BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 4 Cepu, Kabupaten Blora kerap kebanjiran. Termasuk peristiwa banjir di wilayah Kecamatan Cepu pada Minggu, 12 April 2026.
Banjir di Cepu berdampak di lima kelurahan setempat. Genangan air antara 50 sentimeter hingga 1 meter.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Blora, Sunaryo, mengatakan saat ini dinas belum memiliki anggaran perbaikan dan hanya penanganan darurat.
“Sejak malam Sabtu, sudah terdampak dan dibersihkan. Namun, Minggu banjir lagi. Saat ini yang bisa dilakukan pembersihan, yang di bantu oleh BPBD,” ujar Sunaryo, Senin, 13 April 2026.
Menurut Sunaryo, salah satu pemicu banjir karena kontruksi bangunan SMP Negeri 4 Cepu lebih rendah dari saluran air yang ada. Tak hanya itu, lokasi SMP berdekatan dengan sawah sehingga setiap ada banjir dipastikan akan memasuki kawasan sekolah.
“Kemarin banjir yang paling tinggi di sana,” ucapnya.
Disdik Blora saat ini hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat. Pasalnya perbaikan di SMPN 4 Cepu membutuhkan biaya yang sangat tinggi.
“Solusinya hanya meninggikan bangunan 1,5 meter. Kemudian nantinya air yang dari sebelah barat bisa teralihkan,” terangnya.
Sunaryo mengungkapkan saat melakukan pengecekan di lokasi, terdapat beberapa ruang kelas yang memiliki rembesan air. Menurutnya, rembesan itu muncul akibat struktur bangunan yang lebih rendah.
“Saya lihat ada ruangan kelas 9B, 9C dan 9F itu keluar air dari bawah. Mungkin itu aliran dari persawan sebelah barat sekolah ada airnya,” ungkapnya.
Saat ini SMPN 4 Cepu masuk daftar penerima program revitalisasi tahun 2026. Pemerintah pusat telah melakukan survei ke sekolah.
“Fasilitator dari jakarta menyarankan ruang kelas yang diperbaiki, harus menaikan bangunan dahulu 1,5 meter. Baru proses perbaikan ruang kelas,” ujar Sunaryo.
Tak hanya ruang kelas, kondisi fasilitas olahraga selama ini juga terdampak banjir sehingga harus dinaikkan. Menurutnya biaya perbaikan ruang kelas hingga fasilitas olahraga masih terkendala anggaran.
“Harapannya ada alokasi khusus SMP 4 Cepu, dan berharap bisa di perbaiki secara bertahap,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











