• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Suluk Maleman Edisi 167: Manusia Bukan Sumber Kebenaran

Basuki by Basuki
17 November 2025
in Artikel, Kajian Agama
84 6
Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran.

Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman 'Negeri Byar Pet' di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, Sabtu, 15 November 2025. (Dok. pribadi/Harianmuria.com)

695
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Fenomena maraknya ujaran kebencian di media sosial menjadi sorotan utama dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-167, yang digelar pada Sabtu, 15 November 2025, di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati.

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin, mengajak masyarakat untuk sama-sama bermuhasabah. Terlebih dengan banyaknya perubahan sosial yang luar biasa di tengah masyarakat.

“Seperti bagaimana kita melihat pesantren dipojokkan begitu rupa. Orang tak melihat apa masalahnya tapi justru lebih banyak menuding. Padahal kalau di Jawa satu jari menuding ke orang lain, empat lainnya menuding ke diri sendiri,” sentil Anis membuka dialog.

Manusia Bukan Sumber Kebenaran

Anis prihatin saat melihat ada orang yang memaki kiai. “Jangan menilai seolah-olah anda benar. Pengetahuan kita yang dianggap benar belum tentu sumber kebenaran itu sendiri,” ujarnya.

Anis menyebut kemampuan manusia dalam bereaksi 95 persen berasal dari apa yang telah masuk ke diri. Sehingga faktor lingkungan dan budaya memiliki pengaruh yang besar.

“Jangan-jangan apa yang kita pikirkan hanya persoalan sudut pandang saja,” tuturnya.

Ia mencontohkan, saat di Arab orang memegang jenggot menjadi bentuk penghormatan. Hal itu jauh berbeda jika di Jawa. “Mungkin di sini dianggap penghinaan. Maka reaksi berbeda akan muncul jika kita dibesarkan dari budaya yang berbeda pula,” terangnya.

Hindari Bias Kognitif, Bersihkan Persepsi

Anis menegaskan, bisa jadi seseorang menyalahkan sesuatu ketika melihat budaya yang tak begitu dekat dengannya. Hal itu dikatakannya sebagai bentuk bias kognitif.

“Minimnya pengetahuan anda yang menampakkan salah. Kita tidak bisa menyentuh kebenaran kalau anda tidak dibersihkan. Padahal kita tidak mungkin bersih kecuali dibersihkan oleh Allah. Kita hanya bisa mencoba terus membersihkan diri,” papar Anis.

Ia mengingatkan jika seseorang harus berpendapat harus terus membersihkan persepsi. “Kalau berpendapat harus bertanya apa kepentingan saya, apa pengetahuan yang membuat saya menyatakan pendapat semacam ini,” ungkapnya.

Budayawan asal Pati itu juga menyoroti tindakan sedikit Gus yang dinilai berlebihan, tapi sekaligus heran kenapa justru lembaga yang dituding adalah pesantren.

“Padahal di semua lembaga selalu ada orang bermasalah. Namun kita diarahkan melihat hanya yang jahat saja. Dan itu tidak adil serta terkesan jahat,” katanya.

Ingatkan Potensi Penyakit Hati

Anis menyebut hal terberat adalah manusia berhadapan dengan dirinya sendiri, dengan nafsunya sendiri. Ia juga mengingatkan terkait penyakit hati dalam diri manusia.

“Kadang kebenaran justru hilang akibat kebencian. Para nabi dan rasul yang begitu baik pun; masih ada yang masih memusuhi dan memfitnah,” imbuh dia.

Penggagas Suluk maleman itu juga mengingatkan jika semua manusia selalu punya potensi penyakit hati jika tak diarahkan.

“Maka sebaiknya jangan pernah kita merasa benar sendiri, Jangan pernah merasa mukmin. Jangan sampai ngomong kafir dan munafik ke orang lain; sambil menilai diri sendiri sebagai mukmin,” ujar dia.

Tema yang menarik membuat ratusan warga yang menyaksikan baik secara daring maupun datang langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia makin hangat. Penampilan musik Sampak GusUran juga menambah kemeriahan Ngaji Budaya tersebut.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinngaji budayaNgaji NgAllahSuluk Maleman
SummarizeShare50SendShare
Previous Post

Dua Pekan Terendam Banjir Rob, Ratusan KK Desa Mororejo Kendal Terdampak

Next Post

Dari Blora ke Panggung Dunia: Marco, Mahasiswa UBAYA dengan 3 Publikasi Scopus

Basuki

Basuki

Berita Terkait

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

by utia
20 September 2026
539

PATI, Harianmuria.com - Kisah di balik doa Rasulullah di Thaif memberi pelajaran penting bagi umat muslim. Selain mengajarkan kasih sayang, juga agar tidak mudah terpengaruh omongan orang. Kisah...

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

by Admin
22 Juni 2026
581

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyoroti persoalan hilangnya cara pandang bangsa dalam melihat kemanusiaan. Padahal sejarah menunjukkan banyaknya perjuangan melawan penjajah justru didasari nilai-nilai dasar yang sudah...

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

by ulfa puspa
25 Mei 2026
703

PATI, Harianmuria.com – Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini....

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

by Rosyid
19 April 2026
623

PATI, Harianmuria.com - NgAllah Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Kabupaten Pati, pada Sabtu malam, 18 April 2026, kembali mengajak kita merenung: bagaimana menjaga kemanusiaan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Museum Gedung Juang 45 Pati yang menyimpan sejarah dan karya seni. (Google Map/Harianmuria.com)

Wisata Sejarah 3 Museum di Pati, Jelajahi Peninggalan Dakwah dan Karya Seni

29 September 2022
1.6k
Bupati Demak tekankan transformasi layanan RSUD Sunan Kalijaga.

HUT ke-76 RSUD Sunan Kalijaga Demak, Bupati Tekankan Transformasi Layanan

11 Juli 2025
625

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya