KUDUS, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus memasang 60 karung jumbo di lokasi terdampak longsor Kali Gelis.
Sebanyak 60 karung jumbo dengan berat mencapai 60 ton dipasang untuk mengalihkan arus di dalam palung Kali Gelis pada sayap Bendung Kedunggupit. Aliran air bagian dalam maupun permukaan dikembalikan ke tengah sungai sehingga dapat mengurangi gerusan di tebing.
Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah, mengatakan bahwa perubahan aliran sungai sebelumnya menjadi salah satu penyebab utama longsor yang terjadi pada Januari 2026 akibat dihantam banjir bandang.
“Aliran sungai sempat bergeser ke sisi tebing, sehingga memperparah gerusan dan memicu longsor, termasuk berdampak pada lahan milik warga atas nama H. Sohibi serta merusak sayap barat bendung,” ujarnya pada Senin, 27 April 2026.
Syarif menjelaskan bahwa dengan pengalihan arus, tekanan air ke sisi tebing dapat diminimalkan sehingga potensi longsor susulan bisa ditekan.
Proses penanganan ini melibatkan berbagai pihak. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana turut membantu penyediaan karung jumbo serta tenaga tambahan pada hari kedua pelaksanaan.
Sementara itu, pihak PR Sukun mendukung dengan penyediaan crane besar untuk mempermudah proses pemasangan karung jumbo.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turut menyuplai kebutuhan sekunder, serta Pemerintah Desa Panjang yang ikut berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan di lapangan.
Syarif menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan penanganan pascabencana ini.
“Sinergi semua pihak sangat membantu, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif untuk mengurangi risiko kerusakan lanjutan,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











