JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mendorong terciptanya lingkungan ramah perempuan dan anak melalui Forum Anak Jepara.
Untuk mendukung program tersebutm, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara menggelar pelatihan Pelopor dan Pelapor (2P)
Kepala DP3AP2KB Jepara, Ika Mudrikatun, mengatakan peserta pelatihan didorong menjadi penggerak (pelopor) kegiatan positif serta memiliki keberanian melapor (pelapor) apabila menemukan dugaan pelanggaran hak anak maupun kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Mudrikatun mengatakan bahwa Forum Anak memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Menurutnya, anak-anak perlu diberi ruang untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Forum Anak tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga harus mampu mengedukasi teman sebaya, mengampanyekan pemenuhan hak anak, serta berani melaporkan jika menemukan tindakan kekerasan atau pelanggaran hak anak,” ujarnya, Senin, 6 Juni 2026.
Upaya melindungi perempuan dan anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat, termasuk anak-anak, menjadi faktor penting dalam membangun budaya saling peduli dan mencegah terjadinya kekerasan sejak dini.
“Melalui pelatihan ini kami berharap Forum Anak Jepara semakin aktif menjadi motor penggerak perlindungan anak, mengampanyekan hak-hak anak, serta ikut membangun lingkungan yang bebas dari kekerasan,” imbuhnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari Forum Anak Provinsi Jawa Tengah mengenai penguatan organisasi, advokasi, pemenuhan hak anak, hingga tata cara pelaporan apabila terjadi dugaan kekerasan atau pelanggaran hak anak.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











