MEDAN, Harianmuria.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina Sumatera Utara) memperketat pengawasan pengiriman komoditas pertanian ke pasar internasional.
Sebanyak 126.000 kilogram bonggol jagung giling harus melewati serangkaian tindakan karantina ketat sebelum dikirim untuk memenuhi permintaan industri di Jepang, Jumat (28/8/2026).
Pemeriksaan berlapis dilakukan mulai dari administrasi, fisik, hingga pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium guna memastikan komoditas terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Petugas Karantina Sumatera Utara juga mengawasi langsung perlakuan fumigasi sesuai ketentuan. Hasil dari seluruh proses pemeriksaan ketat ini menjadi dasar penerbitan phytosanitary certificate (sertifikat kesehatan tumbuhan) sebagai dokumen utama persyaratan ekspor.
Kepala Karantina Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting, menyampaikan pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan sekaligus memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina negara tujuan.
“Kami akan terus berupaya maksimal mendorong ekspor agar berjalan lebih baik, lancar, dan aman sesuai dengan persyaratan karantina,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Medan, Senin, (31/8/2026).
Menurut Prayatno, pelayanan karantina yang profesional dan responsif menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perdagangan sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah.
Ketatnya pengawalan standar karantina ini terbukti menjaga mutu produk lokal di mancanegara sekaligus mendorong kinerja ekspor. Sepanjang 2026, nilai ekspor bonggol jagung giling asal Sumatera Utara mencapai Rp1.089.039.000 dari lima kali pengiriman, melonjak dibanding periode 2025 yang mencatatkan Rp451.562.000 dari tujuh kali pengiriman.
Melalui pengawasan dan fasilitasi ekspor tersebut, Barantin berkomitmen memastikan komoditas Indonesia selalu memenuhi standar negara tujuan sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi bagi pelaku usaha dan daerah.
Editor: Asih











