SEMARANG, Harianmuria.com — Badan Karantina Indonesia (Barantin) siap memberikan kemudahan dan "karpet merah" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta generasi muda untuk memperluas jangkauan pasar ke tingkat global.
Pelaku usaha di daerah, khususnya Jawa Tengah, kini didorong untuk tidak ragu memulai ekspor meski masih dalam skala kecil.
Guna merealisasikan dukungan tersebut, Barantin menyiapkan skema pendampingan komprehensif hingga memfasilitasi proses pemenuhan standar karantina dan regulasi teknis yang disyaratkan oleh negara tujuan ekspor.
“Barantin memberikan karpet merah dan kemudahan bagi UMKM yang siap ekspor. Kami dampingi agar pelaku usaha memahami dan mampu memenuhi persyaratan negara tujuan,” ujar Kepala Barantin Abdul Kadir Karding lewat rilis resmi Barantin, Jumat (9/10/2026).
Karding menegaskan bahwa akses perdagangan internasional saat ini bukan lagi monopoli korporasi besar.
“Ekspor tidak harus langsung dalam jumlah besar. Dalam jumlah kecil pun bisa, yang penting memahami prosesnya, memenuhi persyaratan negara tujuan, dan produk siap memasuki pasar,” tegas Karding.
Menurut Karding, tantangan terbesar pelaku UMKM dalam menembus pasar internasional kerap kali bukan pada kemampuan produksi, melainkan pemahaman terhadap standar perkarantinaan, seperti kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan, biosekuriti, hingga sistem ketertelusuran (traceability).
Menjawab kebutuhan itu, Barantin melakukan transformasi fungsi dari sekadar pengawas pintu batas menjadi fasilitator perdagangan. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah kehadiran layanan Klinik Ekspor sebagai ruang konsultasi gratis bagi UMKM.
Melalui sarana ini, pelaku usaha dapat berkonsultasi mengenai sertifikasi, kesiapan komoditas, hingga ketentuan teknis negara tujuan sebelum barang dikirim.
“Barantin kini berani mulai, bertumbuh, siap berdampak. Berani mulai mengubah ide menjadi langkah nyata dan mendorong keberanian generasi muda serta pelaku UMKM. Bertumbuh dengan mengembangkan usaha secara sehat dan meningkatkan kesiapan usaha. Siap berdampak dengan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Karding.
Langkah percepatan ekspor UMKM ini juga diperkuat lewat sinergi kelembagaan bersama Kementerian UMKM melalui penandatanganan nota kesepahaman di Palu pada 28 September 2026 lalu.
Kolaborasi ini diarahkan untuk menjaring lebih banyak produk unggulan daerah agar berhasil naik kelas dari pasar domestik menuju pasar internasional.
Karding pun mengajak para mahasiswa dan wirausaha muda untuk melihat peluang ekspor ini secara optimistis serta memanfaatkan fasilitas pendampingan yang disediakan pemerintah. Dengan kontinuitas produksi dan pemenuhan regulasi yang berjalan selaras, produk-produk lokal berpotensi besar merebut peluang pasar global.
Editor: Asih











