• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Olahan Labu Kuning dari UMKM Kudus Berhasil Tembus Pasar Nasional

utia by utia
6 Juli 2026
in Kudus, News
69 1
Owner Elbina, Nur Hayati, menunjukkan produk buatannya yang sudah menembus pasar nasional. (Nisa Hafizhotus S/Harianmuria.com)

Owner Elbina, Nur Hayati, menunjukkan produk buatannya yang sudah menembus pasar nasional. (Nisa Hafizhotus S/Harianmuria.com)

541
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

‎KUDUS, Beritajateng.id – Berbagai olahan labu kuning dari UMKM asal Bulucangkring, Kudus, berhasil tembus pasar nasional. Diantaranya seperti brownis, stik labu, donat labu, tepung labu, teh labu, dawet labu, hingga berbagai jenis kue berbahan dasar labu kuning.

Nur Hayati, pemilik produk Elbina, menuturkan usaha olahan labu kuning ini telah dimulai sejak 2017. Menurutnya labu kuning yang dianggap sebagai komoditas biasa kini menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi yang bisa dipasarkan hingga luar pulau.

Sebelumnya, ia bekerja di luar daerah hingga akhirnya memutuskan fokus menekuni dunia usaha. Dirinya pun rutin mengikuti berbagai pelatihan kewirausahaan untuk membangun bisnis Elbina tersebut.

Diantaranya pelatihan kewirausahaan dari Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus untuk memahami pentingnya membangun usaha yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri.

‎“Dari pelatihan saya belajar bahwa sebuah usaha harus punya pembeda. Dari situ saya mulai berpikir untuk fokus pada satu produk yang memiliki potensi dan belum banyak dikembangkan orang,” ujarnya.

‎Ide mengolah labu kuning, kata dia, muncul secara tidak sengaja ketika dirinya mengikuti pelatihan. Saat itu, ia diminta memberikan usulan bahan baku yang mudah diperoleh dan terjangkau untuk dijadikan materi pelatihan berikutnya.

‎“Saya spontan menyebut labu kuning. Setelah usulan itu diterima, saya berpikir kenapa tidak sekalian fokus mengembangkan olahan labu kuning. Sejak pertengahan 2017 saya mulai serius menekuni produk ini,” katanya.‎

‎Menurut Nur Hayati, Desa Bulungcangkring bukanlah sentra utama penghasil labu kuning. Namun kondisi tersebut justru menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas yang selama ini kurang mendapat perhatian.

‎Ia kemudian mulai melakukan berbagai eksperimen produk. Dari sekadar olahan sederhana, labu kuning tersebut berkembang menjadi aneka makanan dan minuman yang memiliki daya saing di pasaran.

“Saat ini produk yang paling laris itu brownis dan donat labu,” ujarnya.

‎Perjalanan membangun Elbina tidak berjalan mulus. Pada tahap awal, tantangan terbesar adalah mengenalkan produk kepada masyarakat. Saat itu, kebanyakan orang hanya mengenal labu kuning sebagai bahan sayur atau kolak.

‎‎“Orang belum mengenal Elbina dan belum tahu kalau labu kuning bisa diolah menjadi banyak produk. Karena itu saya fokus membangun branding agar ketika orang mendengar labu kuning, mereka langsung teringat Elbina,” ungkapnya.‎

‎Strategi pemasaran dilakukan secara konsisten, baik secara langsung maupun melalui media digital. Berbagai unggahan di media sosial terus dilakukan untuk memperkuat identitas produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.‎

‎Selain pemasaran, persoalan bahan baku juga sempat menjadi kendala. Ia mengungkap pasokan labu kuning di wilayah sekitar tidak selalu tersedia dalam jumlah besar. Namun berkat aktivitas promosi yang rutin dilakukan, jaringan pemasok dari berbagai daerah mulai berdatangan.

‎“Awalnya sulit mendapatkan bahan baku. Tapi karena sering mengunggah aktivitas usaha di media sosial, banyak petani dan pemasok dari daerah lain yang akhirnya mengenal kami dan menawarkan kerja sama,” jelasnya.

‎Tak hanya mengatasi persoalan bahan baku, Nur Hayati juga terus melakukan edukasi kepada konsumen mengenai manfaat produk olahan labu kuning. Salah satu produk yang menjadi andalan adalah pumpkin brownies atau bronis labu yang dibuat tanpa menggunakan tepung terigu.‎

‎Produk tersebut dipasarkan sebagai makanan gluten free karena menggunakan tepung labu hasil produksi sendiri. Keunggulan tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi konsumen yang menjalani pola hidup sehat maupun memiliki sensitivitas terhadap gluten.‎

‎Nur Hayati mengakui perkembangan teknologi digital memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan usahanya. Mayoritas pelanggan baru mengetahui produk Elbina melalui TikTok, Instagram, Facebook, maupun pencarian Google.

‎“Banyak pelanggan yang datang mengaku tahu produk kami dari TikTok. Karena itu kami berusaha konsisten membuat konten dan mengikuti perkembangan pemasaran digital,” ujarnya.

‎‎Kini produk Elbina tidak hanya dipasarkan di Kudus dan Jawa Tengah. Sejumlah produk kering seperti tepung labu bahkan telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Ternate, Maluku Utara. Selain itu, biji labu juga banyak dicari kalangan akademisi dan mahasiswa untuk kebutuhan penelitian maupun praktik pengolahan pangan.

‎Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Kudus Hari Iniberita kudus terkiniOlahan Labu KuningUMKM
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Forum Anak Jepara Diajak Jadi Penggerak Perlindungan Hak Anak dan Perempuan

Next Post

Kerap Picu Banjir Lahan Pertanian, Sungai Togot dan Sutriman Kudus Akhirnya Dinormalisasi

utia

utia

Berita Terkait

Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

by Sekar Sari
15 Oktober 2026
535

PEKALONGAN, Harianmuria.com - Pekan Batik Nusantara (PBN) 2026 menjadi ruang pertemuan pelaku usaha dari berbagai daerah untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, dan memperkuat sinergi pengembangan usaha. Pemerintah Kota...

Babak Penyisihan, 36 Sekolah di Kudus Berebut Tiket Final Festival Teater Pelajar 2026

Babak Penyisihan, 36 Sekolah di Kudus Berebut Tiket Final Festival Teater Pelajar 2026

by utia
13 Oktober 2026
522

KUDUS, Harianmuria.com - Festival Teater Pelajar (FTP) XVI Tahun 2026 memasuki babak penyisihan. Sebanyak 36 sekolah mengikuti babak yang digelar selama sembilan hari ini, mulai 9-17 Oktober 2026. ...

Data Belum Diupdate, Operasional 7 SPPG di Kudus Dihentikan Sementara | Harianmuria

Data Belum Diupdate, Operasional 7 SPPG di Kudus Dihentikan Sementara

by utia
5 Oktober 2026
538

KUDUS, Harianmuira.com - Operasional tujuh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Kudus dihentikan sementara. Penghentian ini merupakan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) per Minggu, 4...

Program MBG di Kudus Sentuh 6 Ribu Kelompok 3B

Program MBG di Kudus Sentuh 6 Ribu Kelompok 3B

by utia
2 Oktober 2026
556

KUDUS, Harianmuria.com - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menyebut program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Kudus telah menyentuh sekitar 6 ribu kelompok 3B yakni Ibu Hamil,...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
551
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
634
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

ILUSTRASI: Penampakan Masjid Jami' Kajen yang menyimpan banyak peninggalan dan ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin. (Instagram @basitagung/Harianmuria.com)

Menelusuri Sejarah dan Keunikan Masjid Jami’ Kajen yang Lekat Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin

8 September 2022
1.2k
Desa Bakaran Wetan, salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Pati. (Instagram @desawisatabakaranwetan/Harianmuria.com)

Liburan Sambil Belajar Budaya di 12 Desa Wisata Kabupaten Pati

14 Oktober 2022
1k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya