BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora mencatat 31 satuan pendidikan mendapatkan bantuan program revitalisasi tahap 1 tahun 2026
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpras) Disdik Blora, Sandy Tresna Hadi, menjelaskan pihaknya mengusulkan 200 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMP. Dengan rincian, 45 PAUD, 130 SD, dan 25 SMP.
“Saat ini sudah dimulai, ada 15 SD, tiga SMP, dan 13 TK,” ujar Sandy, Jumat, 21 Agustus 2026.
Revitalisasi SD yang diusulkan didominasi sekolah negeri dan satu sekolah swasta, yakni SD Katolik Krida Darma. Untuk jenjang SMP menyasar selurh sekolah negeri. Sedangkan untuk jenjang TK diperuntukkan bagi sekolah swasta.
“Ini tahap satu, nantinya ada tahap-tahap berikutnya. Tahap ini kebanyakan dari pokir (pokok pikiran) anggota DPRD RI,” ujar Sandy.
Pada tahap ini pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sebesar Rp19,7 miliar. Dengan rincian 15 SD sebesar Rp10,2 miliar, lalu tiga SMP sebesar Rp3,2 miliar dan terakhir 13 TK sebesar Rp6,2 miliar.
“Anggaran yang diterima sekolah digarap secara swakelola,” ujarnya.
Ia juga menyebut masih ada potensi usulan dari Dinas Pendidikan, pasalnya tahap-tahap selanjutnya ada Direktorat yang juga memberikan program revitalisasi.
Di tingkat pusat, sambung Sandy, skema tersebut dikenal sebagai Alokasi Belanja Tambahan (ABT), sedangkan di daerah serupa dengan mekanisme APBD Perubahan.
Namun, pemerintah pusat hanya memprioritaskan sekitar 15 persen usulan dari setiap kabupaten/kota berdasarkan tingkat urgensi atau tingkat kerusakan satuan pendidikan.
“Di Blora terdapat sekitar 600 SD, sekitar 102 SMP, dan lebih dari 900 satuan TK/PAUD. Dari seluruh usulan, yang diprioritaskan hanya sekolah dengan tingkat kerusakan paling mendesak,” ujarnya.
Penentuan prioritas tersebut didasarkan pada data kondisi sarana dan prasarana yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sekolah diminta melengkapi administrasi sebagai syarat verifikasi oleh Kementerian melalui sistem aplikasi.
“Verifikasi dilakukan berdasarkan data Dapodik, mulai dari kondisi kerusakan sedang hingga berat, sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada sekolah yang paling membutuhkan,” kata Sandy.
Sebagai informasi, program revitalisasi sekolah tahun 2025 ada 60 satuan pendidikan di Kabupaten Blora yang diperbaiki, dengan total anggaran sekitar Rp 38 miliar.
Seadangkan tahun 2026, program revitalisasi sekolah dari APBN dialokasikan mencapai Rp 100 triliun untuk tahap pertama. Jumlah tersebut direncanakan menyasar 11.446 Satuan Pendidikan di seluruh Indonesia.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











