• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Luas Tanam Padi di Jateng Turun Hingga 20 Persen Akibat Kemarau

utia by utia
27 Agustus 2026
in Semarang, News
68 2
Kepala Distanak Jateng Defransisco Dasilva Tavares. (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

Kepala Distanak Jateng Defransisco Dasilva Tavares. (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

536
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah mengungkap luas tanam padi mengalami penurunan hingga 20 persen. Hal itu diakibatkan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jateng selama musim kemarau. 

Kepala Distanak Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan terdapat enam wilayah yang menjadi perhatian karena rawan kekeringan. Diantaranya Wonogiri, Blora, Rembang, Grobogan, Jepara, dan sebagian wilayah Cilacap.

“Itu beberapa lokasi yang kita pantau karena kekeringannya lebih dulu,” kata Frans saat diwawancarai, Kamis, 27 Agustus 2026.

Tavares mengatakan hingga bulan juli 2026, luas tanam padi mengalami penurunan hingga 20 persen. Hal ini mengakibatkan aktivitas penanaman para petani berkurang karena masalah keterbatasan air.

“Turun sekitar 20 persen, tapi itu laporan yang angkanya masih bisa berbeda, karena penyuluh juga di lapangan, ini laporan dari Kabupaten per bulan lalu (Juli),” tegasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah kabupaten, Kementerian Pertanian, penyuluh, Bank Indonesia, dan BBWS dalam menyediakan air untuk mempertahankan produksi padi dan menjaga pasokan air ke lahan pertanian.

“Selain menjaga pasokan air, pemerintah juga menyiapkan perlindungan bagi petani melalui asuransi. Tahun 2026, asuransi pertanian disiapkan untuk 10.400 hektar lahan padi yang tersebar di 29 kabupaten dan Kota Semarang,” katanya.

Untuk daerah yang sulit mendapat air, pemerintah menyiapkan sumur dalam dan sumur dangkal. Air kemudian dialirkan menggunakan pompa dan pipa menuju lahan pertanian.

Pihaknya juga memastikan kepada para petani yang mengalami gagal panen akibat serangan hama maupun kekeringan bisa mengajukan klaim bantuan dengan syarat kerusakan lahan mencapai 75 persen dan telah melalui pemeriksaan.

“Kalau gagalnya 75 persen, kondisinya tidak bisa diselamatkan dari luasan itu, otomatis diganti, biasanya Rp6 juta per hektar untuk mengganti kerugiannya,” jelasnya.

Meski luas tanam menurun, Distanak tetap menargetkan produksi gabah kering giling 10,5 juta ton pada 2026. Salah satu strategi yang didorong yakni meningkatkan produktivitas lahan melalui pertanian modern dengan metode PMAAS (Pertanian Modern-Advanced Agricultural System)

“Jadi Pertanian Modern-Advanced Agriculture System itu dia model tanamnya seperti jajar legowo, tapi dia tanamnya justru lebih banyak benihnya, karena langsung tidak pakai model pembibitan dulu terus bisa dipindahkan ke lahan, sehingga menghemat waktu dua minggu untuk persemaian, karena tanam langsung terus hasilnya (produksi padi) lebih tinggi,” pungkasnya. 

Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarang Hari IniBerita Semarang Terkinikemarau
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Ratusan Pelajar di Blora Terdeteksi Obesitas Usai Lakukan Cek Kesehatan Gratis

Next Post

Dorong Ekspor Bawang Goreng Palu, Barantin Siap Carikan Buyer dari 6 Negara

utia

utia

Berita Terkait

Cegah Pungli, Dishub Semarang Perkuat Penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu

Cegah Pungli, Dishub Semarang Perkuat Penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu

by utia
16 Oktober 2026
508

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pehubungan (Dishub) mulai memperkuat pengawasan pengelolaan parkir melalui penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu.  Penguatan itu dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan...

Tampilkan 64 Koleksi Sejarah, Walkot Semarang Ajak Warga Pahami Pertempuran Lima Hari

Tampilkan 64 Koleksi Sejarah, Walkot Semarang Ajak Warga Pahami Pertempuran Lima Hari

by utia
16 Oktober 2026
509

SEMARANG, Harianmuria.com - Sebanyak 64 koleksi sejarah kini dipamerkan di Gedung Lawang Sewu, Semarang, untuk mengajak masyarakat membaca kembali perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Pameran bertajuk “Dari Semarang...

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

by utia
15 Oktober 2026
545

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai mengeruk 33 sungai dan membenahi saluran drainase di sejumlah titik. Langkah ini sebagai antisipasi banjir menjelang...

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

by utia
15 Oktober 2026
518

SEMARANG, Harianmuira.com - Ratusan guru SMP di wilayah Kota Semarang turut serta dalam lomba literasi dan numerasi yang digelar Dinas Pendidikan setempat. Lokasi perlombaan berbasis City Map ini...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi permainan congklak, salah satu mainan yang dimainkan orang Jawa Tengah zaman dulu dan mulai punah. (Instagram @anil_t_prabhakar/Harianmuria.com)

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja?

20 Oktober 2022
4.5k
Karaoke Ilegal di Pati Tak Dipajaki Sejak 2014, PAD Berpotensi Hilang

Karaoke Ilegal di Pati Tak Dipajaki Sejak 2014, PAD Berpotensi Hilang

23 April 2026
729

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya