• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Senin, Agustus 17, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Bupati Gresik Raih Penghargaan Menteri P2MI Berkat Program Pelindungan Anak Pekerja Migran

Redaksi by Redaksi
27 Juli 2026
in Berita KP2MI, Gresik, Jawa Timur
67 3
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (kiri) menyerahkan penghargaan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. KP2MI)

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (kiri) menyerahkan penghargaan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. KP2MI)

541
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima piagam penghargaan dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin sebagai Kepala Daerah Inspiratif dalam Gerakan Peduli Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam melindungi dan memenuhi hak-hak dasar anak pekerja migran.

Penghargaan diserahkan dalam seremoni di Aula Abdurrahman Wahid, Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Jakarta, Senin (27/7/2026), yang dirangkaikan dengan Diskusi Publik Nasional bertajuk Anak Pekerja Migran Indonesia: Tantangan, Pelindungan, dan Masa Depan.

"Terima kasih atas dedikasinya yang telah memberikan hak, perlindungan, serta menjamin anak-anak Pekerja Migran Indonesia," kata Mukhtarudin.

Dalam paparannya, Fandi Akhmad Yani mengatakan Pemkab Gresik memastikan setiap anak pekerja migran memperoleh hak dasar, mulai dari identitas kependudukan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga perlindungan sosial.

Program tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Gresik dan KBRI Kuala Lumpur yang ditandatangani pada Oktober 2025. Melalui kerja sama itu, proses pendataan, pemulangan, hingga pemenuhan hak-hak dasar anak pekerja migran dilakukan secara berkelanjutan.

Pemkab Gresik juga telah memulangkan sejumlah anak pekerja migran Indonesia dari Malaysia agar memperoleh kembali pengakuan sebagai warga negara Indonesia beserta hak-hak dasarnya.

Anak-anak tersebut difasilitasi perekaman data kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Dokumen kependudukan diterbitkan agar mereka dapat mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial yang sebelumnya terkendala persoalan administrasi.

Selain itu, pemerintah daerah memberikan pendampingan psikososial untuk membantu proses adaptasi setelah kembali ke Indonesia serta memastikan setiap anak dapat melanjutkan pendidikan sesuai usia dan kebutuhannya.

“Menyelamatkan satu anak sama saja menyelamatkan satu generasi. Mereka harus memiliki hak identitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, serta perlindungan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Perlindungan Anak,” kata Yani.

Menurutnya, yang ingin diselamatkan bukan hanya keberadaan fisik anak-anak pekerja migran, tetapi juga masa depan mereka.

“Kami ingin anak-anak ini kembali dengan harapan. Mereka memiliki identitas, bisa sekolah, memperoleh perlindungan, dan tetap memiliki kesempatan menggapai cita-cita. Inilah komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam melindungi setiap anak, di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Dalam paparannya, Yani juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi Gresik sebagai salah satu daerah asal pekerja migran.

Tercatat terdapat 8.348 pekerja migran asal Gresik, dengan sekitar lima dari enam pekerja migran berangkat tanpa dokumen resmi. Sebanyak 70,9 persen memilih Malaysia sebagai negara tujuan.

Ia menilai kondisi tersebut turut memunculkan kerentanan bagi anak-anak pekerja migran, mulai dari sulitnya mengakses pendidikan formal, tidak memiliki akta kelahiran maupun kejelasan status kewarganegaraan, minimnya layanan kesehatan dan dukungan kesehatan mental, hingga risiko eksploitasi, perdagangan orang, kekerasan, serta persoalan psikologis akibat ketidakpastian status dan perpisahan dengan keluarga.

Karena itu, Yani menegaskan perlindungan anak pekerja migran membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perwakilan RI di luar negeri, serta berbagai pemangku kepentingan agar setiap anak tetap memperoleh hak dan masa depan yang layak.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronika Tan, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Adi Leksono, Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Muh. Fachri, President IDN Global Nathalia Widjaja, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah, Duta Besar RI untuk Malaysia periode 2020–2025 Dato' Indera Hermono, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi.

Kegiatan juga diikuti rektor dan perwakilan rektor beberapa universitas, para Kepala Sekolah Sanggar Belajar Malaysia, kepala Dinas Ketenagakerjaan kabupaten/kota, dan kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) secara daring melalui Zoom.

Jurnalis: Lingkarnews Network

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita KP2MIInfo KP2MIKementrian Perlindungan Pekerja Migran IndonesiaKP2MIpekerja migranPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migran
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

KP2MI Dorong Ekosistem Pelindungan Anak PMI dari Desa hingga Luar Negeri

Next Post

Said Iqbal Soroti PHK PT Samwon, Bupati Jepara Pastikan Penyerapan Pekerja Terdampak

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Ketibaan jenazah di rumah duka di Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Sabtu (15/8/2026).

BP3MI Jawa Barat Fasilitasi Pemulangan Jenazah Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu dari Taiwan

by Redaksi
15 Agustus 2026
514

INDRAMAYU, Harianmuria.com – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat memfasilitasi pemulangan jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial BI yang meninggal dunia saat bekerja di...

Jenazah PMI yang meninggal dunia di Taiwan tiba di rumah duka di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Jenazah PMI yang Meninggal di Taiwan Tiba di Bogor, Negara Pastikan Hak hingga Akhir Hayat

by Redaksi
15 Agustus 2026
514

KAB. BOGOR, Harianmuria.com – Jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial N yang meninggal dunia di Taiwan akhirnya tiba di rumah duka di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin. (Dok. KP2MI)

Sambut Visi Prabowo, Menteri Mukhtarudin Siap Cetak PMI Berdaya Saing Kelas Dunia

by Redaksi
14 Agustus 2026
519

JAKARTA, Harianmuria.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyambut positif visi Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks...

Menteri P2MI - Mukhtarudin

KP2MI Siapkan 500 Ribu CPMI, 300 Ribu Lulusan SMK Dibidik Kerja Global

by Redaksi
11 Agustus 2026
517

JAKARTA, Harianmuria.com – Sebanyak 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja global. KP2MI membidik 300.000 lulusan SMK melalui program Asta Mandala SMK...

Load More

BERITA UTAMA

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
524
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
527
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
529
DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
528

TRENDING HARI INI

  • Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    171 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    647 shares
    Share 259 Tweet 162
  • Antusiasme Balap Tinggi, Blora Diwacanakan Punya Sirkuit Dragbike Permanen

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • NgAllah Suluk Maleman: Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Harga Material Naik, Anggaran RTLH di Semarang Jadi Rp35 Juta per Unit

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Festival Menjadi Gresik Ajak Warga Cintai Kota Lewat Seni dan Kuliner

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Rp65 Miliar Terkuras untuk JKN, Demak Hadapi Beban Berat Akibat Penonaktifan PBI

Rp65 Miliar Terkuras untuk JKN, Demak Hadapi Beban Berat Akibat Penonaktifan PBI

18 Juni 2025
604
Penderita TBC di Kendal Tercatat 440 hingga April 2026, Dinkes Upayakan Zero Kasus

Penderita TBC di Kendal Tercatat 440 hingga April 2026, Dinkes Upayakan Zero Kasus

4 April 2026
589

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya