• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Berdayung Antara Monarki, Poliarki, dan Oligarki

Rosyid by Rosyid
1 Februari 2026
in Artikel
86 6
Tody Ardiansyah Prabu, S.H. (Tokoh Muda Indonesia/Aktivis Intelektual Pergerakan Indonesia). (Harianmuria.com)

Tody Ardiansyah Prabu, S.H. (Tokoh Muda Indonesia/Aktivis Intelektual Pergerakan Indonesia). (Harianmuria.com)

705
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Oleh: TAP – Tody Ardiansyah Prabu, S.H.

Harianmuria.com – Dalam satu dekade terakhir, praktik politik di Indonesia memperlihatkan dinamika yang semakin kompleks. Politik tidak lagi dapat dibaca secara hitam-putih sebagai demokrasi semata, melainkan sebagai arena interplay—saling mempengaruhi dan saling menguatkan—antara monarki, poliarki, dan oligarki. Ketiganya berkelindan erat dalam praktik kekuasaan Indonesia kontemporer.

Pada level empiris, politik Indonesia kekinian menunjukkan kecenderungan menguatnya pola kekuasaan yang menyerupai monarki, yakni terpusat pada figur pemimpin tunggal. Pola ini terlihat dari dominasi kekuasaan eksekutif dan kuatnya personalisasi kepemimpinan. Dalam konteks tersebut, kekuasaan bercorak Jawa tampak lebih dominan dibandingkan semangat poliarki yang menekankan pembagian kekuasaan dan partisipasi luas masyarakat.

Pusat Kekuasaan Jawa dan Teori Joglosemar

Wilayah Joglosemar—Yogyakarta, Solo, dan Semarang—kerap dipahami sebagai simpul utama kekuasaan dan kebudayaan Jawa. Secara historis dan kultural, kawasan ini mencerminkan Teori Kekuasaan Jawa, sebuah konsepsi politik yang berakar kuat pada tradisi Kerajaan Mataram sejak abad ke-16.

Teori ini memandang kekuasaan sebagai sesuatu yang bersifat tunggal, terpusat, dan sarat legitimasi simbolik. Pemimpin diharapkan memiliki karisma, wahyu, dan kemampuan menjaga harmoni kosmis. Dalam pandangan ini, kekuasaan bukan sekadar hasil kontrak sosial, melainkan mandat historis dan spiritual.

Teori Kekuasaan Jawa berakar pada konsep macapat, yakni puisi atau tembang Jawa yang terikat pada aturan ketat dan mencerminkan keteraturan sosial. Kerajaan Mataram Islam, yang pernah berpusat di Kotagede, Kerta, dan Plered, berupaya menyatukan Jawa di bawah satu kekuasaan tunggal pada masa Sultan Agung. Upaya ini menegaskan pentingnya sentralisasi kekuasaan sebagai prasyarat stabilitas dan harmoni.

Pasca-Perjanjian Giyanti tahun 1755, Mataram Islam terpecah dan melahirkan pusat-pusat kekuasaan baru seperti Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Meski terfragmentasi secara politik, cara pandang terhadap kekuasaan tunggal tidak sepenuhnya hilang. Ia justru diwariskan sebagai memori kultural yang terus hidup dalam praktik politik Jawa hingga hari ini.

Dalam konteks kekinian, Jogja–Solo–Semarang sering disebut sebagai “segitiga emas” Jawa Tengah. Ketiga kota ini melambangkan pusat kebudayaan keraton, birokrasi pemerintahan, dan dinamika ekonomi-politik yang saling terhubung. Joglosemar bukan hanya konsep geografis, melainkan simbol kesinambungan kekuasaan Jawa dalam negara modern.

Kekuasaan dalam tradisi Jawa menempatkan pemimpin sebagai pusat kosmis. Relasi kawulo–gusti (rakyat–raja) menjadi fondasi harmonisasi sosial, di mana rakyat diharapkan patuh demi terciptanya keteraturan. Kekuasaan bersifat sentralistik dan personal, sementara legitimasi diperoleh melalui karisma, bukan semata mekanisme demokratis.

Tantangan Indonesia Modern

Berangkat dari realitas tersebut, Indonesia modern perlu diarahkan pada keseimbangan antara kesinambungan sejarah yang adiluhung dan tuntutan modernisasi. Nilai luhur warisan masa lalu tidak boleh dihapus, namun juga tidak boleh menghambat berkembangnya demokrasi substantif, supremasi hukum, dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Siapa pun yang menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan harus ditopang oleh struktur organisasi pemerintahan yang kuat dan profesional. Dalam perspektif sejarah, peran ini dapat dianalogikan dengan mahapatih pada masa Kerajaan Majapahit, yakni penggerak utama administrasi negara. Dalam konteks modern, fungsi mahapatih harus diadaptasi dalam bentuk birokrasi profesional yang bekerja berbasis sistem, bukan loyalitas personal.

Di bawah struktur tersebut, diperlukan lapisan penyangga berupa deputi-deputi yang memiliki kapasitas, kredibilitas, dan visi futuristik. Mereka harus mampu membaca arah perubahan global dan mengantisipasi tantangan masa depan di tengah dunia yang terus berubah. Dengan demikian, tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, demokratis, dan dipercaya publik dapat benar-benar terwujud.

Caturlogi Pembangunan sebagai Arah Baru

Sebagai pijakan strategis, Indonesia perlu menguatkan Konsep Caturlogi Pembangunan, yakni pemerataan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, stabilitas nasional, serta partisipasi dan demokratisasi. Keempat elemen ini harus berjalan seiring dan saling menopang. Pertumbuhan tanpa pemerataan akan melahirkan ketimpangan, sementara stabilitas tanpa partisipasi berisiko mengarah pada otoritarianisme terselubung.

Poliarki dan Oligarki dalam Realitas Politik

Secara konseptual, poliarki sebagaimana dikemukakan Robert Dahl menekankan penyebaran kekuasaan, kompetisi terbuka, dan partisipasi rakyat melalui pemilu yang demokratis. Namun dalam praktiknya, poliarki Indonesia sering beririsan dengan oligarki, di mana kekuasaan politik dan ekonomi terkonsentrasi pada segelintir elit.

Oligarki ditandai oleh kuatnya pengaruh modal, dinasti politik, serta relasi saling menguntungkan antara penguasa dan pemilik kekayaan. Dalam kondisi ini, negara berisiko menjadi alat kepentingan kelompok kecil, sementara kepentingan publik terpinggirkan.

Menuju Indonesia Emas

Di antara monarki kultural, poliarki demokratis, dan realitas oligarki, orientasi utama politik Indonesia haruslah kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. Ketiganya perlu dikelola dan diarahkan agar menjadi kekuatan konstruktif, bukan sumber distorsi demokrasi.

Gagasan-gagasan tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun peta jalan menuju Indonesia Emas pada satu abad NKRI. Pada akhirnya, tujuan bernegara tetaplah sama: mewujudkan kesejahteraan rakyat lahir dan batin, serta menuju terwujudnya peta jalan Indonesia Emas 2045.

*TAP – Tody Ardiansyah Prabu, S.H., adalah tokoh muda sekaligus aktivis intelektual pergerakan Indonesia. Ia menjabat Ketum Komunitas Jabar Unggul, Ketum Rakyat Indonesia Unggul, Waketum DPP FABEM – SM (Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa/Senat Mahasiswa) bidang antar lembaga dan hukum, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan/Pendiri BPP KAPMI (Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia), Advokat Peradi RBA / Praktisi Hukum Bisnis Alumni Univ Trisakti, Sekretaris JMSI Jaringan Media Siber Pengda Provinsi Jabar, Ketua DPW GANNAS Gerakan Anti Narkoba Nasional Provinsi Jabar.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
SummarizeShare51SendShare
Previous Post

Banjir Picu Kasus Leptospirosis Melonjak di Pati, 4 Warga Meninggal

Next Post

Ini Kecamatan dengan Angka Kemiskinan Tertinggi di Kota Semarang

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
508

REMBANG, Harianmuria.com – Jalan penghubung Desa Kalipang dengan Desa Lodan, tepatnya di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan dalam kurun 15 tahun....

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (kedua kiri) saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dok. KPK/Harianmuria.com)

KPK Bawa 9 Orang dari Klaten untuk Diperiksa di Jakarta, Termasuk Bupati Hamenang dan Kepala BPK Jateng

by Redaksi
16 Oktober 2026
511

JAKARTA, Harianmuria.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan dari 19 orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ke Jakarta. Bupati Klaten Hamenang...

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
507

BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi Rp1,9 miliar tahun anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dengan...

Pemkab Rembang Tangani Jalan Rusak dengan Anggaran Rp35,5 Miliar Tahun Ini

Pemkab Rembang Tangani Jalan Rusak dengan Anggaran Rp35,5 Miliar Tahun Ini

by utia
16 Oktober 2026
507

REMBANG, Harianmuria.com - Pembangunan maupun pemeliharaan jalan di wilayah Kabupaten Rembang tahun ini mendapat dukungan anggaran dengan total sekitar Rp35,5 miliar, tepatnya Rp35.531.147.957,46. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Perluas Skrining TBC, Pemkab Jepara Targetkan Temukan 3.000 Kasus Baru

Perluas Skrining TBC, Pemkab Jepara Targetkan Temukan 3.000 Kasus Baru

13 Oktober 2026
518
Berobat pakai BPJS di RSUD Randublatung Blora cukup hafal NIK atau bawa KTP.

Cukup Hafal NIK! Cara Mudah Berobat Pakai BPJS di RSUD Randublatung Blora

15 Juli 2025
704

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya