar di sekolah penempatan yang akan diperpanjang. Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi, banyak dari siswa yang merasa kurang lama karena hanya bisa mengikuti ekstrakurikuler sekali saja.
Terkait dengan kolaborasi dengan daerah lain, Sam’ani menyebut bahwa saat ini masih dalam kajian bersama. Ini mengingat bahwa jika pelaksanaan di lintas daerah tentu akan membutuhkan anggaran dan persiapan yang ekstra.
Kendati demikian, Sam’ani mengapresiasi kepada seluruh siswa serta sekolah yang antusias dalam melaksanakan program pertukaran pelajar. Ia berharap, pelaksanaan selanjutnya bisa sukses kembali dan berjalan lancar.
“Hasil evaluasi, rata-rata mendungkung semua. Terutama dari sekolah desa yang ke sekolah kota, ini dalam rangka pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus,” tuturnya.
Untuk diketahui, program pertukaran pelajar lokal di Kabupaten Kudus telah diikuti sebanyak 272 siswa terdiri dari 80 siswa SD dan 192 siswa SMP dari sekolah negeri maupun swasta telah mengikuti program tersebut yang berlangsung selama tujuh hari.
Program lokal di bidang pendidikan tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman kepada para pelajar, terkait nuansa dan iklim sekolah, keilmuan, budaya hingga keunggulan yang dimiliki sekolah penempatan.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid











