PATI, Harianmuria.com – Komisi B DPRD Kabupaten Pati harapkan intervensi pemerintah untuk membantu menstabilkan harga singkong agar petani bisa mendapatkan untung yang layak.
Harga jual singkong sempat turun ke angka Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram pada tahun 2025. Kementerian Pertanian akhirnya menetapkan harga jual singkong Rp1.350 per kg pada awal tahun lalu.
“Kalau harga ketela memang beberapa waktu lalu sempat jatuh. Tapi saat ini sudah cukup baik. Jadi memang harapannya ada campur tangan pemerintah untuk menstabilkan harga,” kata Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, Selasa, 5 Mei 2026.
Muslihan juga meminta Kementan mempertimbangkan pupuk subsidi bagi petani singkong. Pasalnya singkong menjadi salah satu komoditas andalan di Pati yang sekaligus dapat mendukung program swasembada.
“Tanpa regulasi atau intervensi yang tepat, petani akan terus menjadi pihak yang paling terdampak saat harga anjlok. Kami juga telah mendorong agar ada pemberian subsidi pupuk,” imbuhnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











