• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

ulfa puspa by ulfa puspa
11 Agustus 2026
in Kendal, Highlight, News
70 3
Suasana pelatihan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan di Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal pada 11 dan 12 Agustus 2026. (Anik Kustiani/Harianmuria.com)

Suasana pelatihan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan di Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal pada 11 dan 12 Agustus 2026. (Anik Kustiani/Harianmuria.com)

562
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KENDAL, Harianmuria.com – Petani kopi di Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal mengikuti pelatihan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan pada 11 dan 12 Agustus 2026.

Pelatihan pengendalian organisme pengganggu tanaman diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal untuk mendorong peningkatan kapasitas petani agar bisa memproduksi kopi berkualitas.  

Kepala Bidang Perkebunan DPP Kendal, Gunadi, mengatakan kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang terus berkembang di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal, terutama kawasan dataran tinggi.

“Di Desa Krikil ini termasuk salah satu desa di Kecamatan Pageruyung yang sejak dulu banyak petani yang membudidayakan kopi. Empat tahun terakhir ini agak booming dan luasan area yang ditanami kopi juga bertambah karena ada peningkatan harga,” ujarnya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Gunadi, dengan jumlah petani yang makin banyak membutuhkan dukungan untuk mengembangkan komoditas tersebut.

“Sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budi daya serta pengendalian hama dan penyakit tanaman dinilai penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas kopi,” katanya.

Para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari teknik budi daya kopi, pengendalian OPT hingga praktik pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) organik yaitu kelompok bakteri baik yang hidup di sekitar perakaran tanaman dan memiliki manfaat dalam membantu pertumbuhan tanaman serta meningkatkan kesuburan tanah.

“PGPR ini semacam bakteri yang bisa merangsang pertumbuhan tanaman kopi. Ini juga bisa membantu menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan kopi menjadi lebih baik,” terangnya.

Petani juga diajak praktik membuat jadam sulfur, yakni bahan pengendali OPT organik berbasis belerang yang dapat dimanfaatkan sebagai fungisida, bakterisida maupun akarisida.

“Harapannya, dengan adanya pelatihan ini para petani kopi bisa memahami dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengenali dan mengendalikan berbagai organisme pengganggu yang berpotensi menyerang tanaman kopi,” jelasnya.

Salah satu pemateri dari Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Risky, mengatakan petani diberikan pengetahuan pengendalian hama secara terpadu.

Pengendalian OPT tidak hanya mengandalkan penggunaan pestisida, tetapi juga memperhatikan bagaimana hama dapat dikendalikan sejak tanaman dipersiapkan dan dibudidayakan.

“Pengendalian hama terpadu ini tidak hanya menitikberatkan pada pestisida, tetapi bagaimana hama bisa dikendalikan secara ramah lingkungan dan kolektif. Jadi, pengendalian dilakukan mulai tanaman itu disiapkan di awal,” ungkapnya.

Selama pelatihan, para petani juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan dan memperbanyak bakteri perangsang akar yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan sekaligus ketahanan tanaman kopi terhadap serangan OPT.

“Selama dua hari ini petani kita ajak bersama-sama memperbanyak bakteri perangsang akar untuk meningkatkan ketahanan tanaman kopi dan juga praktik pembuatan fungisida secara alami berbahan dasar belerang,” lanjutnya.

Risky berharap, setelah mengikuti pelatihan, petani dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri di lahan masing-masing.

“Harapannya setelah ini petani bisa mandiri dan pengetahuan petani terhadap pengendalian hama terpadu semakin meningkat, sehingga nantinya tidak bergantung pada pestisida pabrikan,” pungkasnya.

Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita KendalKabupaten KendalkendalPemkab Kendal
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

PMI Rembang Targetkan Galang Dana Kemanusiaan Rp775 Juta, Ajak Warga Sisihkan Rezeki

Next Post

Rasio Rombel Madrasah Dipakemkan, Kemenag Blora: TPG Tetap Bisa Dicairkan 

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
517

KENDAL, Harianmuria.com – Warga Dusun Kalikunal, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Warga harus menempuh jarak sekitar 200 meter untuk mendapatkan air...

Harga Beras di Pasar Kendal Turun, Bapanas Ingatkan Pedagang Jual Sesuai HET

Harga Beras di Pasar Kendal Turun, Bapanas Ingatkan Pedagang Jual Sesuai HET

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
531

KENDAL, Harianmuria.com – Harga beras di Pasar Kendal menunjukkan tren penurunan seiring berlangsungnya panen raya. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kendal tetap memantau harga jual beras agar tetap mengacu...

Pemkab Kendal Imbau Warga Antisipasi Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Pemkab Kendal Imbau Warga Antisipasi Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
515

KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Kendal mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan potensi kebakaran pada musim kemarau. Salah satunya kebakaran di Desa Tejorejo. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan kejadian...

Bupati Kendal Apresiasi Gubernur Jateng Cup Hard Enduro Geliatkan Ekonomi Weleri

Bupati Kendal Apresiasi Gubernur Jateng Cup Hard Enduro Geliatkan Ekonomi Weleri

by Rosyid
11 Oktober 2026
518

KENDAL, Harianmuria.com – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi penyelenggaraan Gubernur Jateng Cup PETE Indonesia Hard Enduro #1 di Argon Enduro Park, Desa Sidomukti, Kabupaten Kendal, pada 10–11...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi seorang anak yang dirawat karena mengidap gagal ginjal akut anak. (Freepik/Harianmuria.com)

Kenali Gejala Gagal Ginjal Akut Anak, Jarang Kencing Hingga Mual dan Muntah

21 Oktober 2022
608
Ilustrasi Vitamin K. (Gambar Diolah/Harianmuria.com)

Penelitian Baru Ungkap Vitamin K Mampu Cegah Diabetes, Ini Penjelasannya

28 Mei 2023
669

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya