BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 49,6 ribu jiwa dari 98 desa yang tersebar di 14 kecamatan wilayah Kabupaten Blora mengalami krisis air bersih akibat sumber air yang mengering di musim kemarau.
Kabid Kedaruratan, Logistik dan Rekontruksi Rehabilitasi BPBD Blora, Suparji, mengatakan saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, sehingga mengakibatkan beberapa wilayah kabupaten Blora mengalami kekeringan ekstrim.
Menangani hal ini, pihaknya pun telah menyalurkan bantuan air bersih. Saat ini total distribusi air bersih telah mencapai 377 tangki atau sekitar 1,84 juta liter. Bantuan tersebut diberikan dari beberapa instansi hingga organisasi masyarakat (Ormas).
“Sementara ini yang tercatat ada 14.218 kepala keluarga sebagai penerima manfaat bantuan air bersih. Kalau untuk jumlah jiwa, sekitar 49,6 ribu jiwa,” ungkapnya.
Ia mengungkap bantuan tangki air bersih itu berasal dari BPBD Blora 225 tangki, BBWS Bengawan Solo 25 tangki, dan IKA UNS 60 tangki.
“Sementara untuk beberapa gabungan, ada dari Baznas, PMI hingga ormas tercatat ada 60 tangki,” katanya.
Sebelumnya Pemkab Blora telah memetakan potensi kekeringan akibat musim kemarau. Dari pemetaan itu, sebanyak 148 desa di 15 kecamatan akan terdampak. Sementara hanya ada satu kecamatan yang berpotensi selamat dari bencana ini yakni Kradenan.
“Belum ada inventarisasi ulang, yang kita lakukan adalah dropping air saja. Kecamatan Kradenan aman, tidak ada desa kekeringan, di sana airnya bagus,” tambahnya.
Salah satu bantuan tangki air bersih darang dari SPPG 1 Jiken Blora. Air bersih dari unit ini disalurkan untuk warga Dukuh Boleran, Desa Genjahan, Kecamatan Jiken pada Rabu, 19 Agustus 2026.
SPPG Kepala SPPG 1 Jiken, Chendy Ilyas Nugraha, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang terdampak kekurangan air bersih.
“Untuk bantuan air bersih kami salurkan sebanyak dua tangki,” kata Chendy.
Dari dua tangki yang disalurkan, kata dia, masing-masing memiliki kapasitas sekitar 8.000 liter sehingga total bantuan air bersih yang diberikan mencapai sekitar 16.000 liter.
Chendy berharap bantuan air bersih tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sehari-hari, khususnya untuk keperluan rumah tangga di tengah keterbatasan ketersediaan air bersih.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan warga di Dukuh Boleran,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











