KENDAL, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Patean, Kabupaten Kendal diberi edukasi pertolongan pertama pada luka psikologis (P3LP) akibat perundungan (bullying).
Bidan Puskesmas Patean, Ika Triwulansih, mengatakan edukasi dan sosialisasi tersebut mengenalkan kepada siswa mengenai perundungan serta dampak luka psikologis yang dapat ditimbulkan.
“Karena sekarang banyak kasus bullying, sehingga harapannya tidak lagi terjadi di sekolah. Kami berharap materi yang diberikan dapat dipahami dan diteruskan kepada teman-temannya,” ujarnya, Rabu 12 Agustus 2026.
Edukasi dan sosialisasi diselenggarakan Puskesmas Patean ini diikuti perwakilan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Ika berharap OSIS menjadi perpanjangan tangan Puskesmas dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai pencegahan bullying dan penanganan awal luka psikologis di lingkungan sekolah.
“Kami berharap dari sekolah ada feedback atau tindak lanjut untuk pembentukan tim yang nantinya bisa secara mandiri menangani luka psikologis yang dialami siswa di sekolah,” tuturnya.
Puskesmas Patean juga menerjunkan sejumlah dokter dan petugas untuk memberikan materi mengenai berbagai contoh luka psikologis akibat perundungan. Edukasi diberikan agar siswa mampu mengenali kondisi tersebut sekaligus mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi teman yang mengalami masalah psikologis.
Siswa diedukasi pentingnya dukungan awal non-klinis berbasis empati bagi siswa yang mengalami stres, trauma, perundungan, maupun krisis emosional sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional.
“Harapannya tidak ada lagi anak-anak sekolah, terutama di SMPN 1 Patean ini, yang merasa di-bully atau mengalami luka psikologis,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dirangkai cek kesehatan gratis meliputi cek gula darah, tekanan darah, tinggi badan, berat badan dan pemeriksaan kesehatan lainnya.
“Harapannya melalui kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara Puskesmas dan pihak sekolah dalam membentuk karakter siswa sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Patean, Syarif Hidayat, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi bullying, P3LP dan CKG tersebut.
Ia menyebut, jumlah siswa kelas VII di SMPN 1 Patean mencapai 224 anak. Sedangkan sosialisasi P3LP diikuti sekitar 50 siswa sebagai perwakilan.
“Terutama kegiatan sosialisasi bullying. Harapannya kegiatan ini bisa berlanjut. Dan 50 peserta yang mengikuti sosialisasi nantinya bisa menjadi agen perubahan dan menyebarkan kepada teman-teman mereka sehingga ke depan tidak ada bullying di sekolah kita,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa











