• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

Basuki by Basuki
22 Desember 2025
in Kajian Agama, Artikel
95 1
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.

Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman 'Robohnya Saka Guru Rumah Kami' yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, Sabtu malam, 20 Desember 2025. (Dok. pribadi/Harianmuria.com)

739
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Konstruksi rumah joglo yang baku punya ciri khas yakni ditopang empat tiang utama, yang disebut saka guru. Menurut Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, kontruksi rumah tradisional Jawa ini memuat pesan simbolik dari peradaban muslim Jawa yang seharusnya dicermati bersama.

Hal menarik itu diungkapkan oleh Anis saat membuka Suluk Maleman edisi ke-168 yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Forum ngaji bulanan yang diselenggarakan berkat kerja sama dengan Indonesia Kaya tersebut, malam itu memang mengusung tema ‘Robohnya Saka Guru Rumah Kami’.

Rumah Joglo dan Makna Simbolik Saka Guru

Secara denotatif, kosa kata rumah diserap dari khasanah bahasa Proto-Austronesia rumaq, yang artinya tempat bernaung atau tempat berlindung. Kehadiran empat saka guru di sini adalah menjadi penyangga utama atap dan bagian lain rumah yang berfungsi menaungi dan melindungi seisi rumah.

Namun, menurut Anis, rumah juga bisa dibaca dalam pengertian luas lewat makna konotatifnya, yakni sebagai konstruksi bangunan sosial. Lewat pembacaan ini, kehadiran empat saka guru adalah sebagai penopang utama tatanan masyarakat. Tatanan yang berfungsi menaungi dan melindungi seluruh anggotanya.

4 Penopang Kehidupan Menurut Imam Ghazali

Budayawan asal Pati tersebut kemudian mencoba melacak makna simbolis empat saka guru dengan menghubungkannya dengan ungkapan terkenal yang dinisbahkan kepada Imam Ghazali.

“Ungkapan Imam Ghazali yang juga populer dalam versi bahasa Jawa tersebut menegaskan bahwa kokohnya kehidupan dunia ditopang empat hal, yaitu ilmunya ulama, keadilan para pemimpin, kedermawanan orang-orang kaya, dan doanya orang-orang fakir,” jelasnya.

Dari perspektif ini, Anis meyakini bahwa ada pesan sangat penting yang dititipkan oleh para pembangun peradaban muslim Jawa lewat rumah joglo, yakni tatanan masyarakat yang kokoh hanya akan terbentuk bila empat penyangga utamanya hadir dengan kokoh pula.

Ilmu sebagai Penyangga Utama Peradaban

Rapuhnya satu atau lebih tiang ini akan membuat rumah terancam roboh. “Kenapa ilmu dari orang berilmu justru disebut pertama?”

Pertanyaan retoris ini dijawab sendiri oleh Anis. Menurutnya ini menandakan bahwa tatanan masyarakat sejak awal harus dibangun, dijaga dan dirawat dengan ilmu ulama.

Dalam hal ini, kuasa ilmu diposisikan lebih tinggi dari kuasa politik. Ia kemudian menggaris-bawahi bahwa pengertian ulama bukan hanya merujuk pada ilmuwan tentang agama, tapi juga merangkum semua bentuk keilmuan.

Matinya Kepakaran dan Kaburnya Keadilan

Anis lantas merujuk pada fenomena yang pernah disebut oleh Tom Nichols sebagai The Death of Expertise, matinya kepakaran.

Di era modern, fenomena yang bermula dari maraknya media sosial, tapi makin ke sini makin dimanfaatkan sebagai bagian dari rekayasa kekuasaan ini; telah menyingkirkan peran ilmu para ulama dan menggantinya dengan narasi-narasi dungu yang diproduksi oleh orang-orang dungu.

Nah, karena tiang pertama tersingkir, tiga tiang lainnya menjadi sangat sulit ditegakkan. Tentang adil misalnya. Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Lawannya zalim yakni menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Untuk mengetahui sesuatu ada pada tempatnya atau tidak jelas hanya bisa lewat jalan ilmu. Tanpa kehadiran ilmu para ulama, batas adil dan zalim menjadi kabur, tak punya kejelasan.

Sebagai akibatnya, pemimpin sulit menerapkan keadilan, dan menjadi rentan dikendalikan oleh kepentingan. Baik kepentingannya sendiri, kepentingan kekuasaan global mau pun kepentingan kekuatan ekonomi dominan yang kita sebut oligarki.

Kekayaan yang Tak Lagi Menyebar Kemakmuran

Demikian juga yang akan terjadi dengan tiang ketiga, yakni kehadiran orang-orang kaya yang pasti akan makin cenderung menggunakan kekayaannya untuk memperkuat posisinya sendiri.

“Seperti fakta yang juga terjadi secara global, sebagian besar kekayaan kita juga dikuasai sebagian kecil orang. Sementara sebagian besar lainnya justru harus berebut porsi kecil tersisa,” imbuhnya.

Kekayaan tidak dipakai untuk menyebar kemakmuran, tapi justru digunakan untuk mengendalikan kekuasaan. Anis kemudian memberi contoh bahwa salah satu langkah awal pergerakan untuk meraih kemerdekaan justru muncul dari lahirnya Serikat Dagang Islam.

Kehadiran para saudagar muslim waktu itu justru menjadi penggerak dan pendukung langkah perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan.

Kaum Fakir Menjadi Korban, Bukan Penopang

Ketika ketiga tiang ini sudah tidak berdiri sebagaimana mestinya, tiang keempat pun sulit ditegakkan. Para fakir bukannya menjadi tiang ke empat, tapi menjadi korbannya.

“Dari perspektif ini, kita melihat bahwa kondisi bangsa kita khususnya dan dunia umumnya, sedang tidak baik-baik saja. Empat saka guru tidak pernah benar-benar eksis, yang hadir hanyalah tiruan artifisialnya. Karena saka gurunya artifisial, maka rumah yang dibangun pun tidak pernah benar-benar nyata, hanya ilusi tentan rumah yang sengaja diciptakan,” tegas Anis.

“Ini yang menjelaskan mengapa dunia kita selalu dalam situasi konflik tanpa henti, diadu domba satu dengan yang lain. Dengan terus menerus menghadapi konflik, kita lupa bahwa sebenarnya kita berada di rumah ilusi. Rumah yang tidak benar-benar menaungi dan melindungi kita,” sambungnya.

Makna empat saka guru dalam Suluk Maleman diulas Anis Sholeh Ba’asyin sebagai fondasi peradaban bangsa dan kritik kondisi sosial hari ini.
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini. (Dok. pribadi/Harianmuria.com)

Menegakkan Saka Guru dari Lingkungan Kecil

Menurut Anis, tak ada cara tunggal untuk menegakkan kembali empat saka guru rumah kebangsaan kita. Sebagai rakyat biasa yang awam, yang bisa kita lakukan adalah dengan mulai menegakkannya dalam lingkungan kecil masing-masing kita. Salah satunya dengan mulai menata akhlak.

“Akhlak adalah hasil dari latihan terus menerus hingga melekat. Akhlak adalah dasar lahirnya adab. Dari sini terbangun peradaban,” jelas Anis.

Antusiasme Jemaah di Tengah Hujan

Meski suasana hujan, namun ratusan orang tampak antusias menyimak Suluk Maleman edisi ke 168 tersebut. Baik yang hadir langsung mau pun mengikutinya melalui berbagai platform media sosial.

Suasana pengajian terasa kian hangat, karena iringan musik dari Sampak GusUran dan hadroh Syubbanul Muttaqin di sela-selanya.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinempat saka guru bangsafilosofi rumah jogloNgaji NgAllahSuluk Maleman
SummarizeShare53SendShare
Previous Post

Ratusan Buruh Demak Gelar Demo Hari Ini, Tuntut UMK 2026 Naik 15 Persen

Next Post

Puluhan Buruh Kendal Konvoi Kawal Rapat Pleno Penetapan UMK 2026

Basuki

Basuki

Berita Terkait

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

by utia
20 September 2026
539

PATI, Harianmuria.com - Kisah di balik doa Rasulullah di Thaif memberi pelajaran penting bagi umat muslim. Selain mengajarkan kasih sayang, juga agar tidak mudah terpengaruh omongan orang. Kisah...

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

by Admin
22 Juni 2026
581

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyoroti persoalan hilangnya cara pandang bangsa dalam melihat kemanusiaan. Padahal sejarah menunjukkan banyaknya perjuangan melawan penjajah justru didasari nilai-nilai dasar yang sudah...

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

by ulfa puspa
25 Mei 2026
703

PATI, Harianmuria.com – Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini....

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

by Rosyid
19 April 2026
623

PATI, Harianmuria.com - NgAllah Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Kabupaten Pati, pada Sabtu malam, 18 April 2026, kembali mengajak kita merenung: bagaimana menjaga kemanusiaan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
517
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    207 shares
    Share 83 Tweet 52
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Peserta cek kesehatan gratis Blora capai 210.000 orang.

Blora Masuk 6 Besar Jateng, 210 Ribu Warga Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2025
623
Candi Kayen, Situs Cagar Budaya peninggalan Hindhu Budha yang masih ada sampai sekarang. (Google Map/Harianmuria.com)

Candi Kayen, Situs Cagar Budaya Peninggalan Hindu Budha di Pantai Utara Jawa

1 Oktober 2022
892

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya