• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Agustus 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Terdampak Proyek Mal Pakuwon, Warga Semarang Tolak Perbaikan Rumah Lewat Tambal Sulam

utia by utia
28 Juli 2026
in Semarang, News
65 3
Tampak rumah warga yang mengalami kerusakan berupa retak di dinding diduga akibat proyek Pakuwon di kawasan Gombel lama, Kota Semarang, Senin (27/7). (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Tampak rumah warga yang mengalami kerusakan berupa retak di dinding diduga akibat proyek Pakuwon di kawasan Gombel lama, Kota Semarang, Senin (27/7). (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

521
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Proyek pembangunan mal milik Pakuwon di kawasan Gombel lama, memicu keresahan warga RT 006 RW 005, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Hal ini karena warga enggan menggunakan skema perbaikan tambal sulam yang ditawarkan pihak Pakuwon untuk rumah yang mengalami kerusakan akibat proyek in

Tercatat ada 19 rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan berupa retakan pada dinding hingga penurunan lantai sejak proyek perbaikan jalan dan pematangan lahan untuk pembangunan pusat perbelanjaan dikerjakan secara bersamaan di kawasan tersebut.

Warga mengaku kondisi itu membuat mereka tidak lagi merasa aman tinggal di rumah masing-masing.

Salah seorang warga, Mochmad Akwan (60), mengatakan kerusakan rumahnya semakin parah setelah proyek Pakuwon dimulai. Padahal sebelumnya retakan yang muncul masih tergolong kecil karena wilayah tersebut memang berada di kawasan tanah bergerak.

“Kalau dihitung kurang lebih ada sekitar 50 titik retakan. Ada juga lantai yang amblas ke bawah. Sebelum ada proyek perbaikan jalan dan Pakuwon, rumah saya sudah ada retakan kecil, tapi pas proyek berjalan retakannya itu membengkak,” ujar Akwan, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Akwan, pihak Pakuwon telah menunjukkan itikad baik dengan melakukan peninjauan ke rumah-rumah warga sebanyak dua kali. Bahkan, perusahaan telah menawarkan perbaikan terhadap rumah yang mengalami kerusakan. Namun, tawaran tersebut belum dapat diterima warga.

“Pakuwon saya akui memiliki niat baik. Tapi lewat vendor mau ditambal. Warga keberatan karena pembangunan mal masih lama, paling tidak empat tahun. Kalau ditambal sekarang, nanti retak lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, warga lebih memilih menerima kompensasi dalam bentuk uang tunai agar bisa menentukan sendiri proses perbaikan rumah. Bahkan, sebagian warga mengaku siap direlokasi apabila diberikan skema ganti untung.

“Maunya warga dikasih kompensasi saja biar tidak merepotkan pihak Pakuwon. Kami juga menghendaki skema diganti untung dan siap pindah agar lebih bebas membangun, tidak terganggu masalah dampak warga,” paparnya.

Sementara itu, Ketua RT 006 RW 005 Tinjomoyo, Tugimin, mengatakan sikap tersebut merupakan hasil kesepakatan warga dalam pertemuan yang digelar pada 5 Juli 2026. Menurutnya, mayoritas warga menolak skema perbaikan yang dilakukan vendor karena dinilai tidak menjawab seluruh kerusakan yang terjadi.

“Kesepakatannya Pakuwon mau bertanggung jawab. Tapi kehendak warga kalau cuma ditambal sulam itu tidak mau. Rapat terakhir warga minta ganti untung atau uang tunai, bukan dikerjakan oleh vendor,” ungkap Tugimin.

Ia menambahkan, skema perbaikan yang ditawarkan hanya mencakup retakan tertentu, sementara kerusakan lain seperti plafon amblas dan munculnya retakan baru belum masuk dalam rencana penanganan.

Selain persoalan kerusakan rumah, warga juga mulai merasakan dampak lain berupa debu dan kebisingan proyek. Tugimin menyebut aktivitas pembangunan diperkirakan masih berlangsung cukup lama sehingga dikhawatirkan terus mempengaruhi kenyamanan warga.

“Kalau pengeboran saja kontraknya tiga tahun. Kemungkinan sampai 2029 itu baru dimulai pembangunan malnya. Belum lagi dampak debu-debu dari proyek, sekarang banyak warga mengeluh dan anak-anak yang kena flu,” ujarnya.

Hingga kini, warga mengaku belum menerima kepastian mengenai jadwal pelaksanaan perbaikan rumah dari pihak Pakuwon. Mereka berharap perusahaan dapat mempertimbangkan skema ganti untung sebagai solusi yang dinilai lebih memberikan kepastian bagi warga terdampak.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarang Hari IniBerita Semarang TerkiniProyek Mal Pakuwon
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Perkuat Budaya Antikorupsi, Pemkab Rembang Ajak Pegawai di Pelayanan Publik Tolak Gratifikasi

Next Post

Rusak Parah, Atap Kelas SDN Tanggirejo Grobogan Mulai Dibongkar Usai Ditinjau Tim Pusat

utia

utia

Berita Terkait

Pajak Air Tanah Naik 400 Persen, DPRD Semarang Dorong Industri Beralih ke PDAM

Pajak Air Tanah Naik 400 Persen, DPRD Semarang Dorong Industri Beralih ke PDAM

by utia
13 Agustus 2026
848

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang menerapkan kebijakan kenaikan pajak air tanah hingga 400 persen. Aturan ini untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Anggota Komisi B DPRD Kota...

Skema Ganti Untung Ditolak, Pakuwon Pastikan Rumah Warga Gombel Diperbaiki

Skema Ganti Untung Ditolak, Pakuwon Pastikan Rumah Warga Gombel Diperbaiki

by utia
12 Agustus 2026
525

SEMARANG, Harianmuria.com - Pakuwon Group menolak usulan warga yang meminta skema ganti untung bagi rumah yang mengalami kerusakan akibat aktivitas proyek pematangan lahan di kawasan Gombel, RT 04/...

Ubah Sampah Jadi BBM, Pemkot Semarang Jalin Kerjsama dengan TNI AD

Ubah Sampah Jadi BBM, Pemkot Semarang Jalin Kerjsama dengan TNI AD

by utia
12 Agustus 2026
525

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD) bekerjasama untuk menangani masalah. Salah satunya dengan menerapkan teknologi pirolisis yang mengubah sampah menjadi BBM...

Soal Harga Pakan Ternak Tinggi, Gubernur Jateng Perintahkan Distannak Lakukan Evaluasi

Soal Harga Pakan Ternak Tinggi, Gubernur Jateng Perintahkan Distannak Lakukan Evaluasi

by utia
11 Agustus 2026
527

SEMARANG, Harianmuria.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespon aspirasi para peternak yang melakukan aksi demo pada Senin, 10 Agustus 2026 kemarin di sejumlah wilayah di Jateng.  Ia...

Load More

BERITA UTAMA

Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
527
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
528
DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
528
Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

13 Agustus 2026
538

TRENDING HARI INI

  • Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    646 shares
    Share 258 Tweet 162
  • Stok Beras Bulog di Blora Capai 12.700 Ton, Cukup untuk 1 Tahun ke Depan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Pajak Air Tanah Naik 400 Persen, DPRD Semarang Dorong Industri Beralih ke PDAM

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
  • Grobogan Gelar Pilkades Serentak di 223 Desa Tahun Ini, Ini Bocoran Jadwalnya

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • NgAllah Suluk Maleman: Refleksi Kemerdekaan untuk Kedaulatan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Perbaikan Jalan Semarang–Purwodadi Dijatah Rp2,4 M, Ruas Bringin Grobogan Jadi Prioritas

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Puluhan Ribu Peserta BPJS Kesehatan PBI JK di Pati Dinonaktifkan, Begini Cara Reaktivasi

Puluhan Ribu Peserta BPJS Kesehatan PBI JK di Pati Dinonaktifkan, Begini Cara Reaktivasi

16 Juni 2025
591
Ilustrasi wanita berhijab. (Freepik/Harianmuria.com)

Bahaya! Pemakaian Hijab yang Salah Bisa Bikin Kepala Botak, Berikut Tips Menurut Ahli

10 September 2023
595

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya