• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 13, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

ulfa puspa by ulfa puspa
11 Agustus 2026
in Kendal, Highlight, News
68 3
Suasana pelatihan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan di Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal pada 11 dan 12 Agustus 2026. (Anik Kustiani/Harianmuria.com)

Suasana pelatihan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan di Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal pada 11 dan 12 Agustus 2026. (Anik Kustiani/Harianmuria.com)

543
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KENDAL, Harianmuria.com – Petani kopi di Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal mengikuti pelatihan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan pada 11 dan 12 Agustus 2026.

Pelatihan pengendalian organisme pengganggu tanaman diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal untuk mendorong peningkatan kapasitas petani agar bisa memproduksi kopi berkualitas.  

Kepala Bidang Perkebunan DPP Kendal, Gunadi, mengatakan kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang terus berkembang di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal, terutama kawasan dataran tinggi.

“Di Desa Krikil ini termasuk salah satu desa di Kecamatan Pageruyung yang sejak dulu banyak petani yang membudidayakan kopi. Empat tahun terakhir ini agak booming dan luasan area yang ditanami kopi juga bertambah karena ada peningkatan harga,” ujarnya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Gunadi, dengan jumlah petani yang makin banyak membutuhkan dukungan untuk mengembangkan komoditas tersebut.

“Sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budi daya serta pengendalian hama dan penyakit tanaman dinilai penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas kopi,” katanya.

Para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari teknik budi daya kopi, pengendalian OPT hingga praktik pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) organik yaitu kelompok bakteri baik yang hidup di sekitar perakaran tanaman dan memiliki manfaat dalam membantu pertumbuhan tanaman serta meningkatkan kesuburan tanah.

“PGPR ini semacam bakteri yang bisa merangsang pertumbuhan tanaman kopi. Ini juga bisa membantu menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan kopi menjadi lebih baik,” terangnya.

Petani juga diajak praktik membuat jadam sulfur, yakni bahan pengendali OPT organik berbasis belerang yang dapat dimanfaatkan sebagai fungisida, bakterisida maupun akarisida.

“Harapannya, dengan adanya pelatihan ini para petani kopi bisa memahami dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengenali dan mengendalikan berbagai organisme pengganggu yang berpotensi menyerang tanaman kopi,” jelasnya.

Salah satu pemateri dari Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Risky, mengatakan petani diberikan pengetahuan pengendalian hama secara terpadu.

Pengendalian OPT tidak hanya mengandalkan penggunaan pestisida, tetapi juga memperhatikan bagaimana hama dapat dikendalikan sejak tanaman dipersiapkan dan dibudidayakan.

“Pengendalian hama terpadu ini tidak hanya menitikberatkan pada pestisida, tetapi bagaimana hama bisa dikendalikan secara ramah lingkungan dan kolektif. Jadi, pengendalian dilakukan mulai tanaman itu disiapkan di awal,” ungkapnya.

Selama pelatihan, para petani juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan dan memperbanyak bakteri perangsang akar yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan sekaligus ketahanan tanaman kopi terhadap serangan OPT.

“Selama dua hari ini petani kita ajak bersama-sama memperbanyak bakteri perangsang akar untuk meningkatkan ketahanan tanaman kopi dan juga praktik pembuatan fungisida secara alami berbahan dasar belerang,” lanjutnya.

Risky berharap, setelah mengikuti pelatihan, petani dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri di lahan masing-masing.

“Harapannya setelah ini petani bisa mandiri dan pengetahuan petani terhadap pengendalian hama terpadu semakin meningkat, sehingga nantinya tidak bergantung pada pestisida pabrikan,” pungkasnya.

Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita KendalKabupaten KendalkendalPemkab Kendal
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

PMI Rembang Targetkan Galang Dana Kemanusiaan Rp775 Juta, Ajak Warga Sisihkan Rezeki

Next Post

Rasio Rombel Madrasah Dipakemkan, Kemenag Blora: TPG Tetap Bisa Dicairkan 

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Siswa SMP di Kendal Diedukasi Pertolongan Pertama Luka Psikologis Imbas Bullying

Siswa SMP di Kendal Diedukasi Pertolongan Pertama Luka Psikologis Imbas Bullying

by ulfa puspa
12 Agustus 2026
510

KENDAL, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Patean, Kabupaten Kendal diberi edukasi pertolongan pertama pada luka psikologis (P3LP) akibat perundungan (bullying). Bidan Puskesmas Patean, Ika Triwulansih, mengatakan edukasi dan...

Peternak di Kendal Demo Harga Pakan Kian Mencekik, Pemkab Kawal Aspirasi ke Pusat

Peternak di Kendal Demo Harga Pakan Kian Mencekik, Pemkab Kawal Aspirasi ke Pusat

by ulfa puspa
10 Agustus 2026
565

KENDAL, Harianmuria.com – Pimpinan Pemerintah Kabupaten Kendal menemui para peternak ayam petelur yang menggelar demo dengan bagi-bagi ribuan ayam di alun-alun daerah setempat pada Senin, 10 Agustus 2026....

Demo Peternak di Kendal Diwarnai Bagi-Bagi 15 Ribu Ayam

Demo Peternak di Kendal Diwarnai Bagi-Bagi 15 Ribu Ayam

by ulfa puspa
10 Agustus 2026
538

KENDAL, Harianmuria.com – Peternak ayam petelur membagikan ribuan ayam gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes kondisi usaha peternakan yang semakin tercekik, Senin, 10 Agustus 2026. Aksi tersebut dikuti...

Kopi Liberika dan Sate Bumbon Khas Kendal Digandrungi Artis Ibu Kota

Kopi Liberika dan Sate Bumbon Khas Kendal Digandrungi Artis Ibu Kota

by Rosyid
9 Agustus 2026
521

KENDAL, Harianmuria.com - Sajian kopi Liberika dan sate bumbon khas Kendal menarik perhatian sejumlah artis ibu kota saat mereka dijamu makan siang oleh Pemerintah Kabupaten Kendal di Rumah...

Load More

BERITA UTAMA

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
515
Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

13 Agustus 2026
523
Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

12 Agustus 2026
521
Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

12 Agustus 2026
529

TRENDING HARI INI

  • Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Warga Binaan Rutan Blora Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan Gratis hingga Dapat Ijazah

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Skema Ganti Untung Ditolak, Pakuwon Pastikan Rumah Warga Gombel Diperbaiki

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi bendera berwarna merah, simbol dari hubungan yang redflag. (Freepik/Harianmuria.com)

Red Flag dalam Hubungan, Apakah Itu? Kenali Tanda-Tandanya

30 November 2022
689
Berdayung Antara Monarki, Poliarki, dan Oligarki

Berdayung Antara Monarki, Poliarki, dan Oligarki

1 Februari 2026
565

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya