SEMARANG, Harianmuria.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menanggapi maraknya calo atau penipuan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang mencatut namanya.
Agustina menegaskan tidak ada jalur khusus maupun intervensi dalam proses seleksi CPNS.
Menurutnya, praktik penipuan tersebut muncul akibat ulah pelaku yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat, terutama anggapan keliru bahwa kelulusan CPNS bisa diraih dengan cara instan melalui pembayaran sejumlah uang.
“Anggapan bahwa seseorang bisa lolos CPNS dengan membayar itu tidak benar. Di Kota Semarang, hal seperti itu tidak ada,” tegasnya, Senin, 27 April 2026.
Ia menyebutkan, kasus penipuan tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan saat ini tengah dalam penanganan.
“Kami telah melaporkan kepada APH, dan saat ini telah ditangani,” ujarnya.
Agustina menjelaskan, seluruh tahapan seleksi CPNS sepenuhnya berada di bawah kewenangan Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga pemerintah daerah tidak memiliki wewenang dalam menentukan kelulusan peserta.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses manajemen kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, termasuk mutasi, pengisian jabatan, hingga rekrutmen, telah berjalan secara transparan dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
Ia pun mengimau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan jasa meloloskan CPNS, mengurus perizinan, atau jabatan tertentu dengan imbalan uang.
“Kalau ada yang menjanjikan bisa membantu meloloskan CPNS atau mengurus jabatan dengan bayaran, itu sudah pasti penipuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agustina mengingatkan masyarakat agar mengubah pola pikir dengan tidak mencari jalan pintas dalam mengikuti seleksi CPNS. Ia menekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi dan berkompetisi secara sehat.
“Kalau ingin menjadi PNS, ikuti jalur resmi. Belajar, ikut tes, dan berdoa. Jangan tergoda cara instan,” katanya.
Ia menambahkan, bentuk layanan yang dapat diberikan pemerintah daerah hanya sebatas pelayanan administratif, seperti pengurusan dokumen secara cepat dan tanpa pungutan liar.
Ia juga berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mencatut nama pejabat untuk kepentingan pribadi.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid











