• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tangkal Penyakit Hewan Lintas Batas, Barantin-FAO Perkuat Sistem Karantina Berbasis Sains 

utia by utia
7 Juli 2026
in News, Nasional
68 2
Peluncuran program FAO Technical Cooperation Programme (TCP/INS/4101) Strengthening Animal Quarantine Risk Management through Integrated Assessment and Response Toward Agri-Threats melalui Inception Workshop di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. (Dok. Barantin)

Peluncuran program FAO Technical Cooperation Programme (TCP/INS/4101) Strengthening Animal Quarantine Risk Management through Integrated Assessment and Response Toward Agri-Threats melalui Inception Workshop di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. (Dok. Barantin)

539
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JAKARTA, Harianmuria.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) bekerja sama untuk memperkuat sistem karantina hewan nasional.

Kerja sama itu diwujudkan melalui program penguatan manajemen risiko berbasis sains dan teknologi. Program ini dilatarbelakangi meningkatkan mobilitas manusia, hewan, dan komoditas antar negara serta perubahan iklim yang membuat risiko penyebaran penyakit hewan semakin tinggi.

Komitmen dalam program ini ditandai dengan peluncuran program FAO Technical Cooperation Programme (TCP/INS/4101) Strengthening Animal Quarantine Risk Management through Integrated Assessment and Response Toward Agri-Threats yang diawali melalui Inception Workshop di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. 

Program dengan pendanaan sebesar USD 200.000 dari FAO ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem biosekuriti Indonesia yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu mengantisipasi ancaman penyakit sebelum masuk ke wilayah Indonesia.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, mengatakan sistem karantina saat ini harus mampu bertransformasi mengikuti dinamika perdagangan global yang semakin cepat. Menurutnya, penguatan pengawasan tidak cukup dilakukan di pintu pemasukan dan pengeluaran, tetapi harus didukung analisis risiko yang akurat, pemanfaatan teknologi digital, dan pengambilan keputusan berbasis data.

“Barantin tidak ingin menjadi bottleneck di perbatasan. Namun, percepatan arus barang juga tidak boleh mengorbankan keamanan hayati Indonesia. Karena itu, kami terus membangun sistem karantina yang modern, berbasis risiko, berbasis data, dan selaras dengan standar internasional agar mampu melindungi ketahanan pangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Karding.

Ia menjelaskan, ancaman Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), penyakit hewan lintas batas, penyakit zoonosis, hingga spesies asing invasif tidak hanya berdampak pada sektor peternakan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menurunkan produktivitas, menghambat ekspor, bahkan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, sekitar 23 juta rumah tangga di Indonesia menggantungkan penghidupannya pada sektor peternakan, sehingga perlindungan terhadap kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Melalui program ini, Barantin bersama FAO akan memperkuat kapasitas nasional dalam pengelolaan risiko karantina hewan melalui tiga langkah utama. Pertama, meningkatkan kompetensi petugas karantina dalam melakukan analisis dan manajemen risiko sesuai standar internasional. 

Kedua, mengembangkan sistem digital terintegrasi yang mendukung pemetaan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), analisis risiko, surveilans, dan Early Warning System (EWS) sehingga proses pengambilan kebijakan menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis bukti ilmiah. Ketiga, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui komunikasi risiko dan kampanye publik agar pencegahan penyakit dapat dilakukan secara bersama-sama.

Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menegaskan bahwa tantangan penyakit hewan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Menurutnya, pendekatan One Health menjadi kunci dalam menjaga kesehatan hewan, manusia, tumbuhan, dan lingkungan secara terpadu.

“Sistem karantina hewan merupakan garda terdepan dalam melindungi negara dari ancaman penyakit lintas batas. FAO berkomitmen mendukung Barantin memperkuat kapasitas analisis risiko berbasis teknologi digital agar Indonesia semakin siap menghadapi berbagai ancaman, sekaligus menjaga keamanan perdagangan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem,” kata Rajendra Aryal.

Lokakarya awal program dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi momentum menyepakati arah implementasi program sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun sistem karantina hewan yang lebih terintegrasi.

Bagi Barantin, penguatan biosecurity merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Sistem karantina yang kuat bukan hanya menjadi benteng pertama mencegah masuknya penyakit dan organisme pengganggu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor terhadap komoditas Indonesia. Dengan demikian, perlindungan sumber daya hayati berjalan seiring dengan peningkatan daya saing perdagangan nasional.

Melalui kolaborasi strategis bersama FAO, Barantin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan sistem perkarantinaan berkelas dunia yang adaptif, berbasis risiko, dan berorientasi pada pelayanan publik. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, melindungi kesehatan masyarakat, menjaga kelestarian sumber daya hayati, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis: Amelia Erisana

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: BarantinBerita Jakarta TerkiniFAOSistem Karantina
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Populasi Sapi Rembang Tembus 100 Ribu Ekor, Pemkab Dorong Hilirisasi Peternakan

Next Post

Pemkab Kudus Kembali Adakan Program Pertukaran Pelajar Lokal, Tahun Ini Melibatkan Guru

utia

utia

Berita Terkait

Suasana usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Karantina Indonesia 2026 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Buka Rakornas 2026, Kepala Barantin Targetkan Akses Ekspor Indonesia Makin Mudah

by Redaksi
15 Oktober 2026
511

BEKASI, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong transformasi total sistem perkarantinaan nasional demi mempermudah jalan bagi produk-produk unggulan Indonesia menembus pasar internasional. Arahan tersebut ditegaskan oleh Kepala...

Ilustrasi-kuda laut kering

Mengaku Makanan Ringan, Modus Pengiriman Ilegal 1.728 Kuda Laut Kering Terbongkar di Bandara RHF

by Redaksi
12 Oktober 2026
516

TANJUNGPINANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) membongkar modus pengelabuan pengiriman ilegal 1.728 ekor kuda laut kering di terminal kargo Bandara Raja...

Kepala Barantin - Abdul Kadir Karding

Barantin Pasang Karpet Merah! Siap Boyong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

by Redaksi
11 Oktober 2026
516

SEMARANG, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) siap memberikan kemudahan dan "karpet merah" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta generasi muda untuk memperluas jangkauan pasar...

Ilustrasi-pertanian Lada Putih.

1.300 Kelompok Petani Lada Babel Diholding demi Dongkrak Mutu Ekspor Internasional

by Redaksi
4 Oktober 2026
565

PANGKALPINANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi melakukan holding terhadap 1.300 kelompok petani lada putih. Langkah strategis ini ditempuh guna...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
537
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
527
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Hobi Buat Miniatur Bus, ASN Blora Ini Raup Cuan di Waktu Luang

Hobi Buat Miniatur Bus, ASN Blora Ini Raup Cuan di Waktu Luang

31 Maret 2025
748
Ilustrasi Bed Rotting. (Freepik/Harianmuria.com)

Mengenal Bed Rotting, Aktivitas Pasif di Tempat Tidur Sebagai Perawatan Diri

6 Agustus 2023
710

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya