PANGKALPINANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) resmi melakukan holding terhadap 1.300 kelompok petani lada putih.
Langkah strategis ini ditempuh guna meningkatkan mutu, kualitas, serta memastikan komoditas unggulan daerah tersebut mampu menembus dan memenuhi standar pasar internasional.
"Saat ini, kita sudah mengholding 1.300 kelompok petani lada, agar mereka bisa mengakses pasar internasional," ujar Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Minggu (4/10/2026).
Program holding ini merupakan bagian dari sinergi Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Kementerian UMKM yang baru saja meluncurkan Program Holding UMKM.
Kebijakan tersebut dirancang untuk mengonsolidasikan dan mendampingi produk lokal agar memenuhi persyaratan protokol karantina, sehingga meminimalisir risiko penolakan dari negara tujuan ekspor.
"Melalui holding kemitraan ini untuk mengajak masyarakat yang tergabung dalam UMKM bisa mudah melalulintaskan komoditas berpeluang ekspor," jelas Herwintarti.
Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), volume ekspor lada putih Bangka Belitung sepanjang 2025 tercatat mencapai 1,37 ribu ton dengan frekuensi pengiriman 184 kali serta nilai ekonomi menyentuh Rp180 miliar.
Sementara itu, lalu lintas komoditas lada putih untuk kebutuhan domestik tercatat jauh lebih tinggi, yakni mencapai 6.323 ton dengan 308 kali pengiriman dan nilai nominal sebesar Rp535,89 miliar.
Adapun negara-negara yang menjadi tujuan utama ekspor lada putih daerah ini meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
Sebagai wujud nyata pendampingan tersebut, Karantina Babel beberapa waktu lalu juga telah mengawal langsung kelompok petani lada dalam mengekspor 8,2 ton lada putih dengan tujuan Belanda.
Herwintarti berharap, konsolidasi melalui holding kelompok petani lada putih yang bernaung di bawah UMKM ini dapat membakar motivasi para petani untuk memperluas dan menggenjot produktivitas perkebunan mereka.
"Lada putih Bangka Belitung ini memiliki potensi sangat besar dan berpeluang untuk terus dikembangkan sebagai komoditas unggulan berorientasi ekspor," tandasnya.
Editor: Asih











