DEMAK, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau kering yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat. Cuaca panas dengan minimnya curah hujan dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran serta kekeringan di sejumlah wilayah.
Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan prediksi tersebut berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia menyebut kondisi kemarau tahun ini memiliki karakteristik yang mirip dengan situasi pada 2023, ketika sejumlah wilayah mengalami peningkatan kasus kebakaran.
“Sesuai edaran BMKG, tahun ini diprediksi akan terjadi kemarau kering dengan suhu yang cukup panas. Kondisi ini perlu diwaspadai karena hampir sama dengan tahun 2023 yang saat itu terjadi banyak kebakaran lahan maupun kebakaran lainnya,” ujar Agus saat ditemui di kantornya, Kamis, 18 Juni 2026.
Mengantisipasi potensi bencana selama musim kemarau, BPBD Demak telah melakukan penguatan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga tingkat kabupaten.
Selain itu, upaya edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui media sosial, surat edaran, maupun sosialisasi langsung ke wilayah-wilayah desa.
“Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kekeringan dan bahaya kebakaran selama musim kemarau,” katanya.
Selain ancaman kebakaran, BPBD Demak juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan kekurangan air bersih di wilayah yang rawan terdampak kekeringan.
Agus memastikan pihaknya siap melakukan distribusi air apabila masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
“Berapapun kebutuhan air bersih masyarakat akan kami siapkan. Jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau, kami siap melakukan suplai air untuk memenuhi kebutuhan warga,” tegasnya.
Untuk memperkuat penanganan bencana, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah sekitar serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar respons terhadap kondisi darurat dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Dalam menghadapi musim kemarau, BPBD Demak juga telah menyiapkan personel serta fasilitas pendukung, termasuk kendaraan tangki air yang akan digunakan untuk membantu distribusi air bersih maupun penanganan kebencanaan lainnya.
Agus menjelaskan, kebutuhan air bersih nantinya akan didukung melalui kerja sama dengan Perumda Air Minum (PDAM). Saat ini, BPBD Demak memiliki sejumlah armada yang siap digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyiapkan seluruh sumber daya yang ada, mulai dari personel hingga armada. Saat ini kami memiliki delapan armada yang siap digunakan untuk distribusi air bersih maupun penanganan kebencanaan lainnya,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan api, terutama di area terbuka yang memiliki potensi mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya yang bersinggungan dengan api. Jangan sampai kelalaian kecil memicu kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak,” pungkasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid











