KENDAL, Harianmuria.com – Pemangkasan Dana Desa dari pemerintah pusat pada 2026 mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal meminta desa-desa segera beradaptasi. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menekankan pentingnya kemandirian desa melalui optimalisasi potensi lokal.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tika saat menghadiri Halal Bihalal Kepala Desa se-Kabupaten Kendal di Rumah Dinas Bupati pada Rabu, 15 April 2026.
Menurutnya, penurunan anggaran desa menjadi tantangan yang harus direspons dengan langkah strategis, terutama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) agar tidak bergantung pada dana transfer.
“Situasi dan kondisi terkait anggaran dana desa yang saat ini terjun bebas tentunya tantangannya sangat berat. Tapi kita harus berjuang, mengabdi dan membangun desa masing-masing,” ajak Bupati Tika.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah guna mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kendal.
“Sebenarnya banyak sekali potensi desa yang bisa dioptimalkan. Harapan saya, mari kita saling mengingatkan, menguatkan, saling menopang agar kita tambah kokoh mengayomi dan menebar kemanfaatan untuk masyarakat,” harapnya.
Bupati Tika menilai, kepala desa memiliki peran penting sebagai penggerak dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya dengan adanya inovasi dan kreativitas para kepala desa dapat mengembangkan potensi lokal menuju kemandirian di tengah situasi dan kondisi keterbatasan anggaran saat ini,” tambahnya.
Selain isu anggaran, Bupati Tika juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di daerahnya. Ia mengajak seluruh kepala desa untuk terlibat aktif dalam penanganan sampah secara terpadu.
“Tahun 2029 nanti sudah tidak diperbolehkan lagi adanya TPA yang masih menggunakan sistem open dumping. Sehingga perlu adanya kolaborasi dan sinergi dalam menangani sampah,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa Bahurekso Kendal, Suyoto, menyebut kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun desa.
“Ke depan kita diberikan amanah untuk menggali potensi desa, menggali ekonomi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Kami mohon bimbingan Ibu Bupati agar kami dapat mengelola itu, dan tidak hanya mengandalkan bantuan,” ungkapnya.
Ia juga memastikan dukungan seluruh kepala desa terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan persoalan sampah.
“Sampah ini memang menjadi persoalan serius yang harus kita tangani bersama agar Kendal bebas dari sampah,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











