KUDUS, Harianmuria.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mencatat 5.991 warga terdeteksi sebagai suspek tuberculosis (TBC) TBC berdasarkan hasil skrining dalam program cek kesehatan gratis (CKG) pada Maret 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Abdul Hakam, menyebut hasil skrining TBC tersebut melampaui target deteksi yang ditetapkan sebanyak 4.281 suspek.
Tingginya suspek TBC di Kudus, kata Hakam, menunjukkan upaya skrining berjalan efektif sekaligus menjadi peringatan akan potensi penyebaran penyakit di masyarakat.
“Gejala TBC bisa menyerang siapa saja, termasuk usia muda. Ini yang menjadi perhatian kami,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.
Menurut Hakam, masyarakat tergolong rentan terhadap TBC akibat berbagai faktor, mulai dari kebiasaan merokok, pola makan yang kurang sehat, hingga aktivitas harian yang tidak mendukung imunitas tubuh. Ia juga menyoroti gaya hidup anak muda yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko penularan TBC.
Selain itu, kasus TBC di lingkungan padat seperti pondok pesantren di daerah lain turut menjadi bahan kewaspadaan.
“Kami berkaca dari kasus di pondok pesantren, seperti yang terjadi di Purbalingga, sehingga perlu langkah pencegahan sejak dini,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya menekan angka kasus, Dinas Kesehatan terus menggencarkan skrining dan pemeriksaan gratis. Program ini selaras dengan target Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk eliminasi TBC pada tahun 2030.
“Di Kudus sudah tersedia layanan rontgen mobile. Jika ada indikasi, langsung kami tindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan, termasuk memanfaatkan alat MTU-C dan kerja sama dengan RSUD Kudus,” jelasnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap deteksi dini dapat menekan penyebaran TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











