BLORA, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mencatat 163 pelajar mengalami obesitas. Angka tersebut muncul dari hasil pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar seluruh pelajar di wilayah setempat.
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengatakan jumlah pelajar dengan obesitas tersebut masih tergolong rendah. Meski begitu, pihaknya tetap akan memberikan perhatian lebih terhadap kasus tersebut agar tidak semakin bertambah.
“Untuk presentasi pelajar teridentifikasi obesitas di Blora masih ringan, namun harus menjadi perhatian kami,” tuturnya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, Edi menjelaskan presentasi pelaksanaan CKG pelajar di Blora sudah mencapai 43,2 persen. Terkait status gizi, para pelajar tersebut tergolong beberapa kelompok, ada gizi buruk, gizi baik, gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas.
“Kalau gizi buruk 0,14 persen, gizi baik 87,2 persen, gizi kurang 4,9 persen, gizi lebih 5,6 persen dan obesitas ada di 2,2 persen. Untuk gizi yang tidak baik itu ada sebanyak 10 orang,” terangnya..
Edi menyebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelajar teridentifikasi gizi buruk, salah satunya asupan gizi kurang. Namun, menurutnya asupan gizi kurang bagi anak, bisa terjadi dikarenakan pelajar tersebut mengalami penurunan nafsu makan, sehingga keseimbangan asupan gizi dan aktivitas dapat kurang.
“Adapun gizi buruk 10 pelajar, gizi kurang 352 pelajar, gizi baik 6,187 pelajar, gizi lebih 277 pelajar dan obesitas 163 pelajar,” katanya.
Ia menyampaikan, pelajar yang teridentifikasi akan ditindaklanjuti untuk diarahkan pada aktivitas fisik dan gizi seimbang.
“Pelajar itu minimal melakukan aktivitas fisik selama 30 menit. Akan tetapi jika olahraga di sekolah kurang maka perlu aktivitas fisik di rumah juga,” ungkapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil











