BLORA, Harianmuria.com – Bupati Blora, Arief Rohman, akan menghemat pos-pos anggaran tahun 2026 lainnya, selain anggaran internet.
Penghematan itu lantaran Pemerintah Kabupaten Blora sedang fokus menyiapkan anggaran Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih yang akan menjadi beban tambahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Kebijakan baru, bahwa Kopkel Merah Putih akan menjadi tanggung jawab APBD,” ungkapnya, Jumat, 17 April 2026.
Di Kabupaten Blora terdapat 24 kelurahan, sementara 1 unit kopdes membutuhkan anggaran Rp3 miliar sehingga pemerintah membutuhkan persiapan anggaran Rp72 miliar dalam menyukseskan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
“Rp72 miliar akan kita siapkan di anggaran perubahan. Kita lagi ngitung, di anggaran perubahan ini, ada apa saja (yang dapat dihemat),” terangnya.
Bupati Arief mengungkapkan saat ini pemkab menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pemerintah pusat terhadap penerapan aturan tersebut.
“Yang koperasi desa tanggung jawab dana desa, untuk yang Kopkel ini akan menjadi tanggung jawab dari APBD,” terangnya.
Sembari menunggu juklak juknis dari pemerintah pusat, pihaknya masih melihat pos-pos anggaran yang dapat dihemat selain anggaran internet. Semua penghematan itu, nantinya dikumpulkan untuk mempersiapkan Koperasi Kelurahan Merah Putih.
“Kalau ada sisa (internet) Rp600 juta, nanti kita kumpul-kumpulin, karena kita diperubahan ini akan menghitung,” katanya.
Apabila terdapat kelebihan anggaran dari jumlah yang harus disiapkan untuk 24 unit KKMP, Bupati Arief berencana memperbaiki infrastruktur jalan dan penerangan di Kabupaten Blora.
“Kalau sisa ya tetap prioritas nya di insfratruktur. Karena mayoritas masukan masyarakat itu, di infrastruktur dan penerangan jalan, yang masih terbanyak masuk ke kami. untuk itu di anggarkan,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











