JEPARA, Harianmuria.com – Krisis air bersih di Kabupaten Jepara meluas di tengah status awas kekeringan meteorologis. Tercatat 16 desa di berbagai kecamatan kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Bagus Ari Wibowo, mengungkapkan bahwa 11 desa yang mengalami kelangkaan air bersih di antaranya, Desa Kedungmalang di Kecamatan Kedung, Desa Sumberrejo di Kecamatan Donorojo, Desa Tunahan dan Kunir di Kecamatan Keling, serta Desa Kaliombo dan Rengging di Kecamatan Pecangaan.
Selanjutnya, Desa Mayong Kidul di Kecamatan Mayong, Desa Srikandang dan Banjaran di Kecamatan Bangsri, Desa Bategede di Kecamatan Nalumsari, serta Desa Dudakawu di Kecamatan Kembang.
“Meluasnya wilayah terdampak menjadi perhatian kami, terutama untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama periode ini,” katanya, Jumat, 16 Oktober 2026.
Sementara itu hingga Jumat, 16 Oktober 2026 BPBD Jepara telah menyalurkan bantuan air bersih 179 tangki dengan total volume 716.000 liter untuk sebelas desa yang kesulitan air.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat dan menyalurkan bantuan sesuai kondisi di lapangan. Kami juga berharap warga bisa bijak dalam menggunakan air serta memprioritaskan kebutuhan yang paling penting,” terangnya.
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, awal musim hujan di Kabupaten Jepara diprediksi pada pertengahan Desember 2026.
Dengan perkiraan tersebut, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi kekeringan dalam beberapa pekan ke depan. Warga juga diimbau menampung air ketika pasokan tersedia dalam jumlah cukup, menggunakan air sesuai kebutuhan, serta mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi.
“Kami juga masyarakat untuk segera melapor apabila mengalami kendala atau kekurangan pasokan air bersih. Laporan dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau langsung ke BPBD Jepara agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











