REMBANG, Harianmuria.com – Pembangunan maupun pemeliharaan jalan di wilayah Kabupaten Rembang tahun ini mendapat dukungan anggaran dengan total sekitar Rp35,5 miliar, tepatnya Rp35.531.147.957,46.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) Rembang, Maryosa, menuturkan infrastruktur jalan menjadi fokus penting yang menjadi perhatian Bupati Hano agar segera diselesaikan.
Meski begitu, ia menuturkan penanganan jalan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan anggaran pemerintah.
“Yang menjadi konsen Pak Bupati memang jalan. Kita terus melakukan penanganan, karena dengan panjang jalan yang kita miliki, tentu membutuhkan perencanaan dan sinergi agar jalan-jalan yang kondisinya kurang baik bisa mendapatkan penanganan,” ujarnya, Rabu, 14 Oktober 202
Berdasarkan data DPUTARU Kabupaten Rembang, total panjang jalan kabupaten mencapai 594,199 kilometer. Dari jumlah tersebut, kondisi jalan terbagi menjadi kategori baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat.
Jalan dalam kondisi baik tercatat sepanjang 252,403 kilometer atau 42,48%. Sementara itu, jalan dengan kondisi sedang mencapai 171,378 kilometer atau 28,84%.
Adapun jalan rusak ringan sepanjang 73,552 kilometer atau 12,38 persen, sedangkan jalan rusak berat mencapai 96,866 kilometer atau 16,30 persen. Dengan kondisi tersebut, tingkat kemantapan jalan kabupaten di Rembang tercatat sebesar 71,32%.
Dalam satu tahun ini, Maryosa mengungkap pihaknya menggunakan Rp35,5 miliar untuk berbagai kegiatan dalam penanganan jalan rusak. Diantaranya pembangunan jalan untuk 32 kegiatan sebesar Rp9,7 miliar.
Kemudian pemeliharaan rutin jalan untuk 31 kegiatan sebesar Rp10,9 miliar. Lalu dua kegiatan dalam pemeliharaan berkala jalan melalui melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp14,8 miliar.
“Dalam satu tahun, kondisi jalan ini terus kita perbaiki. Ada yang mengalami peningkatan kondisi setelah ditangani, tetapi disisi lain juga ada jalan yang mengalami kerusakan. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Uia











