• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Agustus 9, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tangkal Penyakit Hewan Lintas Batas, Barantin-FAO Perkuat Sistem Karantina Berbasis Sains 

utia by utia
7 Juli 2026
in News, Nasional
66 2
Peluncuran program FAO Technical Cooperation Programme (TCP/INS/4101) Strengthening Animal Quarantine Risk Management through Integrated Assessment and Response Toward Agri-Threats melalui Inception Workshop di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. (Dok. Barantin)

Peluncuran program FAO Technical Cooperation Programme (TCP/INS/4101) Strengthening Animal Quarantine Risk Management through Integrated Assessment and Response Toward Agri-Threats melalui Inception Workshop di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. (Dok. Barantin)

525
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) bekerja sama untuk memperkuat sistem karantina hewan nasional.

Kerja sama itu diwujudkan melalui program penguatan manajemen risiko berbasis sains dan teknologi. Program ini dilatarbelakangi meningkatkan mobilitas manusia, hewan, dan komoditas antar negara serta perubahan iklim yang membuat risiko penyebaran penyakit hewan semakin tinggi.

Komitmen dalam program ini ditandai dengan peluncuran program FAO Technical Cooperation Programme (TCP/INS/4101) Strengthening Animal Quarantine Risk Management through Integrated Assessment and Response Toward Agri-Threats yang diawali melalui Inception Workshop di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. 

Program dengan pendanaan sebesar USD 200.000 dari FAO ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem biosekuriti Indonesia yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu mengantisipasi ancaman penyakit sebelum masuk ke wilayah Indonesia.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, mengatakan sistem karantina saat ini harus mampu bertransformasi mengikuti dinamika perdagangan global yang semakin cepat. Menurutnya, penguatan pengawasan tidak cukup dilakukan di pintu pemasukan dan pengeluaran, tetapi harus didukung analisis risiko yang akurat, pemanfaatan teknologi digital, dan pengambilan keputusan berbasis data.

“Barantin tidak ingin menjadi bottleneck di perbatasan. Namun, percepatan arus barang juga tidak boleh mengorbankan keamanan hayati Indonesia. Karena itu, kami terus membangun sistem karantina yang modern, berbasis risiko, berbasis data, dan selaras dengan standar internasional agar mampu melindungi ketahanan pangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Karding.

Ia menjelaskan, ancaman Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), penyakit hewan lintas batas, penyakit zoonosis, hingga spesies asing invasif tidak hanya berdampak pada sektor peternakan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menurunkan produktivitas, menghambat ekspor, bahkan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, sekitar 23 juta rumah tangga di Indonesia menggantungkan penghidupannya pada sektor peternakan, sehingga perlindungan terhadap kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Melalui program ini, Barantin bersama FAO akan memperkuat kapasitas nasional dalam pengelolaan risiko karantina hewan melalui tiga langkah utama. Pertama, meningkatkan kompetensi petugas karantina dalam melakukan analisis dan manajemen risiko sesuai standar internasional. 

Kedua, mengembangkan sistem digital terintegrasi yang mendukung pemetaan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), analisis risiko, surveilans, dan Early Warning System (EWS) sehingga proses pengambilan kebijakan menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis bukti ilmiah. Ketiga, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui komunikasi risiko dan kampanye publik agar pencegahan penyakit dapat dilakukan secara bersama-sama.

Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menegaskan bahwa tantangan penyakit hewan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Menurutnya, pendekatan One Health menjadi kunci dalam menjaga kesehatan hewan, manusia, tumbuhan, dan lingkungan secara terpadu.

“Sistem karantina hewan merupakan garda terdepan dalam melindungi negara dari ancaman penyakit lintas batas. FAO berkomitmen mendukung Barantin memperkuat kapasitas analisis risiko berbasis teknologi digital agar Indonesia semakin siap menghadapi berbagai ancaman, sekaligus menjaga keamanan perdagangan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem,” kata Rajendra Aryal.

Lokakarya awal program dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi momentum menyepakati arah implementasi program sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun sistem karantina hewan yang lebih terintegrasi.

Bagi Barantin, penguatan biosecurity merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Sistem karantina yang kuat bukan hanya menjadi benteng pertama mencegah masuknya penyakit dan organisme pengganggu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor terhadap komoditas Indonesia. Dengan demikian, perlindungan sumber daya hayati berjalan seiring dengan peningkatan daya saing perdagangan nasional.

Melalui kolaborasi strategis bersama FAO, Barantin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan sistem perkarantinaan berkelas dunia yang adaptif, berbasis risiko, dan berorientasi pada pelayanan publik. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, melindungi kesehatan masyarakat, menjaga kelestarian sumber daya hayati, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis: Amelia Erisana

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: BarantinBerita Jakarta TerkiniFAOSistem Karantina
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Populasi Sapi Rembang Tembus 100 Ribu Ekor, Pemkab Dorong Hilirisasi Peternakan

Next Post

Pemkab Kudus Kembali Adakan Program Pertukaran Pelajar Lokal, Tahun Ini Melibatkan Guru

utia

utia

Berita Terkait

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding melakukan konferensi pers.

Barantin Gagalkan 75.992 Bibit Sawit Ilegal di Lampung

by Redaksi
31 Juli 2026
546

BANDAR LAMPUNG, Harianmuria.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Lampung berhasil menggagalkan peredaran 75.992 butir bibit kelapa sawit ilegal yang hendak dikirim ke berbagai daerah di Indonesia....

Barantin Perkuat Kompetensi SDM Fumigasi, Dukung Biosekuriti dan Daya Saing Ekspor

Barantin Perkuat Kompetensi SDM Fumigasi, Dukung Biosekuriti dan Daya Saing Ekspor

by Sekar Sari
24 Juli 2026
524

SEMARANG, Harianmuria.com - Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang tindakan karantina melalui Pelatihan Teknis Fumigasi Sulfuryl Fluoride Berbasis Kompetensi. Kegiatan tersebut diselenggarakan...

Temui Eksportir Bali, Karding Janjikan Layanan Karantina Lebih Cepat Tanpa Kurangi Pengawasan

Temui Eksportir Bali, Karding Janjikan Layanan Karantina Lebih Cepat Tanpa Kurangi Pengawasan

by Admin
18 Juli 2026
522

Badung, Harianmuria - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding menegaskan komitmennya mempercepat layanan karantina bagi pelaku usaha tanpa mengurangi pengawasan terhadap keamanan hayati. Komitmen tersebut disampaikan...

Badan Karantina Indonesia Perkuat Standar Pelayanan Publik Lewat Public Hearing

Badan Karantina Indonesia Perkuat Standar Pelayanan Publik Lewat Public Hearing

by Rosyid
2 Juli 2026
543

JAKARTA, Harianmuria.com - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat komitmen membangun pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas melalui Public Hearing Standar Pelayanan Publik yang digelar Balai Besar Karantina...

Load More

BERITA UTAMA

Kendal Bakal Tempatkan Mesin Pengolah Sampah Plastik di 5 Titik TPS3R

Kendal Bakal Tempatkan Mesin Pengolah Sampah Plastik di 5 Titik TPS3R

8 Agustus 2026
536
Lagi, Oro-Oro Kesongo Blora Semburkan Lumpur Setinggi 10-15 Meter

Lagi, Oro-Oro Kesongo Blora Semburkan Lumpur Setinggi 10-15 Meter

7 Agustus 2026
546
Perbaiki Jalan Jepara-Kelet, Pemprov Jateng Kucurkan Rp29 Miliar

Perbaiki Jalan Jepara-Kelet, Pemprov Jateng Kucurkan Rp29 Miliar

6 Agustus 2026
619
Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

5 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Mengenal Sumpil, Kuliner Tradisional Kendal yang Ditetapkan Jadi WBTb

    Mengenal Sumpil, Kuliner Tradisional Kendal yang Ditetapkan Jadi WBTb

    176 shares
    Share 70 Tweet 44
  • Perbaikan Jalan Jepara-Kelet Dimulai, Bupati Witiarso: Ini Jawaban Harapan Masyarakat

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • Bupati Harno Lepas Pramuka Rembang Ikut Jambore Nasional, Ingatkan Sportivitas

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Lomba Tarik Tambang hingga Egrang Meriahkan HUT ke-81 RI di Jepara

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kendal Bakal Tempatkan Mesin Pengolah Sampah Plastik di 5 Titik TPS3R

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Hari Jadi ke-703 Pati, Ketua DPRD Harapkan Pembangunan Berkelanjutan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkes Salatiga catat 4 kasus positif chikungunya.

Waspada! Gejala Chikungunya Muncul di Salatiga, Dinkes Temukan 4 Kasus Positif

14 Juli 2025
541
Nampak kawasan wisata Rawa Pening yang harus segera ditata ulang. (Hesty Imaniar | Harianmuria.com)

Disparta Semarang Segera Ajukan Anggaran Penataan Rawa Pening

13 Januari 2025
560

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya