SEMARANG, Harianmuria.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengatakan bahwa pemerintah harus memprioritaskan pemulihan fasilitas pendidikan terdampak bencana. Menurutnya, pendidikan sektor strategis yang tidak boleh terhenti meski kondisi darurat melanda.
Pernyataan Saleh itu menyikapi banyaknya lembaga pendidikan yang terdampak bencana sehingga aktivitas di sekolah dinonaktifkan, seperti yang terjadi di Kabupaten Pemalang pada Januari 2026.
Dia menyebut siswa tidak boleh kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak hanya karena keterlambatan penanganan.
“Bahkan, di lokasi pengungsian juga harus segera disediakan tiga kebutuhan seperti penyediaan ruang kelas darurat, perlengkapan belajar bagi siswa, serta layanan dukungan psikososial untuk mempercepat kesiapan peserta didik mengikuti pembelajaran dalam situasi darurat,” terangnya.
Namun, dia mengingatkan bahwa percepatan pemulihan fasilitas pendidikan butuh partisipasi banyak pihak agar pasca pemulihan siswa tetap merasa nyaman dan aman.
“Pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana harus terus dilakukan dengan mengedepankan semangat optimisme dan gotong royong,” pungkasnya. (Adv)












