• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

Admin by Admin
22 Juni 2026
in Artikel
70 6
Anis Sholeh Ba’asyin, Bambang Mursito dan Nur Cahyo dalam NgAllah Suluk Maleman “Bersama Kita Gila” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (20/6).

Anis Sholeh Ba’asyin, Bambang Mursito dan Nur Cahyo dalam NgAllah Suluk Maleman “Bersama Kita Gila” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (20/6).

581
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyoroti persoalan hilangnya cara pandang bangsa dalam melihat kemanusiaan. Padahal sejarah menunjukkan banyaknya perjuangan melawan penjajah justru didasari nilai-nilai dasar yang sudah lama menjadi menjadi bagian hidup bangsa. Nilai-nilai yang secara diametral bertentangan dengan nilai yang dibawa penjajah.

Perenungan itu muncul saat digelarnya Ngaji Budaya Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (20/6). Ironisnya, Anis menyebut era hujan narasi informasi seperti sekarang ini justru rentan mengubah perilaku bangsa.

Anis mencontohkan di abad 16, ketika koloniasme bergerak, gerakan perlawanan sangat kuat di negara-negara muslim seperti di Afrika, Asia dan sebagian Kawasan di Timur Tengah. Perlawanan itu juga muncul di nusantara seperti dari Demak, Aceh, Kalimantan dan Sulawesi.

“Kenapa mereka melakukan perlawanan? Hipotesa kami karena mereka menganggap nilai pandangan hidup para penjajah berbeda dan bertentangan dengan nilai-nilai yang mereka yakini,” tambah dia.

Anis menyebut dalam pandangan hidup tersebut, para pejuang melihat kolonialisme tak hanya soal keadilan dalam penyedotan ekonomi. Melainkan bagaimana berfikir akan keadilan menumbuh-kembangkan nilai-nilai dasar yang diyakini masyarakat Indonesia.

“Kolonialisme bukan hanya soal penyedotan kekayaan alam, tapi yang lebih mendasar adalah masalah peremehan nilai-nilai peradaban yang sudah hidup di kalangan rakyat,” imbuh dia.

Anis juga mengingatkan nilai pandang kemanusiaan yang hidup di kalangan para santri. Hal itu begitu terlihat dari banyaknya gerakan perlawanan terhadap penjajah yang juga muncul dari pondok pesantren.

“Kalau dilihat, ada tiga kelompok yang kemudian membentuk tentara, yakni mantan KNIL, mantan PETA, serta mantan laskar Hizbullah yang dipimpin santri dan kyai. Bahkan Hizbullah yang bergabung itu merupakan mayoritas,” terang dia.

Hanya saja, dia menyayangkan setelah kemerdekaan, perlahan-lahan cara pandang yang dipakai justru berubah. Ada banyak cara pandang yang justru menganut dan melanggengkan cara pandang kolonial.

“Seperti undang-undang dan aturan banyak yang masih mengadopsi peninggalan Belanda. Sistem pendidikan juga seperti itu. Kenapa dipilih sistem pendidikan yang bahkan infrastrukturnya pun waktu itu belum banyak kecuali sekadar peninggalan politik etis? Harus diingat SD inpres sendiri baru ada di tahun 70an,” ujar dia.

Anis justru melihat bangsa Iran saat ini dengan berani mendemontrasikan cara hidupnya. Sikap satu bangsa bisa bersatu ketika melawan paham yang berbeda.

“Bahkan oposisi ketika ada musuh dari luar justru bisa bersatu dengan baik,” ujar dia.

Budayawan yang juga akademisi, Bambang Mursito juga mempertanyakan sistem pendidikan saat ini yang terbukti tidak mempertimbangan keseimbangan otak, hati dan spiritual. Bahkan mata pelajaran agama dalam seminggu tak lebih dari tiga jam.

“Padahal tentunya Kementerian Kebudayaan pasti punya dewan pakar dan ahli. Dulu kurikulum sebelum 84 pasti ada penataran guru, buku paketnya disiapkan sekarang ganti Menteri ganti kurikulum dan terkesan amburadul,” pungkasnya.

Ratusan masyarakat tampak menikmati diskusi tersebut. Suasana kian hangat setelah diiringi kelompok musik Sampak GusUran.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Suluk Maleman
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

Jelang Haul Sunan Pojok Blora, Warga Gotong Royong Bersihkan Komplek Makam

Next Post

Temui Massa Demo, Bupati Kendal Janji Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa dan Warga Tunggulsari

Admin

Admin

Berita Terkait

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

by utia
20 September 2026
539

PATI, Harianmuria.com - Kisah di balik doa Rasulullah di Thaif memberi pelajaran penting bagi umat muslim. Selain mengajarkan kasih sayang, juga agar tidak mudah terpengaruh omongan orang. Kisah...

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

by ulfa puspa
25 Mei 2026
703

PATI, Harianmuria.com – Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini....

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

by Rosyid
19 April 2026
623

PATI, Harianmuria.com - NgAllah Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Kabupaten Pati, pada Sabtu malam, 18 April 2026, kembali mengajak kita merenung: bagaimana menjaga kemanusiaan...

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

by Basuki
22 Desember 2025
739

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
524
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Gunung Muria yang memiliki beberapa puncak pendakian. (Instagram @desawisatatempur/Harianmuria.com)

Nikmati Panorama Gunung Muria dari Beberapa Puncak Pendakian Ini

12 Oktober 2022
2.3k
Waterpark Mulia Wisata Kudus, Tempat Liburan Murah dan Seru Bareng Keluarga

Waterpark Mulia Wisata Kudus, Tempat Liburan Murah dan Seru Bareng Keluarga

20 Juni 2025
767

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya