BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 16 proyek pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Kabupaten Blora telah selesai dilakukan sepanjang semester I tahun 2026. Sementara itu masih ada 14 proyek untuk mencapai target pembangunan tahun ini.
“Pembangunan di titik lainnya masih terus berlangsung,” ujar Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurutnya, Jembatan Garuda bukan hanya penghubung antar wilayah, namun juga membuka akses baru sebagai sarana ekonomi masyarakat desa.
“Dari Jembatan Garuda, memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan pelajar menuju sekolah, dan mempercepat layanan kesehatan,” katanya.
Selain pembangunan jembatan, Kodim juga menangani persoalan kekeringan dengan membangun sumber air permanen di wilayah rawan krisis air bersih. Saat ini, tiga titik sumur dalam beserta tandon air sedang dikerjakan.
Rinciannya, dua lokasi pembangunan sumur berada di Dukuh Sukorame, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, dan satu titik ada di Dukuh Ngudi, Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan yang masih dalam tahap penyelesaian.
Menurut Yudi, pembangunan tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan bersama Pemerintah Kabupaten Blora agar tepat sasaran.
“Distribusi air bersih dengan truk tangki hanya solusi sementara. Kami ingin masyarakat memiliki sumber air permanen sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan saat musim kemarau,” tegasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











