KUDUS, Harianmuria.com – Sungai Togot dan Sungai Sutriman di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus yang kerap picu banjir lahan pertanian akhirnya dinormalisasi.
Pemerintah Kabupaten Kudus menargetkan normalisasi sungai di Desa Gulang bisa rampung dalam dua pekan. Normalisasi dikerjakan secara gotong royong oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Pemdes dan Gapoktan Desa Gulang serta OPD terkait.
Sekertaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah, menjelaskan sungai akan dilakukan pendalaman, pelebaran, peninggian tanggul dan pembuatan tanggul baru. Normalisasi diproyeksikan memperlancar aliran sungai menuju kolam retensi sehingga tidak mudah melimpas ke arena persawahan.
“Aliran Sungai Togot dan Sungai Sutriman ini sendiri arahnya menuju daerah irigasi Kedung Upit lalu masuk ke wilayah sekitar Pasar Doro, kemudian masuk ke aliran sungai di Jalan Lingkar Tenggara. Selanjutnya sekitar 24 kilometer masuk ke Sungai Jumirah menuju ke Kolam Retensi di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati,” paparnya.
Normalisasi sungai di wilayah Desa Gulang ini lebih dulu dikerjakan karena membantu proyek strategis nasional yakni ketahanan pangan. Harapannya, dengan adanya normalisasi ini, hasil pertanian di Desa Gulang bisa lebih meningkat.
“Prospek kami, setelah ada normalisasi ini, Masa Tanam (MT) petani di Desa Gulang bisa bertambah. Jika setahun biasanya hanya da satu kali MT, harapannya nanti bisa bertambah jadi dua kali,” tuturnya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran karena efisiensi juga menjadi penyebab pemerintah daerah harus menentukan skala prioritas dalam program normalisasi sungai.
“Sebenarnya ada 12 sungai yang harus segera dinormalisasi untuk menangani masalah banjir di beberapa wilayah. Tapi kami dahulukan sungai di Desa Gulang karena untuk meningkatkan produktifitas pertanian,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











