KUTAI KARTANEGARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menjalankan program optimalisasi lahan pertanian seluas 8.000 hektare. Lahan yang dioptimalkan tersebut tersebar di lima kawasan.
Hal itu dikatakan Bupati Kukar Edi Damansyah saat menerima audiensi Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Inti Pertiwi Naswari, Selasa (18/3/2025). Audiensi juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar serta Dandim 0906 Kukar Letkol Czi Damai Adi Stiawan.
“Saat ini, ada lima kawasan dengan total luas sekitar 8.000 hektare yang tengah dioptimalkan,” ujar Edi, dikutip dari siaran pers Kementan, Rabu (19/3/2025).
Menurutnya, program tesebut dilakukan mandiri, di luar program optimalisasi lahan yang telah ditetapkan Menteri Pertanian seluas 2.392 hektare.
“Kami berkolaborasi dengan Kementan serta pihak TNI, khususnya Kodim 0906 Kukar dan Kodim 0908 Bontang. Berdasarkan data satelit yang dibawa oleh Ibu Inti, luas tanam bulan lalu masih rendah. Untuk itu, saya meminta agar dilakukan klarifikasi langsung di lapangan,” jelasnya.
Edi juga menyebutkan bahwa Pemkab Kukar telah bekerja sama dengan Kodim 0906 Kukar dan Kodim 0908 Bontang selama empat tahun dalam pembangunan infrastruktur pertanian, seperti pengairan, jalan usaha tani, dan sumur bor.
“Program pangan menjadi prioritas di Kabupaten Kutai Kartanegara, sejalan dengan kebijakan nasional dan sudah masuk dalam RPJMD 2021-2026,” ujar Edi.
“Saya juga mengusulkan agar selain target 2.392 hektare luas optimasi lahan dan 24.370 hektare LTT (Luas Tambah Tanam) Reguler yang sudah ditetapkan, program ini diperluas ke kawasan-kawasan existing yang telah kami identifikasi,” sambungnya.
Sementara itu, Inti Pertiwi mengatakan peningkatan luas tanam menjadi fokus utama Kementan, terutama sebagai tindak lanjut dari instruksi Menteri Pertanian mengenai peningkatan optimasi lahan 20 provinsi dan LTT di seluruh provinsi, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim).
“Saat ini, kondisi pertanaman di Kaltim, khususnya di Kukar, masih belum optimal karena angka luas tanam cukup rendah dibandingkan capaian tahun 2023 dan 2024,” tuturnya.
Inti juga mengungkapkan, Kukar menjadi salah satu dari enam kabupaten yang menerima manfaat dari program optimalisasi lahan guna meningkatkan produksi pertanian.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Kementan, dan pihak TNI, diharapkan program peningkatan luas tambah tanam dan optimalisasi lahan dapat berjalan efektif, sehingga mendukung target swasembada pangan di Kukar dan Kaltim.
(SUBEKAN – Harianmuria.com)











